Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab.


__ADS_3

Citra diam dengan pikirannya yang memang tidak menentu. Terlalu banyak yang di pikirkannya membuatnya tidak bisa fokus dan hanya bisa berpikir dengan pendek saja dan bahkan tidak ingin melahirkan anaknya.


"Citra dengarkan kakak, kamu jangan seperti ini. Masalah bisa di selesai dan kita juga sudah menghadapi masalah begitu banyak dan ini sangat tanggung Citra jika menyelesaikannya dengan singkat," ucap Sean yang berusaha untuk menenangkan pikiran Citra. Agar Citrabisa fokus.


"Benar Citra. Jauhkan pikiran kamu untuk tidak melanjutkan kehamilan kamu. Apapun yang terjadi anak itu tidak bersalah dan iya perbuatan memang salah. Tetapi hubungan kamu dan Reval. Cinta yang terjalin tidak salah. Karena kalian juga tidak menginginkan hal ini untuk terjadi," ucap Reya uang juga ikut memberikan arahan pada Citra.


"Benar kata Reya. Kamu jangan memikirkan untuk melenyapkan bayi itu, dia tidak bersalah. Kita semua akan menghadapi semua ini. Percaya pada kakak. Kita juga bukannya akan pergi dari sini. Kita akan meninggalkan semuanya, orang yang kita kenal dan yang lainnya, mau yang dulu dekat dengan kita, yang kita sayang, kita akan meninggalkannya dan kita mencari kehidupan yang baru melupakan semuanya,"


"Citra walau kamu bukan adik kandung kakak. Tetapi bukannya kita sudah membahas semua ini. Jika kita akan bersama-sama dan tidak akan ada yang berubah di antara kita," jelas Sean yang terus menenagkan pikiran Citra agar Citra tidak terlalu jauh dalam berpikir.


"Aku mau kekamar!" sahut Citra yang berdiri dari tempat duduknya dengan suaranya yang lemas dan terlihat tidak bersemangat dan Citra langsung pergi yang tidak menanggapi apa-apa lagi dalam pembahasan itu. Sean dan Reya saling melihat.


"Aku akan bicara pada Citra!" ucap Reya yang harus bicara sejelas-jelasnya dengan Citra.


"Ya sudah, semoga dia bisa mendengarkan kamu," ucap Sean. Reya menganggukkan kepalanya dan langsung berdiri dari tempat duduknya untuk menyusul Citra kedalam kamar.


Menurut Reya dia harus bicara dari hati kehati kepada Citra. Agar Citra bisa tenang dan menjauhkan pikirannya dari apa yang di katakan Citra barusan yang pasti sangat mengejutkan.


Apa yang di alami Citra sama dengan apa yang di alami Reya dan Sean dulu. Namun pikiran Reya dan Sean tidak sama dengan Citra yang seperti itu. Reya dan Sean walau mengetahui kenyataan mereka adik kakak. Tidak sekalipun mereka punya pemikiran untuk tidak melanjutkan kehamilan Reya.


Namun Citra yang tiba-tiba punya pikiran seperti itu pasti otaknya sudah mumet dengan pemikiran yang aneh-aneh atau dengan rasa ketakutan yang di alaminya.

__ADS_1


Toko-tok-tok-tok


Reya mengetuk pintu dan tidak ada jawaban membuat Reya membuka saja pintu itu dan melihat Citra tidak ada di dalam kamar membukan Reya heran dan terus melihat di sekelilingnya dan ternyata Citra sedang berada di teras kamar yang duduk terlihat melamun dengan wajahnya penuh dengan pemikiran.


Reya menghela napasnya. Lalu menghampiri Citra dengan duduk di samping Citra dan Citra hanya melihat saja kearahnya.


"Kamu lihat ini!" ucap Citra menunjukkan ponselnya pada Reya dan Reya melihat artikel yang baru saja di baca Citra.


