Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 266


__ADS_3

"Hanya gelang ini yang menjadi tambahannya," ucap Reya dengan suara lemahnya dan Sean mengelus-elus punggung istrinya tersebut.


Namun Citra masih aja melihat terus menerus gelang itu yang membuat Reval ternyata memperhatikan Citra yang begitu serius.


"Kamu tidak apa-apa Citra?" tanya Reval dengan Citra.


"Oh tidak apa-apa," sahut Citra yang berusaha untuk tenang dengan menghela napasnya.


"Ya sudah sebaiknya kita lanjutkan perjalananan. Kita harus cepat-cepat ke Bogor," ucap Reval.


"Iya benar," sahut Citra.


"Ayo kita jalan," sahut Sean dan Reval pun langsung menyetir.


"Kenapa benda itu tidak asing ya," batin Citra yang masih memikirkan benda itu dan membuatnya bertanya-tanya.


"Ada apa sebenarnya dengan Citra kenapa aku merasa Citra seperti ada sesuatu yang di sembunyikannya dan dia juga sebelumnya ingin bicara pada ku. Apa jangan-jangan yang ingin di katakannya ada hubungannya dengan hal ini," batin Reval yang menduga-duga.


**********


Bogor.


Akhirnya, Reya, Sean, Reval dan Citra sampai juga dan mereka bahkan sudah sampai ke alamat yang mereka tuju. Rumah Suhartati yang merupakan ibu kandung Reya.


Mereka ber-4 keluar dari mobil tepat di depan rumah yang sederhana dan rumah itu sangat rapi dan sepertinya bukan rumah yang tidak berpenghuni dan terlihat ada aktivitas dan bahkan ada 2 motor yang terparkir di depan rumah tersebut.


"Ini rumahnya?" tanya Citra yang melihat kesekitarnya.


"Kalau menurut alamat yang di berikan. Ini memang rumahnya," jawab Reya yang melihat alamat itu kembali untuk memastikan apa benar alamatnya.


Dan mereka yang hanya berdiri melihat-lihat dari luar yang tiba-tiba seorang wanita keluar dari dalam rumah tersebut dan pasti heran dengan kehadiran 4 orang yang pasti tidak di kenalinnya. Namun ibu tersebut menghampiri Reya dan yang lainnya.


"Permisi Bu!" sapa Sean.


"Iya maaf, kalian siapa ya?" tanya ibu tersebut dengan penuh kebingungan.


"Hmmm, begini ibu kami datang kemari ingin bertemu dengan pemilik rumah," jawab Sean yang langsung basa-basi.


"Memang kalian siapa dan dari mana?" tanya wanita itu.


"Kami dari Jakarta. Kami ada keperluan dengan pemilik rumah," ucap Sean lagi.

__ADS_1


"Saya pemilik rumah nya," jawab ibu itu.


Hal itu membuat Reya, Citra Reval dan Sean heran. Karena kalau di foto pemilik rumahnya berbeda.


"Ibu yang tinggal di sini?" tanya Citra.


"Iya benar saya yang tinggal di sini," jawab wanita itu.


"Tetapi bulannya yang seharusnya tinggal di rumah ini adalah ibu Suhartati?" tanya Reya heran.


"Maaf ibu. Kamu datang kerumah ini berdasarkan alamat ini," sahut Sean dan wanita itu langsung melihatnya.


"Iya alamat ini memang benar dan rumah yang kalian tuju memang benar. Tetapi saya pemilik rumah ini dan yang pemilik lamanya sudah tidak tinggal di sini lagi," jelas wanita itu.


"Jadi pemilik lamanya tidak tidak tinggal di sini lagi!" pekik Reya.


"Benar nona," jawab ibu tersebut, "saya tinggal di sini sudah ada 15 tahun," jelas wanita itu.


"Tapi ibu mengenal tidak dengan ibu Suhartati pemilik rumah ini. Atau ibu membeli rumah ini dari ibu Suhartati?" tanya Reval yang menduga-duga.


