Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 160


__ADS_3

Sebenarnya mendengar kata-kata Sean ada benarnya juga. Reya hanya kepikiran saja sesuatu. Namun apa kah itu masih penting atau tidak. Karena dengan restu sang kakek Reya dan Sean bisa menikah dan artinya apapun yang terjadi mereka bisa sama-sama.


"Hey kenapa kamu diam. Masih memikirkan hal itu?" tanya Sean.


"Tidak kok Sean. Kamu benar. Aku tidak perlu memikirkan apa yang tidak harus di pikirkan yang penting sekarang dan kamu bisa melaju ketahap pernikahan dan aku tidak percaya. Jika kakek menerima ku dan merestui hubungan kita," ucap Reya.


Sean tersenyum mendengarnya dengan mengusap-usap lembut pipi Reya bahkan beberapa kali mencium kening Reya.


"Kamu akan menjadi istriku sebentar lagi dan juga menjadi ibu dari anakku," ucap Sean dengan lembut yang menatap Reya dengan intens.


"Kamu juga akan menjadi seorang suami dan juga seorang ayah," sahut Reya yang tidak kalah lembutnya berbicara dengan matanya yang sangat dalam menatap suaminya.


"Aku mencintaimu Reya!" ucap Sean.


"Aku juga mencintaimu," sahut Reya. Dan mereka berpelukan dengan erat. Pelukan yang pasti tidak lepas dari cinta yang mereka katakan barusan yang sama-sama sangat bahagia dengan langkah mereka yang semakin jauh dan semua itu tidak luput dari usaha mereka selama ini.


Ternyata di teras balkon kakek yang berdiri yang melihat ke-2 orang itu yang berpelukan dengan erat.


"Mereka saling mencintai dan tidak ada yang salah dalam pernikahan mereka.. Seharusnya Argantara tidak mempersulit pernikahan mereka. Karena dia tau tidak ada yang salah dalam cinta mereka dan juga pernikahan. Jalan Sean datang kepadaku. Sudah menjadi jalan yang tepat. Karena aku hanya berusaha untuk menjadi orang yang netral dan selagi bisa memberi solusi maka akan aku lakukan,"


"Mungkin sudah takdir jika Reya harus bersama Sean dan begitu juga sebaliknya, semoga kalian berdua bisa bahagia," batin kakek yang terus melihat Reya dan Sean.


Kata-kata kakek seperti ada sesuatu yang tidak di ketahui dan memang benar apa yang di pikirkan Reya sangat aneh jika kakek merestui mereka. Padahal pemikiran orang tua sangat kental dengan tata moral yang seharusnya tidak membiarkan 2 cucunya sedarah untuk melanjutkan cinta yang salah. Namun itu terjadi jadi mau bagaimana lagi.


*********


Tidak ingin membuang waktu terlalu banyak-banyak. Reya dan Sean ternyata menjalankan pernikahan dengan cepat. Hanya sederhana yang penting pernikahan itu sah yang di adakan di rumah kakek Sean.


Reya dan Sean duduk bersebalahan di depan penghulu dengan Reya tampil cantik dan anggun menggunakan kebaya putih yang akan di persunting pria yang di cintainya saat ini dengan Sean yang juga sangat gagah di sebelah Reya dengan stelan jas putihnya yang begitu siap untuk menjadikan Reya istrinya dengan halal.


Ada beberapa orang di ruangan itu termasuk kakek dan juga yang lainnya yang mungkin menjadi saksi dalam pernikahan itu

__ADS_1


Tidak menunggu lama dalam acara tersebut yang akhirnya pernikahan itu terlaksana dengan ijab kabul yang di ucapkan Sean dengan 1 kali tarikan napas dan pernikahan itu akhirnya sah.


Reya dan Sean saling melihat dengan mata mereka yang berkaca-kaca. Saat mereka sudah resmi menjadi suami istri. Tidak tau bagaimana ke-2 pasangan itu menggambarkan kebahagian mereka saat penghulu mengatakan sah yang artinya mereka sah dalam pernikahan mereka.


Kakek juga tersenyum melihat hal itu..Melihat Sean yang sekarang mencium kening Reya dengan lembut.


"Aku tidak percaya jika sekarang aku adalah istri mu Sean," batin Reya dengan air matanya yang menetes.


"Aku akan membahagiakan mu Reya. Kamu sekarang adalah istriku dan aku adalah suamimu yang artinya kebahagiaan mu berada di tanganku dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun dan akan selalu memberimu kebahagian yang tidak akan terhitung," batin Sean yang tidak lepas menatap Reya dengan penuh cinta.


"Semoga saja selanjutnya kalian berdua bisa bahagia dan menghadapi setiap rintangan yang pasti akan lebih banyak lagi," batin kakek yang hanya mendoakan saja.


