Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 281


__ADS_3

Langkah demi langkah Citra yang berjalan di koridor kampus. Tidak ada hal yang aneh semuanya normal orang-orang yang berpapasan dengannya juga terlihat biasa saja dan tidak ada yang di khawatirkan atau orang-orang akan menggunjingnya atau melakukan hal ini dan itu. tidak sama sekali karena semuanya terlihat baik-baik saja.


"Citra!" suara yang tidak asing itu terdengar membuat Citra menoleh kebelakang dan siapa lagi jika bukan Rose yang membuat Citra tersenyum lebar dan Rose berlari menghampiri Citra dan langsung memeluk Citra dengan erat.


"Kangen banget, serius ini kamu sudah balik kekampus lagi," ucap Rose yang tidak percaya dengan sepupunya itu.


"Iya Rose ini aku," jawan Citra yang juga memeluk erat dengan keduanya melepas rindu perasaan tidak selama itu juga Citra atau Rose tidak bertemu.


"Ya ampun aku benar-benar nggak nyangkanya bisa ketemu kamu di sini. Aku benar-benar sangat bahagia," ucap Rose yang sudah saling melepas pelukan itu.


"Kamu itu jangan lebay kan aku bilang sama kamu. Aku hanya cuti sebentar saja dan lihat aku kembali lagi. Karena harus kejar pendidikan. Kan mau cepat-cepat wisuda," ucap Citra.


"Apapun itu, aku sangat bahagia melihat kamu sudah kembali kekampus lagi dan semoga saja kita berdua cepat lulus dan bisa wisuda," ucap Rose.


"Amin. Aku juga mengharapkan hal yang sama," sahut Citra, "ya sudah sekarang kita kekelas yuk," ajak Citra.


"Memang kamu masih ingat di mana kelas kamu?" tanya Rose dengan matanya yang penuh selidik.


"Pasti tau dong, isss kamu ini, memang aku lupa ingatan apa," sahut Citra dengan kesal.


"Iya-iya jangan ngambek. Kita sekarang kekelas," ucap Rose.


"Oke," sahut Citra dan mereka berdua yang saling merangkul langsung berjalan menuju kelas pelajaran mata kuliah mereka.


Citra dan Rose memang satu jurusan. Jadi apa-apa memang pasti sama dan Citra juga sangat bersyukur di mana Rose kerap kali membantunya saat dia masa-masa terpuruk.


**********


Reya menuruni anak tangga menuju dapur yang menghampiri bibi memasak di dapur.


"Bumbu yang saya katakan tadi sudah di siapkan bi?" tanya Reya.


"Oh sudah kok non," jawab Bibi.


"Bahan-bahannya juga sudah?" tanya Reya lagi.


"Iya non, sudah juga," jawab Bibi.

__ADS_1


"Baiklah saya akan memasak makan siang untuk kak Sean," ucap Reya yang ternyata ingin menyiapkan makan siang untuk suaminya.


"Bibi bantu ya," sahut Bibi.


"Nggak usah bi. Saya biar sendiri saja. Lagian tidak banyak juga yang harus di kerjakan," sahut bibi yang tidak mau merepotkan orang lain.


"Ya sudah kalau begitu Nona. Bibi akan mengerjakan yang lain," ucap bibi.


"Iya," sahut Reya dengan mengangguk tersenyum dan bibi yang tetap berada di dapur. Namun mengerjakan hal yang lain dan Reya mengerjakan apa yang harus di kerjakannya dengan suaminya.


Reya memulai memotong sayuran untuk membuat SOP buntut untuk suaminya. Salah satu masakan vavorite suaminya.


"Aku harus cepat-cepat selesai memasak baru setelah itu di antar kekantor," gumam Reya dengan semangatnya yang terus melanjutkan pekerjaannya.


Tidak lama beraktivitas di dapur dan hanya tinggal Reya yang ada di dapur yang sudah mengaduk-aduk sop tersebut.


"Kok aromanya tidak enak ya, apa riasanya jangan-jangan juga tidak enak," gumam Reya yang sejak tadi tidak mencium aroma yang biasa sangat enak itu.


