Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 156


__ADS_3

Reval dan Citra masih berciuman dengan romantis yang ternyata ciuman itu berubah menjadi panas yang membara yang penuh dengan gairah. Di mana ciuman yang awalnya di bibir sudah pindah pada leher Citra yang yang mana Citra bersandar pada pintu mobil.


Tangan Reval bahkan membukan kancing kemejanya satu persatu yang sepertinya ada keringanan untuk melakukan hal lebih kepada Citra. Apa lagi Citra tidak menolak sama sekali yang larut dalam sentuhan Reval yang membuat Citra melayang-layang.


Tidak tau apakah Citra sadar atau tidak dengan tangan Reval yang menurunkan res dress yang di pakainya dan mengusap-usap punggung Citra dengan terus menciumi Citra di bagian, leher, bahu yang mampu membuat Citra terhanyut dalam ciuman itu.


"Kak Reval!" tiba-tiba suara lirihan itu terdengar saat Citra merasa aneh dan merasa semuanya sudah terlaku jauh apalagi tebal sudah menyentuh hal-hal yang sensitif baginya.


Mendengar Citra berbicara membuat Reval menoleh kearah Citra dengan hembusan napas Reval yang naik turun


"Ada apa Citra?" tanya Reval dengan suara seraknya. Citra menatap Reval, wajah Reval penuh dengan gairah dan bahkan Reval kancing kemeja Reval sudah terbuka dan menunjukkan tubuh kotak-kotak Reval yang wanita manapun pasti tidak bisa menolaknya.


Namun bagaimana dengan Citra. Dengan apa yang mereka lakukan Citra sudah tau mengarah kemana hal itu. Karena dia orang yang dewasa. Namun rasanya punya prinsip. Lalu apa prinsip itu juga untuk Reval. Karena kenyataannya Citra tidak berani menolaknya. Ya seakan tubuhnya menginginkan Reval untuk melanjutkan apa yang telah terhenti.


"Citra!" lirih Reval dengan menatap Citra dalam-dalam.


"Tidak apa-apa," jawab Citra yang ternyata harus bungkam untuk melakukan penolakan yang mana malahan Citra mencium ujung bibir Reval yang membuat Reval tidak melepas kesempatan itu dan langsung kembali ******* bibir Citra yang mereka kembali berciuman di bibir.


Citra sepertinya benar-benar sangat bucin pada Reval sampai Citra akan membuang prinsipnya yang rela menyerahkan dirinya lada Reval. Karena sekarang Reval kembali mencium leher Citra dengan rabaan-rabaan yang membuat Citra melayang-layang dengan matanya terpejam yang menikmati semuanya dan melupakan apa yang telah di pertahankannya.


Namun di tengah gairah yang penuh di dalam mobil itu. Reval tiba-tiba menghentikan apa yang di lakukannya yang padahal dia menginginkannya. Dengan Reval mencium lembut kening Citra membuat Citra heran dan Citra membuka matanya melihat Reval yang bersandar pada jok mobil dan Citra juga menegakkan dirinya heran dengan Reval berhenti tiba-tiba.


"Kak Reval!" lirih Citra memegang bagian depan dressnya yang akan melorot kebawah karena ke-2 tangan itu sudah melorot. Reval menghela napasnya perlahan kedepan seolah menenagkan dirinya sebentar dan langsung menghadap Citra


Dengan merapikan pakaian Citra, kembali Meres dress tersebut dan Reval juga merapikan rambut Citra yang berantakan Citra masih heran dengan sikat Reval yang tiba-tiba berhenti begitu saja yang padahal Citra bisa melihat di wajah Reval penuh dengan gairah.


"Reval memegang pipi Citra dan mencium kembali kening Citra lalu membawa Citra kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Maafkan aku Citra tidak seharusnya aku terlalu jauh melakukan hal itu," ucap Reval.


Citra yang di pelukan Reval tersenyum mendengar kata-kata Reval, "aku memang tidak salah untuk mencintai nya. Dia sangat baik dan berbeda dengan laki-laki yang lain," batik Citra dengan memeluk erat Reval.


