
1 bulan kemudian
Setelah Reval melamar Citra bulan kemarin.. Terbuka hari pernikahan Reval dan Citra semakin dekat. Bahkan lagi sibuk-sibuknya mengurusi pernikahan Reval dan Citra. Yang sibuk pasti Reya yang ingin melakukan banyak hal untuk adiknya. Agar pernikahan adiknya sempurna sama dengan Anggika yang pasti banyak membantu proses pernikahan itu dari yang kecil sampai yang terbesar.
Seperti sekarang ini Reya dengan perutnya yang sudah mulai membesar terlihat sibuk dengan memberi arahan ini itu kepada para Wo yang mengurus pernikahan yang keinginan Citra di adakan di rumah. Ya Citra tidak mau pernikahannya aneh-aneh dan hanya ingin di rumah.
"Jangan lupa. Ya di sana, warnanya juga, yang itu di ganti saja!" titah Reya dengan menunjuk ini dan itu.
"Yang sana juga. Yang sana, juga," Reya terus memerintah dan tiba-tiba lehernya sudah di peluk dari belakang membuat Reya menoleh.
"Citra!" ucap Risya yang mana adiknya itu memeluknya dengan erat.
Sibuk banget kakak ku sayang," ucap Citra memeluk gemes.
"Bagaimana tidak sibuk hari H pernikahan kamu sebentar lagi. Jadi wajar kalau kakak sibuk. Kamu sendiri ngapain coba hah! kamu sebaiknya istirahat di kamar," ucap Reya.
"Mau lihatin kakak yang sok sibuk," ucap Citra.
"Kami ini ya," ucap Reya.
Citra melepas pelukannya dari kakaknya dan menghadap sang kakak.
"Kak Reya jangan capek-capek. Kasihan keponakan aku di dalam sana," ucap Citra mengingatkan Reya.
"Nggak ada yang capek Citra. Sudah kamu sekarang istirahat saja. Kakak lagi sibuk mau membereskan semuanya," ucap Reya menegaskan.
"Baiklah. Tapi janji setelah ini kak Reya harus istirahat," ucap Citra.
"Iya Citra," ucap Reya menegaskan pada Citra. Citra tersenyum dan langsung pergi dari Reya dan pasti Citra mencium dulu pipi Reya dengan gemes.
"Anak ini benar-benar," geram Reya dengan geleng-geleng kepala atas tingkah Citra yang semakin lama semakin manja padanya.
Hari-hari bahagia Citra. Jadi maklum Citra cengengesan dengan tingkahnya yang ada-ada saja.
**********
Setelah Reya mengatur pernikahan adiknya dari yang kecil sampai yang besar. Reya akhirnya sudah kembali kekamar dan sudah bersih-bersih. Dia juga harus istirahat agar konsinyasi tidak drop seperti yang lainnya.
Reya menghampiri Sean yang bersandar di kepala ranjang, begitu istrinya naik ke atas ranjang Sean langsung membawanya kepelukannya, memeluknya dengan erat dengan ke-2 tangannya.
"Kamu pasti sangat lelah hari ini," ucap Sean yang mendapatkan laporan jika istrinya belakangan ini memang sangat sibuk dan Sean ada di kantor dan tidak bisa mengawasi istrinya.
"Nggak lelah juga sayang, itu biasa. Namanya juga adik kita ingin menikah. Jadi sangat wajar kakaknya harus repot melakukan yang terbaik untuk adiknya," ucap Reya dengan santai.
"Tapi kamu kan lagi hamil. Nanti bagaimana kalau anak kita kenapa-kenapa?" ucap Sean mengingatkan istrinya.
"Aku tau sayang apa yang harus aku lakukan dan kami harus percaya kepadaku. Jika bayi kita pasti baik-baik aja," ucap Reya dengan meyakinkan suaminya.
"Baiklah. Tetapi ingat ya. Kerjanya harus ringan-ringan. Aku tidak mau kamu dan anak kita sampai kenapa-kenapa," ucap Sean menegaskan.
__ADS_1
Reya menghadap suaminya dengan menganggukkan kepalanya, "aku sangat bahagia dengan pernikahan Citra dan juga Reval, aku sangat berharap Citra benar-benar bisa bahagia dengan pria pilihannya," ucap Reya.
"Aku juga bahagia Reya. Akhirnya Citra dan Reval bisa menikah dan hubungan mereka juga tidak mudah. Kita doakan saja hubungan mereka kedepannya dan semoga baik-baik aja," ucap Sean penuh dengan doanya.
"Iya sayang, semoga semuanya di permudah dan di beri kelancaran," ucap Reya.
"Amin," sahut Sean, "ya sudah sekarang kita istirahat ya. Ini sudah malam. Waktunya kita istirahat," ucap Sean.
"Kamu tida pamit dulu sama anak kita?" tanya Sean.
"Baiklah sayang," sahut Sean yang langsung mencium perut istrinya, "sayang papa mama tidur dulu ya, kamu jangan ganggu mama ya, jangan nendang-nendang perut mama," ucap Sean mengingatkan yang memang belakangan ini Reya mengeluh dengan aktivitas sang anak yang sangat aktif di kandungannya.
