Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 198


__ADS_3

Citra yang sama sekali merasa tidak takut dengan Reval yang menghidupkan mobilnya di depannya dan Citra langsung menghampiri Reval dengan langkah Citra yang dengan cepat dan memukul-mukul pintu mobil Reval.


"Keluar kau! keluar kau. Apa yang kau lakukan hah! keluar!" teriak Citra suaranya yang menggelegar yang menyuruh Reval untuk keluar dari mobil itu. Karena benar-benar Citra tidak terima dengan Reval yang sembarangan mengikuti dirinya dengan semuanya.


"Keluar!" teriak Citra dengan suaranya yang menggelar. Namun Reval tidak memperdulikan Citra dan melajukan mobilnya yang membuat Citra terjatuh dan terduduk di aspal.


Reval menghentikan mobilnya saat melihat dari kaca spion bahwa Citra sedang terjatuh yang langsung membuat Reval kaget dengan wajah paniknya yang mana Reval langsung buru-buru keluar dari mobilnya dan menghampiri Citra yang terjatuh.


"Citra!" lirih Reval dengan memegang bahu Citra yang mana wajah Citra tertutup rambutnya. Citra menepis tangannya dari Reval dan dengan cepat langsung mencakar wajah Reval yang mengenai dahi Reval sehingga langsung berdarah dan Citra langsung mendorong dada Reval membuat Reval terjatuh.


"Kau benar-benar brengsek!" umpat Citra dengan penuh emosi yang begitu kesal dengan Reval.


"Citra apa yang kau lakukan, kenapa kau kasar sekali!" ucap Reval.


"Kenapa kau protes, itu pantas untukmu kau seharusnya mendapatkan semua itu. Apa yang kau lakukan brengsek di rumahku hah! apa yang kau lakukan hah! kau mengawasiku. Apa lagi yang kau inginkan hah! apa lagi yang kau inginkan bajingan!" umpat Citra dengan emosi yang tidak bisa mengendalikannya dirinyalah yang berteriak-teriak di depan Reva dengan memukul-mukul dada Reval.


Reval hanya diam saja. Citra yang adanya bukan masuk rumah sakit jiwa. Tetapi justru Reval yang bisa gila melihat orang yang di depannya yang tidak bisa mengendalikan dirinya itu.


"Kau itu benar-benar sakit jiwa Reval!" teriak Citra yang benar-benar puas berteriak.

__ADS_1


"Auhhhh!" lirih Citra yang tiba-tiba memegang perutnya yang terasa perih yang mungkin karena kebanyakan berteriak dan tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Citra kau tidak apa-apa?" tanya Reval panik dengan kondisi Citra. Lagi-lagi Citra langsung menepis tangan Reval.


"Jangan menyentuhku. Kenapa? kau khawatir kepadaku hah! kau terlihat sangat khawatir Reval. Ada apa Reval bukannya selama ini kau mengatakan hanya pura-pura padaku, kau berpura-pura perhatian dan membuatku jatuh cinta kepadamu dan kau melakukan semuanya hanya untuk balas dendam. Lalu kenapa wajahmu begitu khawatir sekarang hah! Reval apa kau sangat menyesali semua perbuatanmu hah!" ucap Citra yang banyak bicara dan seakan apa yang di katakan Citra apa adanya. Seakan-akan semua yang di katakan Citra benar.


"Kau diam. Aku bisa melihat bagaimana penyesalan yang ada di dalam dirimu. Huhhhh apa pembalasan dendammu berantakan. Apa semuanya tidak sesuai Reval. Aku baik-baik saja Reval. Lihat aku tidak masuk rumah sakit jiwa yang sesuai dengan ekspektasi mu. Aku sangat baik-baik saja, sangat baik Reval," ucap Citra yang tersenyum di depan Reval yang ingin mengejek Reval yang terlihat justru Reval lah yang sangat menderita.