Dia semakin mencintai Reval yang seakan-akan menjaga dirinya. Dia tau Reval di penuhi kabut gairah. Namun Reval menahan dirinya. Karena tidak ingin Citra sampai rusak. Hal itu menjadi nilai plus sendiri untuk Citra dan doa sangat bahagia dengan apa yang di lakukan Reval kepadanya.


"Kamu istirahatlah, aku akan menemanimu di sini," ucap Reval dengan lembut.


"Iya kak Reval," jawab Citra.


Reval menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan memejamkan matanya yang mana Reval mencoba untuk menenangkan dirinya.


Dalam pejaman mata Reval. Reval mengingat sang mama yang berteriak-teriak didepan seorang Pria. Yang memukul-mukul dada pria itu dengan tangannya yang terlihat mamanya begitu frustasi dengan perbuatan Pria itu dan mungkin itu yang membuat mamanya mengalami sakit jiwa.


***********


Sedari tadi Reya mencarinya dan akhirnya menemukan Sean. Namun Reya yang berdiri di belakang Sean Sean dengan Sean yang tampak tidak bersemangat membuat Reya langsung menghampiri Sean.


"Sean!" lirih Reya membuat Sean melihat kearah Reya yang berdiri di samping Reya.


"Kamu belum tidur?" tanya Sean.


"Belum. Kamu sendiri kenapa masih di luar, udaranya sangat dingin," ucap Reya.


"Aku hanya ingin menenangkan diri sebentar saja," jawab Sean dengan suara lesuhnya.


Reya mengusap pundak Sean, "apa ada yang kamu pikirkan selain hubungan kita?" tanya Reya merasa Sean memikirkan sesuatu yang lain.

__ADS_1


Sean mengangguk dan berdiri menghadap Reya, "Citra," jawab Sean yang mungkin perasaannya tiba-tiba tidak enak dengan asiknya itu.


"Ada apa dengan Citra?" tanya Reya.


"Aku juga tidak tau Reya. Aku tiba-tiba saja memikirkan Citra, belakang ini kita banyak mengalami masalah sampai aku tidak memantau Citra dan sekarang malah meninggalkannya dan aku merasa....." Sean berhenti di kalimat itu yang tidak tau harus mengatakan apa lagi.


"Merasa apa?" tanya Reya.


"Entahlah, aku tidak bisa menjelaskannya. Aku takut Citra akan sendirian," ucap Sean dengan wajahnya yang memang kelihatan sangat panik.


"Sean bukannya ada Reval yang menjaganya," sahut Reya.


"Kamu benar, sekarang ada Reval dan aku merasa Reval sepertinya sangat baik. Tetapi aku tetap saja sangat mengkhawatirkan Citra," ucap Sean yang dari wajahnya tidak bisa di bohongi jika dia benar-benar sangat Khawatir dengan Citra.


"Aku mengerti perasaan kamu Sean. Tetapi percayalah Citra pasti baik-baik saja dan iya kamu jangan takut dengan apa yang akan terjadi nanti. Karena Reval akan menjaganya. Aku sangat mengenal Reval dengan baik," ucap Reya yang meyakinkan Sean.


"Iya Reya, mungkin tidak biasa bagiku meninggalkan Citra dengan orang lain. Namun karena kamu mengatakan dia akan baik-baik saja. Aku jadi merasa lega. Karena aku yakin juga dia akan baik-baik saja," ucap Reval.


Reya menganggukan kepalanya dengan tersenyum dan langsung memeluk Sean dengan erat.


"Jangan memikirkan apa-apa lagi. Kamu harus istirahat, kamu pasti sangat lelah seharian ini," ucap Reya memberi saran Sean.


"Iya Reya," sahut Sean yang memeluk erat Reya.


Mungkin perasaan Sean tidak baik-baik saja. Karena adiknya. Ya sangat wajar karena dia sering bersama Citra dan perasaan-perasan aneh itu sangat wajar di alaminya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2