Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab


__ADS_3

"Apa maksud kamu Reya?" tanya Citra dengan napasnya yang naik turun yang mendengarkan pengakuan Reya yang sangat tidak mungkin.


"Reval anak mama dan juga papa. Dia anak kandung mereka yang di rawat Tante Sahila," tegas Reya yang mengejutkan Citra, membuat Citra memegang dadanya dan bahkan terduduk lemas dengan kakinya yang benar-benar lemas.


"Tidak mungkin. Itu tidak mungkin! itu tidak mungkin," bantah Citra yang pasti tidak terima dengan kenyataan yang baru di ungkapkan Reya. Air mata Citra terus mengalir dengan dia yang berkali-kali Citra menggelengkan kepalanya yang tidak bisa menerima kenyataan itu.


Bagaimana mungkin bisa. Apa yang terjadi pada Reya dan Sean akan terulang. Jika benar Reval anak Argantara dan Erina yang artinya Citra dan Reval kakak adik dan hubungan mereka salah, terlarang seperti Sean dan Reya. Namun Sean dan Reya nyatanya bukan saudara sedarah dan hubungan itu tidak salah.


Namun bagaimana dengan Citra dan Reval. Bukan hanya saling mencintai. Namun Citra bahkan hamil dan jelas hubungan itu terlarang.


Sean sendiri yang juga shock tidak memberikan tanggapan apa-apa dia hanya menenangkan istrinya yang menangis di pelukannya yang juga tidak bisa menerima kenyataan jika dia bukan anak kandung dari Erina. Untuk Sean yang menyikapi masalah adiknya Sean belum bisa melakukan apa-apa dan hanya melihat wajah shock sang adik.


*********


Reval yang merasa lebih baik langsung keluar dari rumah sakit dengan buru-buru berjalan seperti ada yang perlu yang tidak tau apa yang ingin di lakukannya. Namun di pintu masuk rumah sakit Reval harus bertemu dengan Erina.


"Reval mau kemana kamu?" tanya Erina heran dengan memegang tangan Reval dan Reval langsung menepisnya kasar membuat Erina kaget dengan sikap Reval yang tidak biasanya.


"Ada apa dengan kami Reval, kenapa kamu seperti ini?" tanya Erina.


"Memang aku harus seperti apa dan aku tidak harus melapor pada Tante aku ingin kemana," jawab Reval dengan ketus dan langsung pergi dari hadapan Erina. Erina benar-benar shock dengan Reval yang seperti itu.


"Reval tunggu!" panggil Erina yang langsung mengejar Reval dan lagi-lagi memegang tangan Reval.


"Jangan menyentuhku!" bentak Reval dengan suaranya yang menggelar yang kembali menepis tangan Erina dan wajah Reval terlihat begitu marah


"Apa salah Tante Reval?" tanya Erina benar-benar bingung.

__ADS_1


"Salah semuanya. Tidak ada yang benar yang Tante lakukan dan jika semua ini terbukti aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu yang sudah mengacaukan hidupku!" ucap Reval dengan menekan suaranya yang terlihat menggelegar dengan penuh amarah dengan matanya yang memerah dan bahkan menunjuk Erina tepat di depan wajah Erina yang membuat Erina benar-benar kaget dengan perilaku Reval.


Reval tidak mau banyak bicara lagi dan langsung pergi meninggalkan Erina dalam eksperesi kagetnya.


"Reval!" panggil Erina. Reval tidak merespon dan langsung pergi dengan menaiki Taxi.


"Ada apa dengan Reval, kenapa dia sampai seperti itu apa salahku dan apa maksudnya jika itu benar," batin Erina dengan bertanya penuh kebingungan.


Erina mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan mengatur napasnya yang benar-benar masih kaget dengan Reval dan hanya berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Dan Reval mau kemana? kenapa dia buru-buru sekali, sebaiknya aku menyusulnya. Aku harus tau apa yang telah terjadi," batin Erina yang buru-buru memasuki mobilnya untuk secepatnya pergi mengejar Reval.


**********


Rumah sakit jiwa.


Ternyata Reval langsung kerumah sakit jiwa untuk menemui Sahila pastinya. Dia harus tau kebenarannya dan tidak bisa hanya mengandalkan apa yang di katakan Reya kepadanya.


Mungkin saja sebenarnya Sahila sudah sembuh dari cara dia membawa Anggika dan bahkan menyetir mobil dan ingin membunuh Anggika. Namun tadi Reval juga tidak sempat menanyakan pada Dokter bagaimana kondisi sang mama karena bukan itu tujuannya untuk datang kerumah sakit.


