Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 292


__ADS_3

Citra berada di kamarnya yang berdiri di depan cermin yang begitu cantik yang sedang memakai anting-anting. Citra sangat cantik dengan dress merah mencolok sampai pahanya tanpa lengan. Rambutnya di biarkan terurai dengan di beri gelombang di bagian bawahnya.


Krekkk.


Pintu kamar terbuka yang ternyata Reya yang memasuki kamar.


"Mau kemana malam-malam begini?" tanya Reya yang masuk kedalam kamar.


"Eh kak Reya, mau makan malam dengan kak Reval," jawab Citra yang masih memakai antingnya.


"Hmmm pantes cantik sekali," puji Reya yang memang apa adanya jika adiknya itu sangat cantik.


"Kak Reya biasa aja. Orang Citra nggak cantik-cantik amat kok," sahut Citra yang kalau di puji malah malu.


"Suka merendah diri deh. Padahal memang sangat cantik," sahut Reya yang sejak tadi hanya duduk di pinggir ranjang.


"Iya-iya deh Reya cantik. Bagaimana tidak cantik kakaknya aja sangat cantik," sahut Citra yang harus melibatkan kakaknya dalam pujian itu dan itu membuat Reya tersenyum mendengarnya.


"Kamu ini paling bisa. Sudah buruan kamu cepat berdandannya. Kayaknya Reval sudah datang," ucap Reya.


"Oh iya. Kakak tau dari mana?" tanya Citra.


"Tadi dengar ada suara mobil dan mungkin saja itu Reval. Makanya buruan nanti Reval menunggu lagi," ucap Reya mengingatkan Citra.


"Oke-oke, ini sudah mau selesai kok," sahut Citra yang sekarang menyemprotkan parfum di tubuhnya supaya begitu wangi. Reya hanya geleng-geleng melihat Citra yang memang terlihat sangat kasmaran.


***********


Citra dan Reya menuruni anak tangga dan memang benar Reval sudah datang dan mengobrol bersama dengan Sean. Suara hentakan heels Citra membuat Reval melihat ke arah anak tangga dan wanitanya itu sangat cantik yang menuruni anak tangga yang membuat mata Reval tidak berkedip sama sekali.


Sean hanya tersenyum dengan melihat Reval yang perlahan berdiri menunggu wanitanya semakin dekat dengannya.


"Kedip Reval!" tegur Reya yang sudah berdiri bersama Citra di hadapan Reval dan Sean.


"Oh iya," sahut Reval yang terlihat gugup dan bahkan sampai salah tingkah.


"Kalau mau di puji. Puji aja sekarang. Tidak ada yang keberatan," goda Reya. Reval semakin gugup sampai garuk-garuk leher yang tidak gatal sama sekali.


"Sudahlah sayang kamu ini jangan membuatnya malu seperti itu," sahut Sean merangkul istrinya.


"Hmmm ya sudah Citra ada sebaiknya kita pergi saja," ucap Reval yang semakin gugup.


"Iya, ayo kita pergi," sahut Citra yang setuju-setuju saja.


"Ya sudah kak Sean. Aku sama kak Reval pergi dulu ya," ucap Citra berpamitan.


"Ya sudah kalian hati-hati ya. Pulangnya jangan malam-malam," ucap Sean yang memberi ingat.

__ADS_1


"Iya kak Reval," sahut Citra.


"Ya sudah kami pergi dulu ya," ucap Reval. Reya dan Sean menganggukkan kepala mereka dan Citra dan Reval pun pergi keluar dari rumah.


"Semoga hubungan mereka itu baik-baik saja sampai seterusnya," ucap Reya dengan harapannya yang penuh.


"Amin," sahut Sean yang pasti sama dengan keinginannya.


************


Citra dan Reval berada di dalam mobil yang malam ini mereka akan makan malam bersama di salah satu tempat yang Citra sendiri tidak tau dan hanya Reval yang tau mereka makan malam di mana.


Saat berada di dalam mobil beberapa kali Reval terus melihat ke arah Citra yang berada di sampingnya dengan Reval yang beberapa kali tersenyum kepada Citra.


"Kenapa sih, lihat-lihat mulu sejak tadi apa yang salah denganku?" tanya Citra heran.


"Aku tidak tau apa kecantikan itu sebuah kesalahan. Karena aku melihat kamu hari ini yang sangat cantik. Jadi wajar saja. Jika pandanganku teralihkan dengan bidadari yang ada di hadapanku ini," ucap Reval yang memuji Citra membuat Citra tersenyum malu-malu dengan Reval.


"Kamu bisa aja. Macam benar aja," ucap Citra.


"Memang tidak benar. Jika kamu memang sangat cantik Citra," ucap Reval yang harus memuji kekasihnya itu.


"Iya-iya. Walau seperti itu. Kamu juga harus fokus menyetir kedepan kalau melihatku terus yang ada akan bahaya. Ini jalan raya," ucap Citra mengingatkan Reval.


