
Beberapa hari kemudian.
Kembali dengan hari yang baru dan penuh dengan suasana yang baru juga. Hari ini Reya, Sean, Citra, Anggika dan Argantara sedang sarapan bersama.
"Sayang mau pakai telur mata sapi atau dadar?" tanya Reya setelah menyendokkan nasi goreng untuk suaminya.
"Mata sapi aja sayang," jawab Sean.
"Baiklah," sahut Reya yang menuruti keinginan suaminya, "kamu mau yang mana Citra?" tidak lupa Reya juga melayani sang adik.
"Dadar," jawab Citra yang mengangkat piringnya.
"Baiklah," sahut Reya. Anggika dan Argantara saling melihat dengan tersenyum.
"Sean kamu sama Reya jangan tinggal di rumah kalian ya. Kalian tinggal di sini aja. Karena rumah ini sangat sepi," ucap Anggika.
"Aku sih terserah Reya saja mah, Reya mau tinggal di mana," sahut Sean yang menyerahkan pada sang istri.
"Jika Reya dan kak Sean tinggal di sini. Apa itu artinya mama dan papa tidak akan jadi berpisah dan akan tinggal bersama kembali di sini?" tanya Reya dengan melihat ke-2 orang tuanya itu bergantian.
Citra dan Sean juga menunggu jawaban itu dan melihat ke-2 orang tua mereka.
Hufff
"Mama sudah memutuskan untuk tetap mendampingi papa kalian sampai tua nanti," sahut Anggika yang berbeda hati membuat Reya, Sean, Citra tersenyum mendengarnya dengan begitu bahagianya mereka yang mendapatkan kabar baik itu.
"Benar mah?" tanya Citra yang tidak percaya dengan keputusan sang mama.
"Benar sayang, mama dan papa akan bersama kembali. Ya kita akan melupakan masalah yang ada dan saling belajar," sahut Anggika yang benar-benar tulus.
"Mama benar-benar sangat baik. Citra sangat beruntung punya mama yang sangat baik dan berhati besar seperti mama," ucap Citra.
"Kamu benar Citra. Papa juga tidak bisa berkata-kata. Karena mama kamu ini terus memberi papa kesempatan. Mama kamu benar-benar sangat baik sekali, makasih Anggika kamu sudah menjadikan ku kembali menjadi pria yang akan bertanggung jawab penuh, dengan kamu memberiku kesempatan. Kamu telah membuatku menjadi orang yang yang berharga," ucap Argantara yang terus menatap istrinya tersebut.
"Sama-sama mas. Kita sama-sama belajar ya," ucap Anggika.
"Alhamdulillah Reya ikut senang dengan mama dan papa yang akhirnya kembali lagi. Semoga kita semua bisa membangun keluarga kecil ini dengan penuh warna," sahut Reya dengan wajahnya yang penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Amin!" sahut Citra paling kencang.
"Semua ini juga karena kalian ber-3 yang memberi pelajaran yang berharga untuk mama dan papa," sahut Anggika.
"Sean berharap papa benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan mama lebih banyak kebahagian lagi dan Sean tidak ingin air mata mama jatuh lagi," ucap Sean yang bicara serius pada papanya.
"Pasti Sean, papa akan melakukan hal itu. Papa tidak akan mengulang kesalahan lagi. Karena tuhan memberikan papa begitu banyak kesempatan. Jadi papa akan memberikan mama kamu kebahagiaan," ucap Argantara dengan yakin.
"Alhamdulillah kalau begitu, kita semua saling memberi kebahagiaan," sahut Reya dengan tersenyum lebar-lebar.
"Sudah-sudah jangan di bahas lagi masalah hal itu. Tidak ada gunanya. Sekarang mama dan papa pada intinya tidak jadi berpisah dan mama juga tidak mau ya Sean kamu sama Reya ribut-ribut. Pokoknya kita sama-sama saling menjaga sekarang ini," sahut Anggika.
"Iya mah," sahut Reya tersenyum lebar yang mana mereka saling tertawa dengan kebahagiaan mereka sambil mereka sarapan bersama.
