
Citra dan Reya yang mengetahui hal itu saling melihat dengan air mata ke-2nya yang membasahi pipi mereka.
"Jadi kita selama ini adik kakak," ucap ke-2nya dengan serentak.
"Kalian adik kakak yang sudah terpisah selama bertahun-tahun dan kembali di pertemukan dengan takdir yang seperti ini dengan cara yang tidak mudah," sahut Anggika.
Reya menghampiri Citra dengan Anggika yang memberikan tempat untuk Reya duduk di samping Citra. Mereka saling melihat dan didetik berikutnya mereka langsung berpelukan hingga terdengar suara tangis yang pecah di antara ke-duanya.
Saling terisak dengan kenyataan yang mana mereka adik kakak dan sepertinya ke-2nya saling menerima hal itu. Hanya suara tangis yang terdengar tanpa ada yang mengatakan apa-apa. Ruang tamu itu di penuhi dengan hari dan tangisan.
Sean juga tidak percaya istri dan adiknya adalah adik kakak. Sangat aneh memang. Tetapi kan Sean dan Citra bukan saudara kandung.
Argantara dan Anggika yang pasti ikut mengeluarkan air mata terlihat jauh lebih lega dengan masalah adik kakak tersebut yang akhirnya terbongkar.
Reval juga lega dengan rasa penasaran Citra yang akhirnya terjawab dan baru saja Citra menceritakannya kepada-nya dan Reval niat ingin membantu. Namun sudah terbongkar dia dan Reya adik kakak.
Sahila memegang tangan Reval membuat Reval melihat ke arah mamanya tersebut. Sahila tersenyum kepada Reval dengan mengusap-usap punggung tangan Reval yang tidak di mengerti juga apa arti dari senyuman Sahila. Namun Reval hanya mengangguk dan mengusap bahu mamanya. Dia juga tidak menyangka mamanya bisa ikut alih dalam membongkar kebenaran itu.
**********
Reya dan Citra di berikan waktu untuk mengobrol berdua di pinggir kolam renang dengan mereka berdua yang duduk bersebelahan dengan mereka yang melihat foto kecil mereka bersama ibu mereka.
"Apa ibu kita masih hidup?" tanya Citra.
"Bukannya kita berdua akan menemukannya," sahut Reya.
"Aku tidak marah dengan ibu yang sudah membuat kita di panti asuhan dan membuat kita terpisah. Karena alasan ibu sangat jelas dan ibu pasti berat melakukannya dan aku sangat bersyukur bisa di adopsi mama dan papa yang bisa membayar semua kasih sayang yang seharusnya tidak aku dapatkan dan sekarang aku dapatkan berlipat-lipat dari mama dan papa," ucap Citra.
"Aku juga tidak menyalakan ibu atas apa yang terjadi. Walau masa kecilku dengan kamu yang berbeda aku kurang beruntung dalam tangan kasih seorang ibu. Tapi aku tetap menghormatinya bagaimana pun mama Erina sudah membesarkan ku dan aku juga mendapatkan kasih sayang dari papa yang sama seperti kamu," sahut Reya.
"Ibu kita juga pasti akan senang. Jika melihat kita sudah dewasa dan berada di dalam lingkungan yang baik," sahut Citra.
__ADS_1
"Kita berdoa saja. Semoga kita bisa bertemu dengan ibu kita secepatnya," sahut Reya
"Amin," sahut Citra.
Reya memegang tangan Citra dan membuat mereka berdua saling melihat.
"Adikku ternyata," ucap Reya tersenyum.
"Kakakku," sahut Citra.
"Tanpa kita sadari kita punya beberapa kesamaan. Ternyata darah di tubuh kita sama dan maafkan aku Citra. Aku pernah merebut kebahagianmu dan pasti membuat hidupmu kesulitan saat aku mengambil papa dari mu. Sebagai seorang kakak aku sangat menyesal melakukannya yang seharusnya aku memberikan adikku kebahagiaan," ucap Reya dengan tersenyum.