"Ya mau bagaimana lagi, sangat sayang jika tidak menatapi wanita cantik yang ada di sebelahku ini," ucap Reval yang semakin memuji-muji Citra.


"Baiklah," sahut Reval yang melihat lurus kedepan dan Citra di sebelahnya yang tersenyum.


"Oh iya. Kita mau kemana sih?" tanya Citra.


"Ada deh. Kamu juga nanti akan tau," jawab Reval.


"Harus ya pakai rahasia-rahasia segala?" tanya Citra kesal.


"Namanya juga Supraise bukannya memang harus ada rahasia?" sahut Reval dengan alisnya yang terangkat melihat ke arah Citra.


"Baiklah, tapi awas aja ya. Kalau mengecewakan, sudah membuat penasaran juga," ucap Citra.


"Citra kamu itu tunggu saja, sebentar lagi kita sampai kok dan mudah-mudahan kamu suka tempatnya," ucap Reval.


"Baiklah aku akan bersabar," jawab Citra yang tersenyum dan Reval juga tersenyum yang kembali menyetir dengan fokus kedepan.


*********


Akhirnya Citra dan Reval sudah sampai di salah satu Restaurant yang ternyata di boking Reval khusus untuk Citra.


Restauran yang bertemakan outdoor itu tampak sepi dan hanya ada mereka berdua yang makan dengan saling berhadapan.

__ADS_1


Suasana tempat itu sangat romantis yang pasti khusus di siapkan Reval untuk kekasihnya sebagai Supraise untuk Citra dan sangat berhasil yang membuat Citra begitu bahagia dengan raut wajahnya yang tidak bisa bohong yang sejak tadi wajahnya terus tersenyum lebar dengan apa yang telah di terimanya.


"Kamu suka tempatnya?" tanya Reval.


"Suka, sangat indah dan makanannya juga sangat enak," jawan Citra.


"Syukurlah jika apa yang aku berikan tidak membuat kamu kecewa," ucap Reval.


"Mana mungkin aku kecewa. Oh iya apa tempat ini khusus hanya untuk kita berdua?" tanya Citra yang ingin tau.


"Kamu benar. Tempat ini memang hanya untuk kita berdua saja," ucap Reval.


"Kamu manis sekali, sangat romantis," puji Citra pada kekasihnya itu yang membuat Reval tersenyum.


Setelah Citra sudah selesai makan. Citra mencoba desert yang juga terhidang.


"Kamu mau tidak?" tanya Citra yang memotongkan puding tersebut dan menyuapkan pada Reval.


"Kamu aja yang makan. Aku sudah kenyang," sahut Reval menolak dan Citra pun langsung memakannya.


Dahi Citra mengkerut ketika merasa ada sesuatu yang tergigitnya dan Citra langsung mengambil dengan tangannya yang ternyata sebuah cincin yang hampir tertelannya.


"Kok bisa ada cincin?" tanya Citra heran melihat ke arah Reval dan Reval hanya tersenyum saja yang membuat Citra heran.


Tap.


Tiba-tiba lampu mati dan berubah menjadi gelap seketika membuat Citra panik.


"Kak Reval kok lampunya mati?" tanya Citra heran yang berdiri dari tempat duduknya dan tidak menunggu lama. Lampu tersebut langsung hidup dan suasana sudah berubah menjadi lebih indah dengan di sekelilingnya tempat itu terdapat layar yang menunjukkan wajah Citra. Vidio layar yang terpasang yang membuat Citra heran dengan semua yang di lihatnya.


Sampai Citra menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang tabjub dengan di sekelilingnya dan Vidio itu berakhir yang langsung berubah menjadi tulisan yang terukir indah.


...Will you Merry Me....


Mata Citra berkaca-kaca melihat tulisan yang sangat indah itu dan langsung melihat ke arah Reval yang sudah berdiri di sampingnya. Dengan Reval memegang kedua tangan Citra dan dan saling berhadapan dengan Citra.


"Apa semua ini?" tanya Citra yang tidak sanggup berkata-kata.


"Aku mencintaimu Citra. Maukah kamu menikah dengamu," ucap Reval yang melamar Citra.


Air mata Citra menetes yang pasti tidak percaya. Jika dirinya di kamar Reval.


"Ini sungguh?" tanya Citra.


"Iya, aku ingin kita menikah. Kamu mau menikah dengan ku?" tanya Reval lagi. Citra mengangguk-anggukan kepalanya dan membuat Reval tersenyum bahagia.


Reval mengambil cincin yang sejak tadi di pegang Citra dan langsung memasangkannya Kejari Citra. Citra begitu bahagia dengan cincin yang melingkar indah di jarinya dan Citra dan Reval langsung berpelukan yang menggambarkan kebahagiaan mereka. Hadiah terbesar Citra adalah di kamar pria yang di cintainya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2