Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 240


__ADS_3

Akhirnya Dokter memeriksa Citra dan di sana juga menunggu Reval, Sean, Reya dan Anggika yang melihat Dokter memeriksa kandungan Citra.


"Bagaimana keadaan Citra Dokter?" tanya Sean.


"Nona Citra. Anda hanya kelelahan saja. Ada sebaiknya anda harus jaga kesehatan dan lebih baik banyak-banyak istirahat dan jangan banyak berpikir nanti bisa mengakibatkan fatal untuk kandungan anda," ucap Dokter yang memberi saran pada Citra.


"Citra kamu dengarin apa kata Dokter. Kamu jangan terlalu berpikir yang keras-keras, kamu harus istirahat," sahut Anggika.


"Iya mah, aku hanya sedikit pusing saja, mama jangan khawatir," sahut Citra yang memegang kepalanya.


"Rasa pusing dan kelelahan itu pasti ada. Itu karena kondisi kamu yang kurang fit. Jadi perhatikan kondisi kamu kedepannya, agar kamu dan bayi kamu tetap sehat," ucap Dokter memberi saran.


"Baik Dokter," sahut Citra.


"Ya sudah kalau begitu, saya permisi dulu. Jangan lupa obatnya nanti di minum ya," ucap Dokter mengingatkan.


"Terima kasih Dokter untuk waktunya," sahut Sean. Dokter pria itu mengangguk dan langsung pergi.


"Kamu sudah merasa lebih enakan?" tanya Anggika.


"Citra tidak apa-apa kok mah, Citra hanya mau istirahat aja," sahut Citra.


"Ya sudah biarkan Citra istirahat, kita sebaiknya keluar, aku sama Reya pulang sebentar, mama jagaian papa sebentar ya dan kalau ada apa-apa tolong kabari aku," ucap Sean.


"Jangan khawatir Sean mama pasti membantu papa kamu dan akan menjaganya kamu juga harus istirahat," sahut Anggika yang tidak masalah sama sekali.


"Ya sudah kalau begitu. Citra kamu jangan mikir apa-apa. Harus benar-benar jaga kesehatan kamu," ucap Sean dengan tegas dan penuh penekanan.


"Baik kak," sahut Citra dengan menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah ayo sayang kita pulang," ucap Sean menggenggam tangan istrinya.


"Aku duluan ya Citra," ucap Reya.


"Iya Reya," sahut Citra. Sean dan Reya pun akhirnya pulang dulu sebentar yang memang mereka butuh untuk beristirahat.


Sekarang di ruangan Citra tinggal Reval dan Anggika. Anggika melihat kearah Reval yang tampak hanya diam aja dengan Citra.


"Hmmm, mama mau cek kondisi papa kamu sebentar ya," ucap Anggika yang sepertinya ingin pergi dan tidak mau berada di antara Reval dan juga Citra.


Setelah Anggika keluar dari ruangan itu hanya meninggalkan Citra dan Reval yang hanya berduan.

__ADS_1


"Kau ngapain masih di sini?" tanya Citra dengan ketus.


"Aku ingin memantau mu," jawab Reval.


"Tidak perlu. Kau tidak perlu ada di sini, aku bisa menjaga diriku sendiri," ucap Citra.


"Kau tidak bisa menjaga dirimu. Jika kau bisa menjaga dirimu, ini tidak akan pernah terjadi. Jadi aku akan tetap mengawasimu," ucap Reval dengan tegas yang ingin tetap menjaga Citra.


"Aku bilang tidak perlu. Pergilah! kau tidak perlu di sini!" tegas Citra.


"Aku sudah mengatakan akan tetap berada di sini," tegas Reval yang tidak mau mengalah dan bersih keras untuk berada di sisi Citra.


"Aku bilang pergi. Kau tidak ada urusannya denganku," sahut Citra.


"Aku ada urusannya. Karena anak yang kau kandung adalah anakku dan aku harus mengambil tanggung jawab atas batu kita," sahut Reval dengan tegas.


"Bayi kita katamu. Hubungan kita sudah tidak ada. Aku rasa kau tidak lupa dengan pembicaraan kita waktu itu," tegas Citra yang kembali mengingatkan Reval.


"Kita berdua yang tidak ada hubungan. Tetapi apapun yang ingin kamu katakan. Janin yang kamu kandung tetap anakku dan itu tidak akan mengubah apapun," tegas Reval.


"Reval aku sudah mengatakan jangan mengungkit masalah anak. Aku sudah mengatakan aku yang mengurusnya sendiri," sahut Citra dengan suaranya yang agak keras sedikit.


"Jangan berteriak-teriak. Perhatikan kondisimu," sahut Reval.


Reval menghela napasnya dengan perlahan kedepan, "baiklah aku akan keluar. Kau istirahatlah, aku akan kembali lagi nanti," ucap Reval dengan suara rendahnya yang mengalah demi kesehatan Citra.