"Mah!" tegur Reval membuat Sahila yang berbaring di atas ranjang menoleh kearah pintu. Sahila melihat kedatangan Reval dan sepertinya sangat lega dengan Reval yang tidak apa-apa sama sekali. Namun tetap saja pandangan mata Sahila terlihat kosong dan sepertinya penuh dengan pemikiran.


Reval melangkah memasuki ruangan sang mama dan berdiri tepat di samping ranjang.


"Katakan apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Reval yang berbicara pada intinya dan Sahila terlihat diam.


"Mah apa benar dengan semua yang di katakan Tante Anggika. Jika aku bukan anak mama dan papa dan Tante Anggika juga tidak salah. Justru mama yang salah yang sudah menjebak papa dan merusak kebahagian Tante Anggika. Katakan dengan jelas mah apa yang terjadi," ucap Reval yang benar-benar mendesak mamanya.

__ADS_1


"Mama jangan diam saja. Bicara mah, aku anak mama atau tidak. Mama sudah melihat mah apa yang aku lakukan selama ini. Citra jadi korban mah dan jujur mah. Siapa aku sebenarnya?" tanya Reval yang menaikkan volume suaranya.


"Aku tidak pernah memintamu untuk membalas dendam pada Citra. Karena masalah ini hanya urusanku dan juga Anggika," sahut Sahila dengan suara dinginnya.


"Lalu kenapa di saat papa meninggalkan kita. Mama tidak sekalipun berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Mama membiarkan ku mempunyai ingatan buruk pada kejadian papa meninggalkan kita, membuatku membenci wanita itu ingin menghancurkan keluarganya dan membuatnya ada di rumah sakit jiwa dan aku harus mengorbankan anaknya yang tidak tau apa-apa hanya karena mama!" teriak Reval yang benar-benar tidak percaya dengan kehidupannya yang begitu berantakan.


"Memang semua salah mama. Aku sudah menanamkan dendam pada kamu sejak kecil tanpa berusaha untuk memberitahu apa yang benar dan salah. Jika dulu aku tidak egois maka kejadiannya tidak akan seperti ini dan ini memang kesalahan ku," ucap Sahila yang berbicara datar tanpa eksperesi namun mengakui kesalahannya dan mendengarnya membuat mata Reval berkaca-kaca.


"Dan berarti semua yang di katakan tante Anggika itu benar?" tanya Reval dengan menekan suaranya yang butuh kejelasan.


"Apa yang di katakannya benar dan aku sengaja ingin melenyapkannya supaya kamu tidak tau tentang masa lalumu karena aku tidak mau kehilangan kamu sebagai anakku," jawab Sahila dengan jujur apa adanya.


Napas Reval yang mendengarnya sudah hampir di ujung yang benar-benar tidak percaya dengan kebenaran yang terungkap.


"Aku bukan anak kandung mama dan papa?" tanya Reval dengan sakit yang tertahankannya sampai suaranya terdengar tidak jelas.


"Kamu bukan anak kandungku, tapi kamu sudah seperti anakku," jawab Sahila dengan air matanya yang keluar yang sepertinya memang sangat menyayangi Reval.


Reval langsung berlutut lemas dengan air matanya yang tidak hentinya keluar dan dadanya yang terasa sesak dengan Reval memukul-mukul dadanya. Sahila menuruni ranjang dengan duduk di depan Reval yang sangat ragu untuk menyentuh bahu Reval yang mana dia sangat ingin menenangkan Reval.


"Maafkan aku Reval. Aku menjadi ibu yang salah untuk kamu, menyembunyikan semua ini dari kamu dan membuat kamu sangat menderita. Apa lagi ketika kamu melibatkan seorang wanita semua yang terjadi ada kesalahanku. Aku yang menyebabkan semuanya," ucap Sahila yang mengakui kesalahannya dengan air matanya yang juga mengalir.


"Tapi kamu tetap anakku Reval dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun kamu tetap putraku dan akan menjadi putraku selama-lamanya," ucap Sahila. Reval dalam tangisnya mengangkat kepalanya dan melihat kearah Sahila.


"Lalu aku anak siapa?" tanya Reval dengan tatapan kosong yang terlihat begitu hancur, sorot mata yang sangat ingin tau. Namun sangat takut mendengar jawaban dari Sahila rentang asal usulnya.


"Katakan dengan jelas aku anak siapa?" tanya Reval lagi yang menatap sang mama begitu dalam.

__ADS_1


"Kamu anak panti asuhan yang aku dan papamu rawat," jawab Sahila yang jujur apa adanya membuat Reval merasa lebih baik dia mati sekarang juga dari pada harus mendengar lanjutan cerita sang mama yang pasti banyak kejutan yang tidak terduga lagi.


Bersambung.


__ADS_2