Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab.


__ADS_3

Erina langsung berlari keluar dengan memasuki mobilnya. Wajah Erina begitu pucat yang pasti takut dengan perbuatan yang di lakukannya yang kelewat batas yang membunuh Argantara.


"Aku harus segera pergi dari sini. Tidak ada yang boleh melihatku. Aku tidak mau di penjara," ucap Erina dengan panik yang melihat di sekelilingnya dan Erina langsung pergi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Jika ada yang melihatnya. Pasti dia akan menjadi tersangka dalam penyerangan Argantara yang sudah di tusuk dan kepalanya di pukul lagi sampai mengalami luka yang banyak dan pasti itu sangat membuat rasa ketakutan pada dirinya.


Saat menyetir tangannya saja bergetar hebat dengan kedinginan dan ketakutan yang tidak bisa di ucapkan seperti apa.


Sementara di dalam rumah Argantara yang tadi pingsan ternyata kembali sadar dengan kondisi Argantara benar-benar sangat memperihatinkan yang penuh dengan darah. Luka di perutnya akibat tusukan dan belum lagi luka di kepalanya yang begitu besar yang membuatnya yang sudah sadar dan mengesot-ngesot untuk mencari sesuatu yang di butuhkan.


Argantara merapat saku celananya yang mungkin mencari ponselnya untuk menghubungi seseorang yang bisa menolongnya.


Hanya usaha yang di lakukan Argantara di sisa-sisa tenaga Argantara. Tidak tau juga kemana semua penghuni rumah sampai rumah sebesar itu kosong dan tidak ada siapa-siapa.


***********


Sean sedang berdiri di pinggir kolam renang dengan kedua tangannya yang berada di saku celananya dengan wajahnya yang memancarkan aura dingin yang penuh dengan kedaratan.


Jika ditanya apakah ada yang di pikirkannya. Pasti banyak yang di pikirkannya. Meski telah memberi keputusan untuk adiknya. Tetapi pasti keputusan itu sangat berat sebenarnya di berikan Sean.


Citra yang berada di dapur dapat melihat sang kakak yang penuh dengan pemikiran membuat Citra merasa bersalah dan melihat sang kakak dari kejauhan dengan tatapan sendu.


"Maafkan Citra kak. Pasti kakak hanya takut jika Citta tidak bahagia bersama kak Reval. Citra tau kakak sebenarnya tidak ingin memberi kesempatan pada kak Reval. Namun kakak juga takut jika tidak hidup bahagia jika tidak bersama Reval. Maafkan Citra yang sudah membuat hati kakak penuh kebingungan," batin Citra yang merasa bersalah dengan apa yang terjadi.


Reya yang tiba-tiba memasuki dapur melihat Citra yang melamun membuat Reya juga melihat siapa yang di lihat Citra dan ternyata adalah suaminya. Reya menarik napasnya pajang dan membuangnya perlahan kedepan lalu Reya langsung menghampiri Citra dengan memegang bahu Citra.


Citra tersentak dan langsung melihat kebelakang, " Reya," sahut Citra dengan helaan napasnya.


"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Reya. Citra diam yang tidak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


"Kak Sean?" tebak Reya.


"Aku merasa bersalah dengan keputusan ku untuk bersama kak Reval. Aku pasti membuat kak Sean jadi kepikiran dan tidak penuh ketenangan. Hanya karena apa yang aku lakukan," ucap Citra.


"Kamu kenapa ingin bersama dengan Reval?" tanya Reya. Citra dia dan tidak langsung menjawabnya.


"Apa karena kamu mencintainya?" tanya Reya. Citra mengangguk pelan.


"Aku hanya ingin memberinya kesempatan. Walau ada takdir yang kami saling mengetahui dan menentangnya. Tapi aku hanya ingin seperti apa akhirnya semua ini," ucap Citra.


"Itu sudah keputusan kamu Citra dan kak Sean sudah menyerahkan semuanya kepada kamu," ucap Reya.


"Tapi aku melihat kak Sean justru ragu dan lihatlah dia terus berpikir," ucap Citra.


"Mana mungkin dia tidak berpikir Citra. Semuanya memang tidak mudah bagi kak Sean. Tetapi aku yakin keputusan yang di ambilnya hanya demi kamu dan dia pasti sudah memikirkannya. Jika dia memberi Reval kesempatan. Maka kamu akan bahagia. Sekarang tugas kamu dan Reval hanya satu yaitu jangan mengecewakan kak Sean," ucap Reya yang memberikan masukan pada Citra.


