Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 175


__ADS_3

Reval seperti biasa akan mengunjungi mamanya yang berada di rumah sakit jiwa yang mana sekarang Reval sedang menyuapi sang mama makan seperti biasanya.


"Mama kenapa?" tanya Reval yang melihat sang mama terus menatap di area satu arah yang membuat Reval heran. Sampai akhirnya Reval melihat ke arah yang di lihat sang mama dan sangat mengejutkan bagi Reval saat melihat Citra yang berdiri di depan pintu kamar perawatan sang mama.


"Citra!" lirih Reval tidak percaya melihat Citra yang diam mematung dengan tatapan kosong dan pandangan mata Citra yang terlihat memerah yang bertumpuk rasa amarah dan segalanya yang bercampur aduk. Apa lagi saat melihat wanita yang gila yang di suapi Reval wanita itu adalah korban dari perbuatan mamanya.


Reval menghela napasnya dan berhenti menyuapi mamanya makan dan langsung menghampiri Citra.


"Kenapa kau kemari?" tanya Reval.


"Ada barang yang ketinggalan di kamarmu," jawab Citra.


"Apa itu. Aku akan mencarinya dan akan mengembalikannya," ucap Reval dengan ketus.


"Aku ikut karena kamu pasti tidak menemukannya," sahut Citra tidak tau apa yang sebenarnya yang Citra lakukan yang ingin ke rumah Reval.


"Baiklah kau bisa tunggu di sana, aku akan menyusul sebentar lagi," sahut Reval yang akhirnya mau dan Reval kembali masuk kedalam ruangan mama untuk melanjutkan pekerjaannya dan Citra melihat wanita yang sakit jiwa itu dengan wanita itu juga melihat Citra dan tersenyum kepada Citra. Reval memperhatikan mamanya dan Reval kembali melihat ke arah Citra.


"Ayo mah makan lagi," ucap Reval yang mengalihkan mamanya untuk tidak melihat Citra.


**********


Akhirnya Reval dan Citra berada di rumah Reval yang mana ke-2nya baru saja sampai.


"Carilah apa yang ketinggalan. Jika tidak ada mungkin sudah kubuang," ucap Reval yang tampak ketus dengan Citra bahkan melihat wajah Citra saja, Reval tidak mau sama sekali.

__ADS_1


Citra tidak banyak bicara dan langsung menaiki anak tangga untuk menuju kamar Reval dan Reval tampak tidak peduli dan menunggu di meja makan.


Namun sudah lama sekali Citra tidak juga turun membuat Reval heran dengan Citra yang tidak muncul-muncul.


"Apa yang sebenarnya di carinya," batin Reval yang penasaran dengan barang yang di katakan Citra yang tertinggal sampai akhirnya Reval berdiri dari tempat duduknya dan langsung menyusul Citra kedalam kamar.


Saat Reval memasuki kamar Reval di kejutkan dengan Citra yang berdiri dan foto-foto rahasia yang di simpan Reval selama ini berantakan di lantai dan bahkan kamar itu berserakan yang sepertinya Citra membongkar kamar itu.


"Citra! kau!"lirih Reval.


Citra menghadap Reval dengan air mata di pipinya. Setelah apa yang di katakan Barra. Citra berusaha untuk tidak percaya dan akan memastikan sendiri dan ternyata apa yang di katakan Barra benar. Ini lah kenyataan di depan matanya.


"Semua ini sudah diatur sebelumnya?" tanya Citra. Reval tidak mampu menjawab pertanyaan itu yang mana wajah Reval juga panik dengan rahasianya yang di ketahui Reval.


"Jadi apa yang kamu ceritakan selama ini, itu semua adalah cerita mama. Dan kamu sengaja mendekati ku untuk semua ini, untuk membalas semuanya," ucap Citra yang berbicara sembari menangis


Citra melangkah mendekati Reval dengan Reval membuang wajahnya kesamping yang tidak berani bertatapan dengan Citra yang penuh kehancuran.