*********


Lain dengan kebahagiaan Sean dan juga Reya. Namun Citra yang masih di kurung dan tidak tau Argantara tau hal ini atau tidak. Tetapi sepertinya Argantara tidak tau apa-apa. Karena jika tau dia pasti tidak setuju dengan tindakan Anggika yang keterlaluan.


Argantara sibuk mencari Sean dan Reya. Sampai tidak tau keadaan Citra yang berusaha memikirkan bagaimana untuk keluar dari tempat itu.


"Kak Reval apa yang terjadi pada kakak. Semoga kakak baik-baik saja," batin Citra yang memikirkan Reval.


Ketakutan Citra bukan tidak beralasan. Dia sangat Khawatir dengan Reval dan sangat terbukti bahwa perasaannya tidak salah di mana sekarang Reval yang berada di rumahnya yang di hajar beberapa 3 orang pria yang memakai penutup kepala.


Tidak tau sejak kapan pertengkaran itu dan apa yang terjadi. Pada intinya Reval sepertinya tidak bisa mengatasi orang-orang tersebut sampai akhirnya kalah dan tersungkur di lantai dengan telungkup dengan wajah yang babak belur.


"Arghhhhh!" teriak Reval saat punggungnya di injak dan Reval memuntahkan darah yang berserakan di lantai.


"Ayo kita tinggalkan dia!" ucap salah seorang Pria itu yang menjatuhkan kayu ke lantai.


"Ini pelajaran untukmu," ucap Pria yang tersebut dan langsung pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan teman-temannya.


Reval sudah tidak berdaya sama sekali yang hanya melihat langkah 3 pria itu yang semakin jauh dan akhirnya terlihat keluar dari rumahnya setelah membuatnya hampir mati.

__ADS_1


"Kurang ajar," umpat Reval yang kesulitan untuk berbicara dan sangat lemas. Sampai Reval berusaha untuk bangkit dengan sekuat tenaganya sampai akhirnya Reval bisa terduduk dengan bersandar pada dingding dengan memegang dadanya yang terasa sakit dan berkali-kali Reval batuk-batuk.


Di tengah batuknya tiba-tiba suara heels terdengar dan membuat Reval melihat ke arah tersebut yang berjalan semakin dekat kepadanya dan Reval mengangkat kepalanya perlahan ke atas saat si pemilik heels itu berhenti di depannya.


Sudah di duganya jika yang melakukan hal itu kepadanya adalah Anggika yang menyuruh orang menghajarnya dengan masuk kerumahnya dan membuatnya sekarang seperti ini.


"Pengecut!" umpat Reval dengan tersenyum pada Anggika.


"Aku datang kemari hanya memperingati mu. Aku akan memberimu ampunan sekali lagi. Jika kau benar-benar meninggalkan Citra jangan mengganggunya lagi," tegas Anggika.


"Aku tidak melakukannya!" tegas Reval yang sudah dalam keadaan setengah mati masih berani menantang Anggika yang mungkin bisa membuatnya mati.


"Kau tidak pantas untuk Citra!" bentak Anggika.


"Kenapa?" tanya Reval.


"Jangan bertanya kenapa. Lihat dirimu siapa. Dan Citra. Kau hanya seorang Dosen yang hanya mempermaikan Citra dan aku tidak membiarkan Citra di permainkan olehmu," jawab Anggika dengan tegas.


"Anda takut sekali dengan seorang dosen. Apa anda punya masalah dengan seorang dosen?" tanya Reval.


"Itu bukan urusanmu. Yang jelas aku menegaskan padamu untuk meninggalkan Citra. Laki-laki sepertimu tidak pantas untuk Citra. Dosen sepertimu adalah laki-laki yang paling menjijikkan dan jangan bermimpi jika Citra akan bersamamu. Karena kau tidak pantas. Kau hanya seorang Dosen murahan dan seharusnya orang tuamu bisa mendidikmu," ucap Anggika dengan kata-katanya yang kasar yang sudah membawa-bawa nama orang tua yang membuat Reval mengepal tangannya.


"Apa maksud anda?" tanya Reval menekan suaranya.


"Ibumu pasti tidak bejus mengajarimu karena menjadikan mu seperti ini," ucap Anggika.


"Jangan membawa-bawa nama ibuku," sahut Reval dengan suaranya yang serak yang kelihatan sangat marah dengan Anggika menyebutkan sang mama.


"Kamu marah. Jika dia mendidikmu dengan baik kau tidak akan terus menantangku. Atau jangan-jangan kau tidak pernah di didik dan atau jangan-jangan keluargamu keluarga yang berantakan," ucap Anggika dengan sinis yang membuat Reval mengepal tangannya mendengar kata-kata pedas itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2