"Aku peringatkan kepadamu wahai laki-laki brengsek jangan suka-suka lagi denganku. Terserah kau mau balas dendam atau mau melakukan apa kepadaku. Aku sama sekali tidak peduli Reval sama sekali tidak akan peduli dan kau jika ingin menyakitiku maka silahkan sakiti aku dengan sesuka hatimu. Tapi ingat aku ini wanita yang sedang mengandung anakmu," ucap Citra menegaskan pada Reval


Reval hanya diam mendengar apa yang Citra katakan. Yang mana Citra dengan santai mengatakannya yang hanya ingin melihat Reval yang justru menyesal dengan apa yang di lakukannya.


Reval menyunggingkan senyumnya. Lalu Reval langsung berdiri dari hadapan Reval.


Sampai akhirnya Reval berdiri dan menarik tangan Citra yang mana mereka sudah sama-sama berdiri saling berhadapan dan Reval langsung mencium bibir Citra dengan memegang ke-2 pipi Citra dan menciumnya dengan lembut.


Citra berusaha untuk memberontak dengan ciuman yang di berikan Reval namun Reval tetap memaksa untuk mencium Citra sampai Citra tidak bisa melakukan apa-apa dan akhirnya membuat Citra tidak pasrah dengan ciuman yang di berikan Reval.


Tidak tau kenapa Reval mencium Citra mungkin karena Reval merasa menyesal dengan apa yang di lakukannya pada Citra. Apa lagi Citra menegaskan dan mengingatkan Reval jika anak yang di kandungnya anak Reval.

__ADS_1


Belum lagi di tambah dengan Citra yang memaki Reval dengan kata-kata kasar Jadi perasaan Reval sangat tidak karuan yang akhirnya mencium Citra dengan perasaannya yang tidak menentu.


Lama saling berciuman akhirnya Reval melepaskan tautan bibir mereka dengan mata mereka yang saling melihat dengan tatapan mata mereka yang bertemu dan deru napas yang saling naik turun.


Plakkkkkkk


Citra langsung memberikan tamparan pada pipi Reval. Tamparan yang sangat kuat yang membuat wajah Reval miring kesamping.


"Bajingan!" umpat Citra dengan penuh emosi.


"Apa yang kau lakukan bajingan hah! kau berani menciumku. Kau sadar tidak bajingan apa yang sudah kau lakukan kepadaku. Berani sekali kau melakukannya brengsek," umpat Citra dengan suaranya yang menggelar dan air matanya yang keluar.


"Reval kau tau. Kau itu laki-laki yang paling biadap yang pernah aku temui. Apa kau tidak cukup puas untuk mempermaikan ku hah! kau itu sudah mempermaikan ku. Persetan dengan semua balas dendammu itu. Persetan!" umpat Citra dengan suara kesalnya yang menunjukkan kemarahannya kepada Reval.


"Kau dengar aku Reval. Kau itu sudah menghancurkan hidupku, menghancurkan segalanya. Kau membuatku sebagai alat balas dendam maka lakukan dengan semua yang kau mau. Kau hanya menyesali semua perbuatanmu dan lihat aku tidak apa-apa Reval. Aku tidak akan gila sesuai dengan apa yang kau inginkan. Aku peringatkan kepadamu untuk berhenti menggangguku jangan muncul di hadapanku dan berani menyentuhku lagi, aku sangat jijik dengan laki-laki biadap seperti mu, aku sangat jijik!" teriak Citra yang menunjuk tepat di wajah Reval dan Reval hanya diam saja dengan matanya yang memerah.


Setelah mengeluarkan semua yang di katakannya. Citra langsung pergi dari hadapan Reval yang kembali memasuki rumahnya dengan berlari dan Reval hanya melihat kepergian Citra.


"Kamu benar Citra, aku menyesali semua yang telah aku lakukan, aku menyesal Citra," batin Reval yang baru menyadari rasa penyesalannya.

__ADS_1


Dia lah yang tersakiti dengan perbuatannya sendiri. Dia yang hancur sendiri dengan perbuatannya. Dia yang luka dan dia yang terluka dan apa lagi saat Citra mengatakan masalah anak. Tidak tau perasaan Reval seperti apa.


Bersambung


__ADS_2