Citra geleng-geleng kepala, "aku yang minta maaf sangat jahat pada kamu. Padahal kamu adalah kakakku. Aku membuat banyak bencana pada kamu. Maafkan aku," sahut Citra.
"Kita sekarang adik kakak. Dan kita berdua sudah saling memaafkan sebelum tau satu sama lain. Jadi sekarang kita adalah adik kakak. Dan aku ingin bertanya pada kamu. Apa kamu bahagia ketika tau aku adalah kakakmu?" tanya Reya yang ingin mengetahui perasaan Citra.
"Aku sangat bahagia. Karena aku rasa semua orang di dunia ini ingin menjadi adik dari kamu," jawab Citra dengan air matanya yang menetes.
"Aku juga sangat bahagia Citra," sahut Reya yang langsung memeluk Citra dengan erat yang mana mereka berpelukan dengan melepas rindu.
Reya mengangguk-angguk yang pasti sangat terharu mendengar permintaan Citra dan air matanya semakin banyak mengalir.
"Kak Reya makasih menjadi kakak ku dan menerimaku menjadi adikmu," ucap Citra dalam pelukan yang penuh dengan tangisan itu.
"Citra adikku terima kasih menerima ku menjadi kakak. Aku akan menjadi kakak yang baik untuk kamu dan pasti akan melindungi kamu. Aku janji," ucap Reya yang sekarang punya tanggung jawab untuk menjadi garda terdepan untuk adiknya yang baru di ketahui kalau itu adalah Citra.
Ternyata pelukan dalam air mata itu di saksikan Sean, Argantara dan Anggika yang berdiri di depan pintu dari kejauhan 12 meter dengan mereka yang saling melihat satu sama lain. Sean yang berdiri di tengah dengan merangkul bahu ke-2 orang tuanya itu dengan wajah mereka terlihat terharu walau dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak ada yang menduga. Jika Reya dan Citra sedarah," sahut Argantara.
"Ini sudah takdir pah dan cara pertemuannya begitu berliku-liku. Namun ujungnya Sanga indah," sahut Sean.
__ADS_1
"Mama lega dengan masa lalu yang tidak ada lagi yang di tutupi dan mama lebih lega melihat hasilnya dengan melihat Citra dan Reya seperti sekarang ini yang membuat mama sangat bahagia dengan mereka yang saling menerima," ucap Anggika.
"Aku juga bahagia mah," sahut Sean.
"Jangan mengganggu mereka dulu. Biarkan mereka banyak-banyak mengobrol kita harus memberi waktu special untuk mereka," ucap Argantara yang tidak ingin mengganggu.
"Papa benar," sahut Sean.
Mereka ber-3 hanya melihat dari kejauhan tanpa ingin mengganggu adik kakak yang sedang melepas rindu tersebut.
**********
Sementara Reval harus mengantarkan mamanya kembali ke Apartemen Citra dengan Reval yang menyetir mobil dan mamanya duduk di sebelahnya.
"Kamu lega?" tanya Sahila menoleh kearah Reval yang membuat Reval juga melihat mamanya.
"Maksud mama?" tanya Reval kembali melihat kedepan.
"Hubungan Citra dan Reya?" tanya Sahila.
"Kalau di tanya lega pasti iya mah. Aku sangat tidak percaya yang ternyata mereka berdua itu adalah adik kakak," sahut Reval
"Leganya hanya itu saja?" tanya Sahila membuat Reval heran.
"Maksud mama?" tanya Reval.
"Kamu dan Citra bukan saudara kandung. Jangan-jangan ini kabar sangat bahagia untuk kamu. Kamu bahagia dengan status kamu dengan Citra dan sementara Citra pasti sedih dengan dia bukan anak kandung orang tuanya. Kamu bahagia di atas penderitaan Citta," ucap Sahila dengan melihat Reval penuh dengan selidik.
"Apa-apaan sih mah, ya nggaklah," sahut Reval dengan tersenyum penuh arti. Membuat Sahila juga ikut tersenyum.
"Mama hanya mendoakan yang terbaik untuk kamu," ucap Sahila.
__ADS_1
"Makasih mah," sahut Reval tersenyum.
Bersambung