Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab


__ADS_3

"Saat aku dan papa mu belum di karunia anak. Kami ke panti asuhan dan kami bertemu dengan wanita yang saat itu menitipkan anaknya yang baru lahir. Bayi merah yang sangat tampan itu kami rawat dan kami beri nama Reval putra Hariyanto yang artinya sampai kapanpun kamu kamu akan menjadi putra kami. Walau kamu bukan Sarah daging kamu," jelas Sahila yang tidak menutupi apa-apa lagi pada Reval.


"Kami ingin merawat kamu. Karena saat itu wanita itu tidak bisa merawat kamu. Karena dia hamil di luar nikah dan pria beristri yang menghamilinya tidak bertanggung jawab dan memilih keluarganya dan saat itu wanita itu tidak punya pilihan yang mau tidak mau harus menyerahkan kamu ke panti asuhan dan bertepatan ada aku dan papamu di sana dan dari cerita wanita itu kami memutuskan untuk mengadopsimu dan wanita itu setuju dan percaya pada kami," jelas Sahila dengan sejelas-jelasnya tanpa menyembunyikan apa-apa lagi. Karena Reval memang sudah waktunya tau.


"Wanita itu siapa?" tanya Reval yang ingin tau kejelasannya.


Sahila terlihat berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam bawah bantalnya dan memperlihatkan sebuah foto dan Sahila langsung memberikan foto itu pada Reval dan Reval mengambilnya dengan tangannya yang bergetar. Mata Reval langsung terpejam dengan air matanya semakin banyak mengalir ketika melihat foto itu di mana mama dan papanya dan wanita berdiri di tengah dengan menggendong bayi kecil dan wanita itu adalah Erina.


"Jadi dia benar-benar ibuku?" tanya Reval yang semakin hancur dan tidak percaya dengan kenyataan yang sungguh menyakitkan itu.


"Dia memang ibumu dan mama baru tau kalau dia adalah ibu Reya temanmu," ucap Sahila yang membenarkan semuanya.


"Tidak mungkin! ini sangat tidak mungkin!" bantah Reval yang tidak ingin kenyataan itu terjadi.


"Kenapa semuanya terjadi seperti ini? kenapa terjadi seperti ini?" ucap Reval dengan suaranya yang merendah yang benar-benar shock dengan kenyataan yang memang sangat menyedihkan.


"Akhirnya kamu tau kebenarannya. Jika aku adalah ibu kandungmu!" tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing yang menyahut begitu saja. Reval dan Sahila sama-sama melihat kebelakang dan ternyata Erina.


Reval terlihat mengepal tangannya dengan menatap tajam Erina dan tidak tau kenapa dia jadi membenci Erina setelah tau Erina adalah ibu kandungnya.


"Erina!" lirih Sahila dengan wajahnya yang terlihat jawab lebih pasrah dan Reval langsung berdiri dengan menghadap wanita itu.


"Sudah waktunya kamu memang harus tau. Jika kamu adalah putraku dan Reya bukan putriku dan saat kamu dan Reya kenal aku sudah mulai mempunyai perasaan aneh terhadap mu saat pertama kali aku melihatmu dan setelah aku selidiki kamu memang putraku yang di rawat Sahila dan suaminya," jelas Erina.

__ADS_1


"Jadi kau ibuku yang meninggalkan ku di panti asuhan?" tanya Reval dengan menekan suaranya.


"Iya. Aku tau waktu aku salah dan seharusnya tidak meninggalkanmu dan seharusnya merawatmu apapun yang terjadi," jawab wanita yang akan berbohong untuk kebenaran masalah Reval.


"Lalu sejak kapan kau tau kalau aku adalah putramu?" tanya Reval.


"Sejak 3 tahun lalu saat kamu dan Reya bertemu," jawab Sahila.


"Lalu siapa ayahku?" tanya Reval yang ingin tau semuanya. Erina terdiam dan Sahila juga yang sebenarnya tidak tau siapa ayah Reval.