"Aku akan berusaha Reya untuk melakukan yang terbaik dan akan melihat seperti apa ujung dari semua kenekatan ku dan kak Reval dalam menjalani semua ini. Aku akan melihat ujungnya sampai kapan," ucap Citra.


"Aku berdoa semoga kamu baik-baik saja dan semoga ada keajaiban dalam hubungan kamu dan Reval. Ada takdir yang berubah yang membuat kamu dan Reval bisa bersama layaknya pasangan seperti pada umumnya," ucap Reya dengan doa dan harapan.


"Aku juga berharap seperti itu Reya. Seperti kamu dan kak Sean. Yang kalian ber-2 sama-sama berjuang dan akhirnya kalian bisa mengubah takdir dan bisa bersama seperti pasangan pada umumnya. Karena dengan kenyataan yang ternyata kalian bukan sedarah dan aku juga berharap jika ikatan itu tidak ada antara aku dan kak Reval," ucap Citra yang pasti sangat mengharapkan hal itu.


Reya hanya mengangguk yang pasti hanya bisa memberi suport untuk Citra.


*********


Mobil berwarna Hitam berhenti di rumah Argantara. Pintu mobil di buka yang ternyata Rose yang pemilik mobil itu dan langsung keluar dari dalam mobil itu.


"Aneh sekali, Citra tidak bisa di hubungi, tidak pernah masuk kuliah. Kenapa sih kabarnya tiba-tiba hilang seperti itu," gumam Rose.

__ADS_1


"Aku cek kedalam dulu. Siapa tau dia ada di rumah," ucapnya memutuskan yang langsung menuju rumah Citra. Namun baru sampai depan Rose di buat heran dengan pintu rumah yang terbuka.


"Kok terbuka sih dan tumben-tumbenannya rumah ini tampak sepi. Aku tidak melihat ada satpam, tidak melihat tukang kebun yang biasanya ada di sana. Kenapa tiba-tiba sepi ya. Aneh sekali," gumam Rose dengan kepalanya yang berkeliling yang melihat di sekitarnya yang memang tidak ada satupun pekerja rumah yang berkeliaran.


"Aku masuk saja," gumam Rose memutuskan lebih baik masuk untuk mengecek Citra. Rose memang pasti tidak sungkan lagi dalam hal itu. Karena dia juga sepupu Citra dan sudah biasa datang kerumah Citra.


"Citra! Citra! Citra!" panggil Rose yang melihat kesekitarnya dan memang kosong tanpa ada seorang.


"Apa tidak ada orang ya. Aneh kemana semua orang. Pembantu juga tidak ada. Kalau tidak ada orang kenapa pintunya di kunci. Seharusnya tidak di kunci," batin Rose dengan penuh dengan pertanyaan.


"Citra kamu di mana? ini aku Rose. Citra di mana kamu? Citra!" panggil Rose yang terus melangkah dengan perlahan. Namun tiba-tiba langkah Rose terhenti ketika merasa ada sesuatu yang di tabraknya yang membuat Rose kaget dan perlahan langsung melihat kebawah.


Mata Rose langsung melotot dengan wajah shocknya, mulut menganga yang di tutupnya dengan ke-2 tangannya saat melihat Argantara yang tergelatak di lantai yang berlumur darah. Bahkan Rose di pastikan sejak tadi sudah menginjak darah. Namun tidak di sadari.


"Om Argantara!" teriak Rosedengan suara yang menggelegar dengan keadaan Argantara.


"Om! Om!" Rose langsung duduk dan menggoyangkan tubuh Argantara untuk membangunkan Argantara. Namun apa yang terjadi. Argantara kembali tidak sadarkan diri.


"Om bangun Om! bangun!"


"Om bangun!"


"Om apa yang terjadi?"


"Om bangun! ini Rose Om!"


Rose hanya berusaha dengan semampunya membangun Argantara yang tak kunjung bangun. Dia tidak tau apa yang terjadi pada Argantara. Rose juga begitu ketakutan dan sejak tadi berteriak meminta pertolongan. Namun tidak ada yang datang membuatnya hanya bisa menangis dan berusaha membangunkan Argantara dan lagi-lagi berteriak minta tolong.


Karena saking paniknya pasti Rose bingung apa yang harus di lakukannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2