************
Setelah sarapan. Reya mengantarkan suaminya untuk ke mobil yang akan berangkat bekerja. Tidak lupa Reya mencium punggung tangan suaminya.
"Selamat bekerja sayang. Hati-hati dan jangan aneh-aneh," ucap Reya dengan penekanan pada suaminya yang mulai posesif.
"Iya sayang," sahut Sean dengan mencium kening Reya dan juga seluruh wajah Reya.
"Apa-apaan sih, kenapa istriku ini sekarang curigaan mulu," ucap Sean dengan gemes yang menarik hidung istrinya itu.
"Isss sakit tau," kesal Reya dengan menggosok-gosok hidungnya.
"Ya kamu sih pikirannya jelek mulu pada suami," ucap Sean.
"Ya kan di kantor itu banyak cewek-cewek cantik. Siapa tau aja kamu itu mulai terpikat gitu," sahut Reya.
Sean memegang pipi istrinya itu sembari mengelus-elus dengan jarinya, "mana mungkin aku terpikat. Karena di pikiranku penuh dengan kamu," ucap Sean mengeluarkan gombalannya.
"Gombal," sahut Reya. Sean tersenyum dan ingin mencium bibir istrinya yang menggemaskan itu.
Tin-tin tin tin tin tin.
Belum sempat terjadi klakson sudah terdengar yang membuat Reya dan Sean terkejut.
__ADS_1
"Buruan Citra bisa telat ke kampus," ucap Citra yang berteriak. Sean lupa kalau adiknya itu sudah ada di dalam mobil.
"Iya-iya, ganggu aja," sahut Sean dengan kesal yang gagal maning kiss dengan istrinya.
"Isss makanya jangan bucin di depan umum," umpat Citra kesal.
"Iya bawel," sahut Sean, "ya sudah sayang aku pamit ya, bye," Sean hanya mencium kening sang istri kembali. Citra sih taunya ganggu aja.
"Hati-hati," ucap Reya dengan melambaikan tangan.
"Kamu itu bawel sekali sih," ucap Sean yang sudah masuk mobil.
"Ya namanya kakak lama sekali, pamitan kekantor aja sudah seperti mau pergi perang," ucap Citra dengan kesal.
"Ya kamu pergi sendiri kalau tidak mau lama," sahut Sean kesal.
"Kalau Citra bisa nyetir. Citra akan pergi sendiri dan tidak perlu ini itu," ucap Citra kesal.
"Makanya punya pacar biar ada yang jemput," ucap Sean.
"Isss mala ngatain, buruan cepat berangkat," sahut Citra yang semakin kesal dan Sean pun juga kesal. Namun akhirnya harus menyetir untuk mengantarkan, adiknya atau adik iparnya itu kekampus.
**********
Tidak lama akhirnya Citra sampai kekampus juga.
"Akhirnya sampai. Ya sudah Citra masuk dulu," ucap Citra pamit dengan mencium punggung tangan kakaknya itu.
"Hmmm, kamu belajar yang benar supaya cepat lulus," ucap Sean.
"Iya-iya," sahut Citra dengan nada terpaksa, "bye, Citra pergi," sahut Citra yang langsung keluar dari mobil.
Sean menghela napas dan akhirnya pergi juga yang harus kekantor dan Citra ini pertama kalinya masuk kampus setelah fakum cukup lama.
Citra menarik napasnya dengan panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan melihat di sekitarnya yang pasti kampusnya itu sangat di rindukannya.
"Aku harus memulai semuanya dari awal dan tempat ini juga punya cerita. Aku juga harus membuka lembaran baru untuk kehidupan ku yang lebih baik. Harus cepat lulus," ucap Citra dengan tekat nya yang sekarang hanya ingin lulus cepat-cepat dari kampusnya. Siapa membuat orang tuanya bangga membuat Sean dan Reya juga bangga padanyanya.
__ADS_1
Jadi Citra sangat enak punya kakak ipar seperti Sean yang sebelumnya kakak kandungnya dan sangat menyayanginya dan Reya yang di pikir kakak ipar malah kakak kandungnya ya dia mendapatkan banyak kasih sayang tinggal pacar aja yang tidak ada.
Bersambung