"Saya tidak mengenal wanita itu dan lagian saya juga membeli rumah ini dari pak RT dan saya tidak tau selebihnya," jawab wanita tersebut.


"Begitu rupanya," sahut Sean dan Reya kembali tidak bersemangat yang ternyata belum mendapatkan hasil dari pencariannya.


"Iya benar. Sebaiknya kalian menemui pak RT saja dan bertanya padanya. Karena kalau kalian bertanya pada saya yang adanya saya bingung," sahut wanita itu yang juga setuju.


"Kami boleh tau di mana rumah pak RT?" tanya Reval.


"Tidak jauh kok dari sini. Kalian lurus saja nanti begitu ada pembelokan. Kalian belok dan langsung dapat rumahnya di depannya ada tulisannya kok. Jadi sangat mudah," jelas wanita itu.


"Baiklah Bu. Kalau begitu terima kasih atas waktunya. Mohon maaf sekali jika kami sudah mengganggu ibu," ucap Sean.


"Tidak apa-apa," sahut wanita itu.


"Kalau begitu kami permisi dulu!" ucap Reval pamit.


"Silahkan," sahut wanita itu yang langsung memasuki rumahnya.


"Ayo kita sebaiknya ke rumah pak RT saja. Wanita itu mengatakan jika dia membeli rumah itu dari pak RT dan dia juga tidak atu apa-apa. Jadi mungkin kita akan mendapatkan informasi dari pak RT," ucap Reval.


"Iya benar apa kata kak Reval," sahut Citra yang setuju.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Sean pada Reya yang semangatnya mulai menurun.


"Tidak apa-apa. Ayo jalan, kita jangan membuang-buang waktu," ucap Reya.


"Iya sayang," sahut Sean dan mereka semua pun meninggalkan tempat itu yang langsung kerumah Pak RT agar dapat informasi yang lebih jelas lagi.


********


Akhirnya Reya, Sean, Citra dan Reval sudah berada di rumah pak RT. Pak RT juga sangat ramah dalam menyambut mereka dengan mereka yang duduk di ruang tamu dengan di suguhkan hidangan teh.


"Maaf ya pak jika kedatangan kami sangat merepotkan bapak," ucap Sean.


"Tidak apa-apa, saya juga senang dengan kedatangan tamu seperti kalian," sahut pak RT yang sekitaran 50 tahunan itu.


"Iya pak RT terimah kasih sekali sudah sangat welcome," sahut Reval.


"Santai saja. Oh iya kalian ada ya kemari?" tanya Pak RT yang bum tau tujuan Reya dan yang lainnya


"Begini pak RT. Kami datang kemari ingin bertanya masalah salah satu warga yang dulu tinggal di sini," sahut Sean.


"Siapa itu?" tanya Pak RT.


Reya langsung memberikan map dengan data Suhartati pada pak RT, "mohon di lihat pak RT dan pak RT tersebut pun langsung melihatnya dengan wajahnya yang serius.


"Ibu Suhartati!" gumam pak RT.


"Apa bapak mengenalnya?" tanya Reya.


"Iya saya mengenalnya. Dia ini salah satu warga kami dan memang benar alamat yang ada di sini adalah rumahnya dulu," jawab pak RT.


"Lalu kemana sekarang ibu Suhartati?" tanya Reya dengan semangatnya.


"Ibu Suhartati sudah sangat lama pindah dan menjual rumahnya kepada saya. Kebetulan dulu juga hubungan keluarga kami dan dia sangat baik. Dia seorang janda yang di tinggal suaminya meninggal saat kecelakaan. Janda anak dia yang masih kecil dan beliau pergi ke Luar Negri untuk bekerja," jelas pak RT.


"Jadi suaminya sudah meninggal?" tanya Sean.


"Iya benar sekali suami beliau sudah tiada," jawab pak RT.


"Apa bapak tau di mana sekarang ibu Suhartati?" tanya Reya begitu dek-dekan.


"Dan apa ibu Hartati masih hidup?" tanya Reya yang tidak sabaran dan Sean hanya berusaha untuk menenangkan Reya saja

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2