"Jawab kak Reval, apa semua ini sengaja untuk membalas semua perbuatan mama. Kak Reval mendekat ku dengan segala cara yang membuatku terkena semua itu skenario yang sudah di atur, katakan kak Reval jika semua itu tidak benar," ucap Citra yang masih saja berharap.


"Jawab aku bilang jawab!" teriak Citra dengan memegang ke-2 kerah baju Reval yang mendesak Reval untuk memberikan jawaban yang di inginkan.


"Iya itu kebenarannya," jawab Reval yang membuat Citra perlahan melepas tangannya dari kerah baju Reval.


"Apa yang terjadi memang benar. Itu kebenarannya Citra," tegas Reval membuat luka di hati Citra semakin besar.

__ADS_1


"Jadi mama orang ketiga dalam rumah tangga orang tua kak Reval?" tanya Citra.


"Iya. Dia sudah menghancurkan keluarga kami. Seharusnya dia pergi saat itu. Tetapi wanita tidak melepas laki-laki brengsek itu dan membuat laki-laki brengsek itu mengejarnya dan meninggalkan kehidupan yang sangat begitu indah sebelumnya. Kehidupan indah berubah derita selama bertahun-tahun dan gara-gara wanita kau bisa melihat ibu sampai sekarang tidak sembuh," jelas Reval yang mengatakan semuanya dengan sebenar-benarnya.


"Dan kak Reval membalaskan semuanya kepadaku?" tanya Citra.


"Iya, kau harus menanggung semuanya. Aku ingin melihat wanita itu hancur saat putri kesayangannya hancur di depannya," jawab Reval.


Citra mendengarnya mendengus dengan tersenyum yang menahan luka, prok-prok-prok,prok prok, dengan bertepuk tangan.


"Selamat, kamu berhasil melakukannnya. Kamu berhasil menghancurkanku. Tapi apa kau pikir wanita yang menghancurkan keluargamu akan merasa hancur. Bukan dia tapi aku yang menjadi hancur. Kau berhasil membuatku seperti ini," teriak Citra.


"Jika ada yang di salahkan itu bukan aku Citra tetapi ibumu yang harus kau salahkan dan iya Citra semua yang terjadi karena kehancuran keluarga ku di tangan ibumu dan tidak ada salahnya sekarang semuanya berbalik. Aku pikir sulit untuk membalaskan semua ini dengan mendekati mu dan melakukan banyak hal kepadamu dan ternyata tidak sulit kau sangat mudah di dapatkan," ucap Reval.


"Diam!" teriak Citra yang tidak ingin mendengar kata-kata Reval lagi, "jadi selama ini, semua perhatian, dan kau banyak membantu ku, menyelamatkan ku, semua itu hanya sandiwara?" tanya Citra.


"Kau sudah tau jawabannya dan semua itu hanya rekayasa untuk mendapatkan dirimu dan seharusnya kau tidak heran lagi kenapa setelah kita menghabiskan malam di sini aku membuang mu karena semua ini hanya untuk balas dendam," tegas Reval yang bicara tanpa ada kata-kata yang di larat yang pasti sangat menyakiti Citra.


"Brengsek!" teriak Citra mengambil pulpen yang ada di tempat tidur dan langsung menusukkan kedada Reval.


Reval sempat kaget dengan terlihat kesakitan saat mendapatkan tusukan dari Citra yang penuh amarah dengan mata Citra yang benar-benar seperti orang kesetanan.


"Kau benar-benar brengsek. Kau itu biadap. Kau jahat, kau pantas mati, aku membencimu Reval, kau sudah menghancurkan hidupku. Apa semua ini kesalahan ku, apa aku harus menanggung semuanya. Jika tidak mencintaiku cukup mengatakan tidak tanpa kau harus mengatakan banyak hal. Kau sudah menang kau sudah mendapat keadilan dengan semua yang di lakukan ibuku, selamat Reval, selamat!" ucap Citra dengan tersenyum kepada Reval yang mana Reval hanya menatap mata Citra.


Mata Reval sendiri berkaca-kaca yang sepertinya tidak bahagia dengan apa yang telah di lakukannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2