"Kenapa diam? jawablah siapa ayahku? aku anak yang lahir di luar nikah, anak dari pria yang beristri. Apa itu artinya aku anak Argantara?" tanya Reval dengan menekan suaranya.


Sahila hanya bingung dan dia juga tidak mengenal Argantara yang merupakan ayah Citra.


Apa yang di sampaikan Reya sebelumnya adalah benar dan itu sangat menyakitkan dengan kenyataan yang seharusnya di dapatkannya.


"Reval aku minta maaf sudah menitipkan kamu tapi aku....!"


"Diam!" teriak Reval dengan suaranya yang menggelegar yang mengejutkan Sahila dan juga Erina. Reval dengan kemarahannya menghampiri Erina.


"Ibu seperti apa dirimu yang sudah tega membuang anaknya sendiri. Bahkan setelah kau tau aku adalah Reval anakmu 3 tahun lalu. Kau membiarkan ku menghancurkan keluarga Anggika, kamu membiarkan ku mencintai anaknya, anak Argantara Citra. Kau membiarkan ku dan Citra menjalin hubungan sementara kau tau jika aku dan Citra adalah saudara!" teriak Reval dengan suaranya yang menggelegar.


Sahila terkejut mendengar apa yang di katakan Reval sampai Sahila menutup mulutnya dengan tangannya dengan matanya yang melotot.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan Reval?" tanya Sahila yang memang tidak tau jika Reval anak Argantara dan itu artinya Citra saudaranya kandung Reval.


"Kejam, kau wanita yang sangat kejam!" tunjuk Reval pada Erina dengan suara Reval yang menggelegar.


"Aku tidak tau jika semuanya akan seperti itu. Aku hanya ingin Anggika menderita. Karena dia sudah menikahi pria yang kucintai. Aku berusaha melakukan banyak hal hanya ingin mendapatkan Argantara kembali," teriak Erina yang masih bisa membela diri.


"Dengan kau mengorbankan anak orang lain. Kau mengorbankan Reya. Kau tau Reya bukan darah daging Argantara. Tapi kau buat Reya menderita. Kau sengaja membuat Reya menderitanya bersama Sean. Kau memanfaatkannya dan bahkan memperlakukannya seperti binatang yang kau tau wanita itu sangat menyayangi mu," sahut Reval dengan suaranya yang menggelegar yang benar-benar murka dengan perbuatan Erina.


"Segala sesuatu harus ada yang di korbankan," sahut Erina dengan santainya berbicara.


"Dan termasuk aku. Kau membiarkan aku membalskan dendam pada Anggika dan melalui Citra," sahut Reval.


"Pikiranmu yang membalas dendam itu karena Sahila yang menanamkan salah paham padamu," sahut Erina yang mengalahkan Sahila.


"Kau sudah tau aku anakmu. Lalu kenapa tidak menghentikan ku saat aku mendekati Citra, pura-pura mencintainya dan membuatnya tunduk padaku. Kenapa kau tidak menghentikan ku yang kau tau kami adalah adik kakak!" teriak Reval dengan menekan suaranya.


"Karena aku ingin melihat Anggika menderitanya dan sekarang aku puas dengan semua yang terjadi," jawab Erina benar-benar tidak menyesal dengan semua yang di lakukannya.


"Wanita gila!" teriak Reval yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Sahila juga terlihat shock dengan apa yang di dengarnya yang tidak pernah di duganya.


"Pergi dari sini! kau bukan ibuku! pergi!" teriak Reval yang mengusir Erina dan bahkan mendorong Erina keluar dari ruangan itu dan menutup pintu dan Reval memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya yang berteriak histeris sampai berlutut yang menyesali semua yang terjadi Sahila sendiri tidak bisa melakukan apa-apa selain meneteskan air mata melihat Reval yang sehancur itu.


Pasti Sahila kaget dengan status Reval dan Citra yang ternyata adik kakak yang saling mencintai.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2