Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 189


__ADS_3

Citra dan Reval akhirnya makan bersama di salah satu kafe yang ada di depan rumah sakit yang hanya tinggal menyebrang jalan dan mereka berdua makan bersama dengan makanan yang sebelumnya mereka pesan.


"Kak kenapa ya Tante Anggika tidak pernah datang sama sekali?" tanya Reya di tengah-tengah makannya yang heran dengan Anggika yang tidak datang sama sekali karena Citra juga sudah ada di rumah sakit selama 4 hari dan Anggika tidak pernah datang membesuknya kecuali hari pertama saat Citra masuk rumah sakit. Reya kelas tau karena dia yang memantau Citra di dalam kamar perawatan.


"Jangankan mama. Papa juga tidak pernah datang kecuali hari pertama. Mungkin mereka marah pada Citra, pada kehamilannya dan makanya memutuskan untuk tidak datang," jawan Sean yang Setaunya sang papa juga tidak pernah datang.


"Tapi kalau papa datang kok kak," ucap Reya yang membuat Sean melihat ke arah Reya.


"Papa datang?" tanya Sean. Reya menganggukkan kepalanya.


"Kapan, kenapa aku tidak bertemu dengannya?" tanya Sean.


"Papa sama seperti kala Reval juga datang tetapi tidak menemui Citra dan Reya bahkan sempat bicara padanya," ucap Reya.


"Apa yang kalian bicarakan dan bukannya papa tidak ingin bertemu dengan kita atau bahkan bicara. Kamu jelas masih ingatkan dengan apa yang di katakan papa waktu itu," ucap Sean.


"Iya kak Sean. Aku masih ingat. Papa hanya menanyakan kepadaku mengenai Citra, masalah yang di alaminya. Karena selama ini Citra bersama kita. Hanya itu saja yang di tanyakan papa dan aku hanya menjawab apa adanya dan pasti aku menyuruh papa untuk jujur tentang kita," jelas Reya.


"Maksud kamu tentang kita. Kita yang seperti apa?" tanya Reval dengan dahinya yang mengkerut.


"Mungkin kak Reval tidak memikirkan semua ini. Tapi aku sangat memikirkannya. Aku merasa pernikahan kita yang di katakan kakek yang sama sekali tidak ada larangan itu mempunyai makna teka-teki. Aku merasa ada hubungan yang sangat di sembunyikan di antara kita," jelas Reya.


"Reya...."

__ADS_1


"Kak Sean aku hanya memikirkan itu dan justru aku tidak tenang jika tidak menemukan titik terang dalam teka-teki itu," ucap Reya.


"Dan apa papa memberitahu kamu?" tanya Sean. Reya menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Sudahlah Reya. Kamu jangan memikirkan itu lagi. Jika memang ada rahasia lama-lama juga akan terbongkar dan kamu jangan takut semua masalah akan selesai. Kita sedang menghadapi masalah Citra. Jadi ada sebaiknya kita fokus pada Citra saja," ucap Reval yang tidak mau berpikiran hal lain.


"Baik kak Reval," sahut Reya yang menurut saja. Walau pikirannya pasti tidak tenang sebenarnya.


"Kamu makan lagi!" titah Reval. Reya menganggukkan kepalanya.


"Oh iya, kak Reval tadi mau bicara apa. Katanya ada hal penting yang ingin kakak bicarakan?" tanya Reya.


"Ini pasti tidak jauh-jauh dari masalah Citra. Reya aku punya pikiran kehamilan Citra berhubungan dengan Reval," ucap Sean yang membuat Reya tidak terkejut dan sampai menginginkan makannya dan sebenarnya apa yang di katakan Sean itu adalah kenyataan yang sebenarnya.


"Lalu apa tidak Reya. Jika itu memang benar. Kalau semua ini ada hubungannya dengan dia. Bukannya selama ini mereka sangat dekat dan salah satu Vidio itu ada Reval dan itu membuktikan kedekatan mereka. Dan aki merasa hubungan Citra dan Reval tidak baik-baik saja dan itu yang menyebabkan Citra seperti ini," ucap Sean yang langsung menyimpulkan dengan mudah yang membuat Reya terdiam karena dia memang mengetahui sesuatu.


"Penghiyanatan Barra sangat besar kepada Citra, sahabatnya juga. Tapi kamu bisa melihat Citra tidak apa-apa sama sekali bahkan saat kenal Reval aku melihat Citra menjadi orang yang sangat bahagia dan makanya aku menyetujui dan mensuport hubungan mereka. Namun tiba-tiba Citra menjadi anak yang pemurung dan sangat tertutup dan ternyata ada masalah di kampusnya dan juga bersama Reval. Citra dan Reval tidak pernah bersama lagi. Bahkan saat aku ingin menanyakan masalah Citra di kampus pada Reval. Citra juga melarangku yang artinya ada sesuatu bukan di antara hubungan mereka dan hubungan itu seperti bermasalah dan ini efeknya Citra seperti ini," ucap Sean yang mengutarakan apa yang di pikirkannya selama ini.


"Ya Allah bagaimana ini. Apa aku harus katakan pada kak Sean jika sebenarnya apa yang terjadi pada Citra memang berhubungan dengan Reval dan Citra juga hamil anak Reval. Apa yang harus aku lakukan," batin Reya yang panik sendiri.


Dia pasti takut akan terjadi masalah yang lebih besar lagi jika nanti akan bicara pada Reval namun apa yang terjadi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa. Yang semuanya serba salah.


"Reya menurut kamu bagaimana. Apa yang aku pikirkan masuk akal bukan," ucap Sean yang ingin tau pendapat dari Reya. Reya diam dengan matanya yang memandang kelain arah dan tiba-tiba Reya melihat Anggika.

__ADS_1


"Tante Anggika!" ucap Reya yang membuat Sean langsung melihat arah pandang Reya yang mana Anggika yang memasuki rumah sakit.


"Mama akhirnya datang menemui Citra," gumam Sean.


Namun tiba-tiba Reya juga melihat Erina yang keluar dari mobil yang mengejutkan Reya dan bahkan Erina seperti mengejar Anggika.


"Mama," batin Reya yang begitu terkejut. Selama ini isu keberadaan sang mama ada di Jakarta belum terpecahkan dan sekarang nyata di depannya jika dia melihat sang mama ada di sana.


"Jadi mama benar-benar ada di Jakarta dan mau kemana dia. Bukannya dia sedang mengikuti Tante Anggika. Apa lagi yang akan di lakukan mama," batin Reya yang penuh dengan ketakutan.


"Hmmm, kak Sean aku ke toilet sebentar ya," ucap Reya yang pamit pada suaminya.


"Ya sudah kamu jangan lama-lama ya," ucap Sean.


"Iya kak, kalau begitu Reya permisi dulu," sahut Reya yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi yang bisa di pastikan Reya sedang mengejar mamanya yang ingin tau apa yang di lakukan mamanya.


Memang nyata Reya memasuki rumah sakit tanpa sepengatuhaan Sean karena Reya lewat dari belakang dan Sean tidak tau melihat sama sekali. Di mana Reya berusaha mencari di mana Erina sampai akhirnya Reya melihat sang mama yang nyata benar-benar menemui Anggika.


"Tante Anggika dan mama!" batin Reya melihat 2 orang itu yang sepertinya ingin bicara dan mencari tempat untuk bicara.


"Apa yang mereka bicarakan. Aku harus tau," ucap Reya yang langsung mengikuti karena saking Reya begitu penasarannya dengan Anggika dan juga Erina yang berbicara yang terlihat serius. Reya hanya takut mamanya akan mencari masalah dengan keributan yang banyak.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2