"Anak dari hasil hubungan saudara. Hasil sedarah akan mengalami cacat," ucap Citra yang ternyata banyak ketakutan dan pemikiran yang jauh-jauh yang sudah dipikirkannya.


"Dan aku da Reval adalah saudara. Aku tidak tau bagaimana akan menghadapi semua ini. Ini sangat sulit bukan. Aku tidak bisa berpikir jernih Reya. Bukan aku tidak mau melahirkan anak ini. Aku mau melahirkannya tetapi aku takut dengan keegoisan ku yang melahirkannya. Dia juga akan menderita saat lahir nanti. Bukan hanya cacat di fisik yang di alaminya akibat perkawinan saudara tetapi mungkin dia juga akan shock kenapa lahir dari adik kakak," ucap Citra yang berbicara melihat ke depan tanpa melihat Reya yang di sampingnya dan terus melihatnya.


"Aku takut Reya untuk menjalani kedepannya. Aku sangat takut," ucap Citra dengan air matanya yang menetes. Reya yang sangat paham dengan perasaan Citra langsung memegang tangan Citra yang bergetar.


"Aku tidak bisa menutup kemungkinan, aku tidak bisa bersembunyi, menutup mata atau menutup telinga, tidak bisa pura-pura tidak tau. Bahwa aku dan kak Reval adalah adik kakak. Semuanya terbukti dan aku tidak bisa mengatakan itu bukan kesalahan. Mau itu bukan salah kami berdua. Tetapi kenyataannya seperti itu dan sangat aneh jika sudah tau salah, sudah tau akhirnya akan adanya tindakan lanjutan lagi. Itu sangat aneh," ucap Citra yang menangis yang merasa begitu tersiksa dengan keadaannya.


Reya sampai tidak bisa berkata-kata dan hanya memeluk Citra dengan erat yang terus berusaha untuk menenangkan Citra.


"Aku tau apa yang kamu rasakan. Bahkan semuanya aku alami. Aku tau perasaan mu bagaimana. Aku tau Citra apa yang terjadi tidak mudah. Aku bahkan tidak bisa bicara apa-apa. Karena kembali lagi semua yang kamu katakan adalah benar. Tetapi tidak melanjutkan kehamilan bukankah itu juga suatu kesalahan, dosa besar," ucap Reya yang juga memberikan masukan untuk Citra.


Citra tidak mengatakan apa-apa lagi dan hanya menangis di dalam pelukannya Reya dan Reya pasti berusaha untuk menenangkannya.

__ADS_1


********


Tingnong. Tingnong


Bel rumah Sean berbunyi membuat Reya menuruni anak tangga untuk membuka bel.


"Biar aku aja yang buka Reya," sahut Sean yang sudah ada di bawah dan Reya menganggukan membiarkan suaminya yang membuka pintu.


"Iya sebentar," ucap Sean sembari membuka pintu. Namun Sean langsung di kejutkan dengan tamu yang datang dengan matanya yang melotot.


"Siapa yang datang sayang?" tanya Reya yang melihat suaminya hanya diam hal itu hanya membuat Reya semakin penasaran saja.


"Kau!" ucap Sean dengan suara beratnya. Ternyata tamu yang datang adalah Reval.


Tidak tau apa tujuan Reval datang yang pastinya Reval sudah ada di sana, berdiri di hadapan Sean.


"Untuk apa kau datang kemari!" sentak Sean yang langsung emosi dan menarik kerah baju Reval. Reya semakin penasaran dan belum lagi suaminya yang kelihatan sangat marah.


"Kak Sean ada apa?" tanya Reya yang panik dan menuruni anak tangga dan menuju pintu di mana Sean mendorong Reval dan Reval langsung tergeletak di lantai akibat pukulan yang tidak puas jika tidak memukul Reval dan hal itu di lihat Reya dengan wajah Reya terbelalak kaget dengan menutup mulutnya saat melihat Reval.


Kaget karena Reval yang datang kerumahnya dan juga kaget dengan serangan Sean pada Reval yang langsung bermain tangan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2