Reya pun yang penasaran dengan rasanya langsung mencobanya dengan menggunakan sendok.


"Apa salah bumbu kok nggak enak gini," gumam Reya yang dahinya terus mengkerut karena rasa masakan yang sangat semangat di masaknya.


"Ya ampun kenapa dapur ini begitu wangi. Aroma apa ini," sahut Anggika yang memasukinya dapur dan menghirup aroma yang membuatnya kedapur.


"Kamu masak apa Reya, sangat mengunggah selera bikin mama lapar saja," ucap Anggika yang mengusap perutnya.


"Mama jangan ejek Reya. Orang Reya juga tidak merasakan wangi apa-apa dan lagian juga rasanya juga tidak enak," ucap Reya dengan wajah cemberutnya.


"Masa iya sih," sahut Anggika yang mengambil sendok lain dan langsung mencicipinya.


"Jangan di coba tidak enak," cegah Reya.


"Kamu sudah bilang tidak enak. Padahal mama belum mencobanya," sahut Anggika geleng-geleng dan langsung mencoba sup tersebut.


"Apa yang tidak enak Reya. Ini sangat enak, sangat gurih. Kenapa mama tidak pernah di masakkan. Masakan seperti ini, sudah aromanya sangat menggugah selera dan sekarang rasanya sangat nikmat. Malah di bilang tidak enak," ucap Anggika.


"Mama jangan becanda deh," sahut Reya tidak yakin.

__ADS_1


"Siapa yang bercanda Reya. Kamu cobain deh," ucap Anggika menyuapi Reya. Namun Reya menolak dan bahkan sangat tidak suka dengan aromanya dan mengingat rasanya sebelumnya membuatnya malah enek.


"Nggak usah mah," sahut Reya yang menolak.


"Kamu ini aneh sekali kamu yang memasak malah tidak mau coba dan bilang tidak enak," sahut Anggika heran.


"Tadi sudah coba mah dan memang tidak enak, itu mau Reya buat untuk makan siang kak Sean. Tapi kayaknya gagal deh," ucap Reya yang sudah tidak pede.


"Gagal bagaimana Reya ini sangat enak Sean pasti sangat suka," ucap Anggika meyakinkan Reya.


"Apa lidah Reya yang bermasalah ya?" tanya Reya.


"Iya pasti. Pasti lidah kamu yang bermasalah dan sekarang kamu cepat siapkan bekal untuk Sean. Pasti Sean akan makan dengan lahap. Mama yakin itu karena memang ini sangat enak," ucap Anggika yang terus meyakinkan Reya.


"Masa sih mah," ucap Reya yang tidak percaya.


"Iya sayang percayalah," tegas Anggika.


Reya tetap saja sangat ragu dan Anggika terus meyakinkan dan bahkan membantu Reya menyiapkan bekal untuk Sean.


************


Citra hari ini melakukan kelas pertanyaannya setelah lama Cuti. Sembari menunggu Dosen yang belum datang. Citra dan Rose berbincang-bincang sebentar dengan mereka yang tertawa-tawa entah apa yang mereka ceritakan. Mungkin saling merindukan. Jadi banyak hal yang harus di ceritakan.


"Selamat siang Semuanya!" sapa Dosen yang datang dari balik pintu. Citra dan Rose bergegas untuk mengambil duduk dengan rapi.


Citra melihat Dosen yang masuk ternyata adalah Reval dan mata Reval juga langsung melihat kearah Citra yang mungkin tidak menyangka Citra kembali masuk kuliah dan ada senyum tipis yang di keluarkan dari ke-2nya. Senyum malu-malu.


"Fokus," goda Rose menyikukan sepupunya itu yang masih terus melihat Reval.


"Apa sih," sahut Citra yang tersenyum malu-malu.


"Wajahnya memerah lagi," goda lagi Rose membuat Citra bertambah malu dengan sepupunya itu.


"Kita mulai kuliah kita hari ini," ucap Reval dengan serius dan Citra malah curi-curi pandang pada Reval.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2