"Baik papa," jawan Reya menirukan suara bayi.
"Ya sudah sayang, ayo istirahat," ucap Sean. Reya menganggukkan kepalanya dan mencium kening Reya. Lalu mereka memperbaiki posisi tidur mereka dan langsung berisitirahat dengan mereka yang pasti berpelukan.
***********
Hari pernikahan. Hari pernikahan yang di tunggu-tunggu akhirnya terjadi juga. Dengan di adakan di rumah Argantara. Di hadiri banyak orang, teman-teman Citra, keluarga besar dan pasti keluarga Reval juga. Yang turut hadir dalam pernikahan itu.
Dekor yang indah juga membuat suasana menjadi begitu nyaman dan semua itu karena Reya yang mempunyai ide dengan semua nuansa dekor yang indah di hari pernikahan adiknya.
Semua tamu undangan sudah datang, Reya tampil cantik dengan dress putih selututnya dengan perut mungilnya yang membuncit yang senada dengan pakaian suaminya yang juga stelan kemeja putih dan terlihat sangat tampan.
Keluarga memang temanya putih. Karena Anggika, Argantara, Sahila juga memakai pakaian berwarna putih dan Reval juga calon pengantin yang sekarang berbicara dengan Argantara juga memakai stelan jas putih dengan mawar kecil di sakunya dan tidak tau bagaimana dengan pakaian Citra.
"Sayang Citra belum turun?" tanya Sean yang tidak melihat istrinya itu.
"Mungkin sebentar lagi. Tetapi biar aku lihat ke atas dulu," ucap Reya.
"Ya sudah," jawab Sean.
Reya pun meninggalkan suaminya dan melihat ke lantai atas sedang apa adiknya itu.
"Mau kemana Reya Sean?" tanya Anggika yang menghampiri Sean yang datang bersama Sahila.
"Mau melihat Citra mah, soalnya penghulunya sudah datang dan orang lain juga sudah berdatangan. Jadi Reya sedang melihat Citra," ucap Sean.
"Oh begitu rupanya," sahut Anggika.
"Kita tunggu saja Citra, sebentar lagi juga pasti turun," ucap Sahila.
"Iya benar," sahut Anggika.
**********
Citra sedang berada di kamar pengantin yang masih di hias bersama dengan Rose yang menemaninya.
"Kamu cantik sekali Citra," puji Rose.
__ADS_1
"Kamu itu jangan bohong membuat aku malu saja," ucap Citra yang memang sangat cantik dan anggun yang menggunakan kebaya putih dan dengan memakai singer di kepalanya.
"Siapa yang bohong, memang kenyataan kok, kamu itu cantik tidak ada duanya dan aku yakin. Kak Reval pasti klepek-klepek melihat kencantikan kamu," ucap Rose.
"Issss kamu itu ya Rose sangat berlebihan membuat aku malu saja," ucap Citra yang jadi semakin malu.
"Jangan malu tau memang kenyataan kok," ucap Rose.
"Iya-iya deh," sahut Citra.
"Aku senang banget Citra. Akhirnya kamu sama kak Reval menikah juga," ucap Rose.
"Itu semua juga karena doa kamu yang tulus," jawab Citra.
"Perasaan aku tidak doa apa-apa deh," sahut Rose.
"Iya-iya. Kalau begitu mulai sekarang, kamu itu doain aku sama kak Reval hubungannya semakin dan pernikahan kami sampai selama-lamanya sampai maut memisahkan," ucap Citra.
"Amin," sahut Rose dengan amin yang panjang.
Krekkk.
Pintu kamar itu terbuka yang ternyata adalah Reya yang membuka pintu kamar.
"Kak Reya," sahut Citra.
Reya tersenyum dan memasuki kamar dengan berdiri di belakang Citra dan memegang ke-2 bahu Citra dengan melihat adiknya itu dari cermin.
"Kamu cantik sekali," ucap Reya yang memuji sang adik.
"Makasih kak Reya. Kak Reya juga cantik kok hari ini," ucap Citra yang tidak kalah memuji kakak nya itu.
"Kamu ini bisa aja," sahut Reya, "oh iya make-up nya sudah selesai?" tanya Reya.
"Sudah kak," jawab Citra yang memang sudah selesai.
"Ya sudah sekarang kita turun ya, semua orang sudah menunggu," ucap Reya.
"Baiklah kak, tetapi Citra kok semakin dek-dekan ya," ucap Citra yang jantungnya memang bergemuruh terus.
"Dek-dekan itu wajar kamu akan menjadi seorang istri," ucap Reya.
"Begitu rupanya," sahut Citra.
"Ya sudah sekarang ayo kita turun yang lain sudah menunggu," ucap Reya menegaskan.
"Baiklah kak," sahut Citra dengan menganggukkan kepalanya dan Rose juga berdiri yang ingin membantu Citra.
Bersambung
__ADS_1