Citra tidak menjawab dan hanya diam yang membiarkan Reval langsung pergi dan Citra menghela napasnya.


"Jelas-jelas aku sudah mengatakan hubungan kami sudah selesai. Tetapi dia masih mengatakan bayi ini adalah bayinya. Sok ingin bertanggung jawab. Dulu aja dia mengatakan ini dan itu, sekarang aja udah kayak gini baru sok-sokan ini dan itu, benar-benar sangat keterlaluan," batin Citra yang mulai emosi dengan Reval.


Sementara Reval langsung keluar dari ruangan di mana Citra di rawat yang mana ternyata Anggika masih ada di depan ruangan itu.


"Tante! Tante masih ada di sini?" tanya Reval heran.


"Oh iya, tadi baru aja mau pergi," jawab Anggika sedikit gugup.


"Oh begitu. Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Reval pamit dengan sopan dengan menundukkan kepalanya.


"Reval tunggu!" panggil Anggika membuat Reval tidak jadi pergi dan kembali berhadapan dengan Anggika.


"Ada apa Tante?" tanya Reval heran.

__ADS_1


"Kita bicara sebentar!" ucap Anggika. Reval di pastikan heran dengan apa yang di katakan Anggika yang tiba-tiba ingin mengajaknya untuk berbicara.


"Baiklah Tante tidak masalah," sahut Reval dengan mengangguk. Anggika melangkah terlebih dahulu dan di ikuti Reval yang juga tidak tau Anggika mau bicara apa.


*********


Reval dan Anggika pun berbicara di kantin rumah sakit yang tidak tau apa yang ingin di sampaikan Anggika dan Reval justru penasaran dan malah dek-dekan.


"Ada apa ya Tante? apa ada hal penting?" tanya Reval.


"Apa kamu mencintai Citra?" tanya Anggika yang langsung to the point mempertanyakan apa yang ingin di tanyakannya. Reval tidak langsung menjawab dan hanya diam saja dengan pertanyaan itu yang pasti membingungkan.


"Kamu kenapa diam Reval?" tanya Anggika.


"Kenapa tiba-tiba Tante bertanya seperti itu?" tanya Reval.


"Jawab saja Reval," sahut Anggika.


Reval menghela napasnya, "saya mencintai Citra dan itu tidak tau sejak kapan. Mungkin awalnya saya berpura-pura untuk mencintai Citra, mendekatinya supaya dia dekat dan takluk pada saya. Tetapi ternyata salah saya benar-benar sangat mencintainya yang tidak tau kapan itu di mulai dan bahkan saya masih mencintainya sampai detik ini. Walau hubungan kami sudah tidak seperti dulu lagi. Walau status kami sudah berbeda," jelas Reval yang apa adanya menyampaikan perasaannya pada Anggika.


"Aku dan Citra juga memutuskan untuk bersama dan tidak menganggap kebenarannya adalah kenyataannya. Kami berdua ingin melawan takdir bersama-sama. Namun Citra berubah pikiran dan mengakhiri segalanya dengan alasan dia tidak bisa menerimaku, karena kesalahan ku yang besar," Lanjut Reval dengan penjelasannya.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Anggika.


"Maksud Tante?" tanya Reval heran.


"Kalian berdua saling mencintai dan Citra memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan kamu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hubungan kalian. Dan kamu sendiri apa akan mundur atau mengejar Citra?" tanya Anggika.


"Aku ingin mengejar Citra dan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan terkadang aku juga mengingat ada benteng yang memang tidak bisa menyatukan kami. Tetapi di sisi lain aku tidak peduli dengan benteng itu," tegas Reval dengan suara sendunya.


"Reval apapun yang ingin kamu lakukan. Maka lakukanlah. Jika mencintai Citra maka kejarlah dia," ucap Anggika yang memberi dukungan pada Reval. Reval sampai melotot mendengar pernyataan Anggika yang tidak percaya jika Anggika akan berbicara seperti itu.


"Maksud Tante apa? Tante barusan bicara apa?" tanya Reval yang benar-benar masih shock mendengarnya.


"Tante minta maaf dengan Tante yang pernah melarang hubungan kalian dan untuk menebusnya Tante mendukung semangat kamu yang memang kamu masih ingin mengejar Citra. Tante mendukung kamu 100 persen," ucap Anggika dengan ketulusannya.


"Tante tidak lagi becanda kan?" tanya Reval yang masih tidak percaya.


"Tidak ada kata bercanda Reval. Kamu berhak memperjuangkan Citra," jawab Anggika dengan tersenyum.


"Tetapi Tante tau apa yang terjadi di antara kami berdua dan apa yang membuat kami tidak bisa bersama dan Tante setuju dengan hal itu," ucap Reval.

__ADS_1


"Kamu hanya perlu memperjuangannya saja," ucap Anggika dengan tersenyum penuh dengan maksud yang membuat Reval heran.


Bersambung.


__ADS_2