
"Ada yang ingin di sampaikan kepada kalian semua dan ini mengenai Reya dan juga Citra," ucap Anggika dengan ke-2 tangannya yang saling mengatup yang sangat dek-dekan saat menyampaikan kabar itu.
"Memang apa yang ingin mama sampaikan?" tanya Reya yang juga ikut dek-dekan. Sementara Citra dan Reval saling melihat. Tidak tau apa ini sudah feeling Citra atau bagaimana.
"Mah?" tanya Reya yang tidak sabaran ingin tau.
"Sebelumnya mama ingin mengatakan hal ini dulu pada kamu Citra. Mama sangat meminta maaf pada kamu. Mama tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini dan mama juga tidak bermaksud apa-apa untuk membuat kamu akan terluka setelah ini. Tetapi asal kamu tau Citra. Kalau mama sangat menyayangi kamu. Bahkan rasa sayang mama tidak melebihi apa-apa Citra," ucap Anggika yang membuat perasaan Citra semakin tidak tenang.
"Memang ada apa mah. Katakan saja dan jangan berbelit-belit," sahut Sean yang juga pasti tidak sabaran.
Anggika berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Citra dan langsung memeluk Citra dengan erat.
"Maafkan mama Citra. Mama juga tidak ingin semua ini terjadi. Citra kamu bukan anak kandung mama dan papa," ucap Anggika yang akhirnya memberitahu apa yang terjadi membuat Sean, Reya terkejut mendengarnya dengan mata mereka terbuka lebar dan Reya menutup mulutnya dengan tangannya yang sempat menganga.
Air mata Citra langsung tumpah ketika mendengar hal itu. Walau dia tau keadaan sebenarnya. Tetapi tetap kenyataan itu tidak mudah dan seakan sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan mamanya kepada-nya.
Reval menghela napasnya mendengar pengakuan Anggika dan sebenarnya Reval juga tau Citra sangat menunggu hal itu. Biar perasaannya tenang. Namun apa yang tenang air matanya tidak henti-hentinya menetes.
__ADS_1
"Apa yang mama katakan?" tanya Sean yang masih begitu terkejut mendengarnya.
"Itu adalah kebenarannya Sean dan papa juga baru tau hal ini. Jika Citra bukan darah daging papa dan mama dan sama seperti kamu dan bahkan sama juga alasan mengadopsi Citra sama dengan kamu. Bayi yang di dalam kandungan mama kamu gugur dan mama kamu mengadopsi Citra untuk menggantikannya dan kakek juga tau semua ini semua alasannya jusa sama," sahut Argantara yang mengambil alih dalam penjelasan yang pasti istrinya sudah menjelaskannya terlebih dahulu.
Reya juga ikut meneteskan air mata tanpa bisa mengatakan apa-apa. Dia tau perasaan Citra seperti apa. Karena dia juga pernah merasakan hal yang sama yang seperti mimpi buruk yang ingin kita bangun cepat-cepat.
Anggika melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 pipi Citra dan melihat tatapan mata Citra yang kosong. Anggika mengusap air mata yang membanjir pipi Citra.
"Citra mau kamu anak kandung mama atau tidak. Mau lahir dari rahim mama atau tidak. Bagi mama kamu tetap anak mama. Kamu tetap akan menjadi putri kesayangan mama dan juga papa. Tidak akan ada yang berubah sayang. Kamu sama seperti kakak kamu tetap menjadi kebanggaan kami dan akan kami sayangi sampai kapanpun," ucap Anggika yang meyakinkan Citra agar Citra tidak terlalu schok.
"Benar kata mama kamu Citra. Papa tidak akan pernah berubah sayangnya kepada kamu. Mau kamu anak kandung papa atau tidak. Bagi papa kamu tetap putri papa yang sangat manja. Kamu putri kesayangan papa sama seperti Reya dan juga Sean," sahut Argantara yang juga meyakinkan Citra.
"Jelaskan pada Citra apa ini?" tanya Citra yang langsung to the point menunjukkan gelang masa kecilnya dan Anggika heran dengan Citra yang tiba-tiba menanyakan hal itu.
Namun Reya terkejut melihat benda itu dan begitu juga dengan Sean. Sangat mengingat benda yang baru saja di tunjukkan istrinya. bahkan untuk memastikannya kembali Reya juga mengeluarkan dari tasnya gelang yang barusan di dapatkannya dari ibu panti.
"Kenapa kamu memiliki gelang yang sama Citra denganku?" tanya Reya dengan suara seraknya yang membuat orang-orang melihat ke arah Reya dan melihat Reya memegang benda yang sama dengan Citra.
__ADS_1
"Mah. Citra dari panti asuhan yang sama dengan Reya dan nama Citra adalah Tasya dan Reya adalah kasih dan kami memiliki gelang yang sama dan Citra ingin tau apa kelanjutan dari semua tebakan Citra?" tanya Citra yang terlihat lebih santai.
"Apa kamu sudah tau semuanya Citra? jika kamu bukan anak kandung papa dan mama?" tanya Argantara. Karena sejak tadi memperhatikan ekspresi Citra memang hanya air mata yang keluar tanpa ada bantahan atau teriak-teriak dengan amarah
"Citra tau sebelumnya dan tau dari mama dan juga kakek saat itu Citra mendengar sendiri dan saat Citra ingin tau. Citra makanya ikut ke panti Asuhan yang di sana juga asal mula Reya dan Citra semakin banyak teka-teki dan benda yang sama yang aku miliki dengan Reya dan apa itu maksudnya?" tanya Citra lagi yang benar-benar ingin tau.
"Firasat kamu benar Citra. Ini foto ibu kandung kamu," sahut Sahila yang sudah tau sebenarnya dengan kesimpulan di dalam hati Citra dan Citra langsung mengambilnya dan melihat foto wanita yang sekarang menggendong 2 anak dan foto kecil Citra ada di sana.
Air mata Citra jatuh pada 1 lembar foto itu dan Reya yang penasaran langsung mengambil begitu saja dari tangan Citra dan melihat foto itu. Reya terkejut melihat foto dirinya yang ada di sana dan sebenarnya semua itu sudah sangat menjelaskan.
"Nama ibu kamu Suhartati yang kalian cari selama ini. Dia memiliki 2 anak yang besarnya 1 tahun dan dia harus ke Luar Negri untuk mencari nafkah dan harus menitipkan kasih dan Tasya di panti asuhan sejahtera dan tidak lama setelah itu. Erina mengadopsi kasih dan di beri nama Reya dan tidak lama setelah itu Anggika mengadopsi Tasya dan di beri nama Citra dan kalian tumbuh dewasa sampai sekarang dan hanya terpisah sementara dan sekarang kalian berdua sudah saling bertemu," jelas Sahila yang membuat Reya, Citra, Sean dan Reval terkejut yang ternyata Citra dan Reya adalah adik kakak.
"Jadi Reya dan Citra saudara kandung yang terpisah?" tanya Sean yang memastikan.
"Iya itu benar dan itu kenyataannya. Jika Reya dan Citra adalah kakak beradik," ucap Sahila menegaskan.
Tangis Reya dan Citra pecah dengan dada kembang kempis yang tidak menduga ternyata selama ini mereka kakak beradik. Ini sungguh kenyataan yang paling mengejutkan dan pasti tidak terduga oleh mereka.
__ADS_1
Bersambung