Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 161


__ADS_3

"Sudah sangat jelas dengan kau seorang Dosen yang sudah menggambarkan keluarga mu seperti apa. Karena para dosen itu hanya bermuka dua, sangat brengsek yang hanya bisa mempermaikan dan termasuk dirimu. Jadi kau sangat tidak pantas untuk Citra yang kehidupannya sangat sempurna di bandingkan dirimu yang tidak ada apa-apanya. Jadi ini peringatan terakhirku. Jika kau mendekati Citra maka aku akan tidak akan tinggal diam," ucap Anggika dengan penuh ancaman kepada Reval dengan Reval yang sejak tadi diam menahan dirinya dengan tangannya yang terkepal.


"Karena orang yang hancur tidak pantas untuk bersama Citra," tegas Anggika dengan penuh penekanan.


"Anda berbicara seperti itu seakan pernah menghancurkan keluarga orang lain. Apa anda menyukai gelar itu," ucap Reval dengan menahan amarahnya.


"Aku tidak menyuruhmu untuk banyak bertanya apalagi sok tau dengan kehidupan ku yang pasti apapun yang aku lakukan aku sangat menyukainya dan jika kau ingin aku bangga dengan apa yang aki lakukan. Maka aku sangat bangga," ucap Anggika dengan santainya yang membuat Reval semakin emosi.


"Kau benar-benar pantas mendapatkan balasannya," umpat Sean.


"Terserah apa yang ingin kau katakan. Aku tidak punya waktu untuk bicara banyak-banyak dengamu. Jadi hanya cukup itu yang aku katakan dan sisanya kau yang memikirkannya. Pada dasarnya dan kejelasan nya akan kembali ku ingatkan jika pria hancur tidak pantas untuk wanita yang tidak hancur," tegas Anggika dengan kata-kata yang sangat pedas yang membuat Reval tidak bisa melakukan apa-apa.


Anggika tersenyum miring dan langsung pergi dari hadapan Reval yang penuh dengan amarah.


"Apa aku harus menyamakan diriku dan putrimu baru kamu pantas," lirih Reval yang melihat kepergian Anggika yang semakin lama semakin jauh.


"Arggh sial. Aku juga tidak akan mengampunimu!" teriak Reval yang di landa amarah yang besar karena dirinya di hajar, di katakan yang tidak-tidak oleh Anggika, di hina dan bahkan ibunya dilibatkan yang membuatnya emosi.


*********


Anggika memasuki mobilnya dengan lari-lari karena hujan deras yang turun saat keluar dari rumah Reval. Anggika yang langsung masuk dan menutup pintu mobilnya.


"Siapa sebenarnya dia. Kenapa aku merasa dia tau sesuatu," batin Anggika dengan napasnya yang naik turun saat ada sesuatu yang tidak beres menurutnya.

__ADS_1


"Aku harus mencari tau siapa dia dan yang penting aku sudi memperingatinya. Aku berharap dia mengerti setelah itu dan benar-benar tidak menggangu Citra lagi," batin Anggika yang mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan menarik napasnya panjang membuangnya perlahan kedepan. Lalu langsung melajukan mobilnya yang pergi dari kediaman Reval.


*********


Karena terluka parah dan hanya Reval yang ada di rumah itu. Mau tidak mau Reval harus mengobati lukanya sendiri di wajah dan juga bagian tubuhnya yang lain. Reval bahkan telanjang dada guna untuk mempermudah untuk mengobati luka yang ada di dadanya.


"Kurang ajar!" Reval sejak tadi hanya mengumpat dengan menahan sakit dan terus merengek kesakitan saat mengobati dirinya.


Pasti kesal karena kalah dalam serangan dan mendapat penghinaan dari Anggika dan bahkan saat ibunya di libatkan Reval tidak bisa melakukan apa-apa sama sekali.


Tingnong.


Bel rumah Reval berbunyi tiba-tiba.


Walaupun dia akan di serang lagi. Reval bahkan tidak takut sama sekali dan berani membuka pintu. Namun saat pintu yang di buka bukan orang yang ingin mencelakainya melainkan Citra yang berdiri di depan Reval dengan basah kuyup dengan air hujan yang menetes di lantai yang mengejutkan Citra datang tiba-tiba dalam keadaan memprihatinkan.


Di tengah kagetnya Reval. Citra langsung memeluk tubuh telanjang dada Reval. Sampai Reval bisa merasakan dinginnya air di tubuh Citra dan mungkin luka yang ada didadanya menjadi perih karena tersentuh air.


"Mama mengurung Citra kak Reval. Mama tidak ingin kita bersama dan Citra berusaha kabur dari mama. Citra tidak mau berpisah dengan kakak," ucap Citra di dalam pelukan Reval yang menagis sengugukan yang memeluk Reval dengan erat.


Namun Reval masih diam terpaku yang tidak merespon apa-apa dari perkataan Citra sampai akhirnya Citra melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah Reval. Citra di kagetkan dengan luka di wajah Reval.


"Apa ini perbuatan mama?" tanya Citra yang sudah bisa di tebaknya. Reval menganggukkan kepalanya yang memang apa adanya. Jika Anggika melakukan itu kepadanya.

__ADS_1


"Kak Reval!" lirih Citra yang kembali memeluk sean dengan erat. Karena mamanya sudah menyerang Reval dan ternyata omongan sang mama benar apa adanya yang tidak main-main dengan ancamannya.


"Maafkan Citra kak Reval, ini semua salah Citra makanya kak Reval menghadapi semua ini. Maafkan Citra," ucap Citra dengan rasa yang bersalah.


"Ini bukan salahmu Citra," jawab Reval dengan suara dinginnya yang membiarkan Citra memeluknya dengan erat.


*********


Karena pakaian Citra yang basah kuyup .aku tidak mau Citra harus menggantinya di kamar Reval dengan kemeja putih Reval yang pasti kebesaran. Citra yang menghadap cermin dengan mengkancing satu persatu kemeja yang panjangnya di atas pahanya itu. Dengan rambut Citra yang terurai yang pasti masih basah.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka yang menampilkan Reval yang berdiri di depan pintu dan hanya melihat ke arah Citra yang di depan cermin. Ekspresi Reval begitu datar saat menatap Citra. Namun Anggika dengan perkataannya barusan terlintas di pikiran Reval dan bahkan Reval juga mengingat-ingat penderitaan mamanya.


Reval melangkah memasuki kamar dengan Reval masih seperti tadi telanjang dada dan Reval menutup pintu kamar. Lalu melangkah menghampiri Citra yang masih mengkancing kemeja tersebut.


Di tengah pekerjaannya Citra. Tiba-tiba Citra merasakannya sentuhan, di mana lengannya di usap lembut dari bahu sampai bawah dan dari lengan sambal bahunya.


Citra melihat dari cermin di mana Reval yang menatapnyanya dari cermin lalu mencium belakang lehernya membuat Citra memejamkan matanya saat sentuhan dari Reval membuatnya merinding.


Jantung Citra berdebar dengan kencang saat Reval sekarang membalikkan tubuhnya dengan menghadap dirinya. Citra begitu gugup dengan tatapan mata Reval kepadanya dan bahkan tangan Citra hanya memegang erat kemeja yang tadi belum selesai di kancing sempurna di bagian atasnya.


Dalam hitungan detik Reval langsung meraih bibir Citra dan menciumnya dengan dalam dan tidak ada penolakan dari Citra sama sekali ciuman itu. Bahkan dia memejamkan matanya saat mendapat ciuman dari kekasihnya yang sangat menuntun dan membuat Citra melayang-layang yang terhanyut dengan permainan lidah Reval di dalam mulutnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2