Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 308


__ADS_3

Sean dan Reya yang sedang berada di dalam mobil yang menyetir dan istrinya duduk di sebelahnya.


"Sayang kenapa kamu tiba-tiba ganti Dokter?" tanya Sean.


"Bukannya kemarin aku sudah ceritakan kepada kamu?" jawab Reya.


"Ya kenapa Dokter nya dia?" tanya Sean yang sudah jelas tidak menyukai Renita yang menjadi Dokter sang istri.


"Itu pihak dari rumah sakit dan aku rasa tidak ada masalah, karena aku melihat Renita juga cocok denganku," jawan Reya.


"Tapi aku tidak menyukainya. Dia seperti bukan seorang Dokter. Tetapi seperti wanita yang harus tau kehidupan orang lain. Nyiyir dan sok tau," ucap Sean yang jujur untuk penilaiannya terhadap Renita teman istrinya itu.


"Apa ini gara-gara apa yang di bicarakan Renita saat menangani Citra?" tanya Reya yang menduga-duga.


"Dari apa yang di katakannya. Bukannya sudah kelihatan dia orangnya seperti apa dan sangat tidak wajar mengatakan hal itu. Ada hal yang harus di tanyakan seorang Dokter dan ada yang tidak. Apa dia tidak punya etika," ucap Sean yang benar-benar masih kesal dengan Renita.


"Iya sayang aku tau apa yang kamu pikirkan dan pasti kamu juga tersinggung dengan semua yang di katakan Renita. Aku juga dan Citra, Reval pasti juga. Aku juga sudah bicara pada Renita tadi untuk membatasi dirinya pada Reval dan tidak bicara apa-apa pada Citra," jelas Reya.


"Aku berharap wanita itu tidak akan mencampuri lagi urusan Citra dan Reval dan termasuk kamu. Aku tidak suka dia menjadi Dokter kamu," ucap Sean dengan tegas.


"Apa aku harus ganti Dokter?" tanya Reya.


"Aku akan mencarinya dan pasti menemukan yang terbaik," jawab Sean yang memang sudah tidak ingin istrinya berhubungan dengan Renita.


"Maaf sayang aku tau dia sahabatmu. Tetapi aku tau apa yang terbaik dan aku hanya tidak ingin ada racun-racun kecil yang kita biarkan di sekeliling kita yang kalau sudah menjadi racun besar akan sulit di tangani. Jadi aku benar-benar minta maaf sayang. Jika keputusanku kali ini akan sulit kamu terima," ucap Sean.


"Tidak apa-apa kok. Aku mengerti apa yang kamu rasakan. Aku mengerti dengan semua yang kamu katakan dan oke tidak masalah bagiku dan lagian juga siapapun Dokternya yang penting cocok," sahut Reya yang menurut saja pada suaminya.

__ADS_1


"Aku senang jika kamu bisa memahami ku dan itu bukan berati aku melarang kamu untuk berteman dengan dia dan aku tidak melarang kamu sama sekali. Tetapi untuk lain kali kamu berteman sewajarnya saja," ucap Sean.


"Iya sayang aku paham. Kamu jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja dan aku akan tau apa batasanku," sahut Reya dengan tersenyum.


Sean lega mendengarnya dan semua yang di lakukannya demi kebaikan istrinya, adiknya dan juga kebaikan keluarganya. Karena jujur Sean tadi saat di rumah sakit rasanya ingin emosi saat Renita berkata-kata seperti itu.


************


Renita yang berada di ruangannya yang tiba-tiba saja sangat kepikiran dengan apa yang di bicara Reya. Sampai-sampai Renita tidak fokus sama sekali dalam bekerja dan melaksanakan ini dan itu.


Doa pun meneguk air putih dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan.


"Reya kenapa sih, mengatakan hal itu. Dia seakan-akan menganggapku punya niat lain terhadap adiknya," batin Renita yang masih kesal dengan temannya yang menegur dirinya.


"Lagian Citra apa iya dia pernah hamil di Luar nikah. Atau dia sudah pernah menikah dan Reval menikahinya dalam ke adaan janda. Atau justru dia pacaran dengan Reval. Lalu hamil dan mereka berdua menggugurkan kandungan itu,"


"Dan kalau itu anak Reval dan Citra. Itu artinya Citra memang hamil di luar nikah dan Reval yang menghamilinya. Karena usia pernikahan mereka baru sebentar. Masa iya keguguran sejak 8 bulan lalu. Hal itu aneh bukan,"


Renita heboh sendiri yang bertanya-tanya dan menjawab sendiri dengan banyak hal yang di lakukannya. Renita yang sibuk dengan urusan pernikahan orang lain yang begitu sangat penasaran dengan pernikahan Citra dan Reval.


Apa yang di katakan Reya kepadanya ternyata tidak bisa di terimanya dan malah semakin penasaran dengan peringatan Reya kepadanya.


***********


Di kediaman Argantara.


Dari rumah sakit pemeriksaan kemarin. Citra jadi murung dan tidak seperti biasanya yang masih ada cerita-cerianya dengan berbagi aktivitasnya. Namun kali ini tidak yang hanya mengurung diri saja di kamar.

__ADS_1


Krekkk.


Pintu kamar terbuka dan ternyata Reya yang memasuki kamar Citra dan melihat Citra yang bersandar pada kepala ranjang.


"Kak Reya," sapa Citra.


"Kakak harus masuk kekamar kamu dengan membawa makanan. Karena kata bibi kamu belum makan," ucap Reya yang menghampiri adiknya itu dengan membawa nampan berisi makan siang.


"Kamu mau membuat semua orang cemas karena memikirkan kamu?" tanya Reya yang duduk di samping Citra.


"Citra tidak ada maksud kak. Citra hanya butuh istirahat," ucap Citra.


"Istirahat dengan berlarut-larut tanpa keluar kamar dan mengurung diri," sahut Reya.


"Citra kamu jangan seperti ini. Kamu sudah menikah. Ada suami yang harus kamu urus. Kami tidak bisa hanya di kamar saja dengan hal-hal yang sebenarnya tidak penting. Bagaimana kakak tidak mengatakan hal itu tidak penting. Kamu sedih dengan kata-kata dari seseorang yang tidak berkaitan dengan kehidupan kamu kedepannya dan apa yang kamu lakukan ini hanya merugikan diri kamu sendiri," tegas Reya yang harus bijak sebagai kakak memberikan arahan.


"Kamu harus memikirkan kesehatan kamu. Jangan seperti ini Citra. Banyak orang yang sangat sayang pada kamu dan banyak hal yang harus kamu perhatikan. Jangan menyakiti diri kamu dengan hal seperti ini," ucap Reya.


"Maafkan Citra kak. Citra sudah membuat kakak dan yang lainnya khawatir. Citra benar-benar merasa bersalah. Seharusnya Citra tidak egois seperti ini. Jadi maafkan Citra kan," ucap Citra yang merasa bersalah pada sang kakak dan pasti dengan semua orang.


"Sudahlah kamu sekarang fokus pada kesehatan, pernikahan kamu dan lupakan masa lalu yang terjadi. Ingat kamu masih punya kehidupan yang lebih baik di depan sana," ucap Reya.


Citra mengangguk-anggukan kepalanya dan memeluk sang kakak dengan erat.


"Semua orang sayang sama kamu dan jangan pernah merasa sendirian. Kamu itu segalanya untuk kita semua," ucap Reya dengan mengusap-usap punggung adiknya itu.


Citra mengangguk-anggukan kepalanya yang sekarang merasa lebih tenang dengan sang kakak yang sekarang jauh lebih baik dari padanya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2