Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 187


__ADS_3

"Reya papa sudah tidak bisa berpikir degan jernih lagi dengan masalah yang terjadi Reya. Permasalahan yang keluarga kita hadapi begitu banyak. Kamu dan Sean, hubungan terlarang kalian dan Citra yang sekarang mengalami hal seperti ini. Papa benar-benar tidak bisa berpikir jernih Reya," ucap Argantara yang terlihat sangat frustasi.


"Papa kenapa terus menerus menyalahkan hubungan ku dan kak Sean. Kenapa terus menerus mengatakan aku dan Sean yang mempunyai hubungan terlarang. Aku dan kak Sean sudah menikah. Dan kakek merestui hubungan kami dan jelas-jelas mengatakan aku dan Sean tida ada yang terlarang dalam hubungannya. Kenapa papa masih mengatakan ini dan itu. Pah aku mohon sama papa jujurlah jika aku dan kak Sean tidak ada yang terlarang dalam hubungan kami. Jika aku dan kak Sean baik-baik saja," ucap Reya yang juga masih penasaran dengan masalah yang belum di pecahkan sampai detik ini.


"Pah banyak masalah yang kita alami di keluarga kita pah dan jika masalah aku dan kak Sean tidak ada apa-apa. Jadi aku mohon pah untuk papa lebih jujur agar masalah aku dan kak Sean selesai. Katakan sebenarnya apa yang terjadi dan kita bisa menghadapi masalah yang di alami Citra," ucap Reya.


"Citra!" ucap Argantara.


"Atau jangan-jangan aku bukan anak kandung papa?" tanya Reya yang menduga-duga. Karena memang sejak muncul teka-teki yang di berikan kakek. Reya hanya menyangka jika dirinya bukan anak kandung Argantara dan makanya pernikahan tidak terlarang sama sekali sama sekali.


"Apa yang kamu katakan Reya?" tanya Argantara.


"Lalu jika tidak itu apa lagi pah," sahut Reya yang benar-benar sudah capek dengan papahnya dan hanya mengatakan apa yang seharusnya di katakannya.


"Terserah jika papa masih saja diam dan tidak mengatakan apa-apa tentang hubunganku dan juga Sean. Reya sekarang sudah tidak peduli dengan semua itu. Pada intinya kami sudah menikah dan itu sudah menjelaskan semuanya. Reya sudah pusing dengan masalah yang ada. Jika papa sayang sama Reya. Mohon jangan buat Reya dan kak Sean kesulitan dalam hal ini," ucap Reya dengan penuh penekanan dan penegasan.


"Dan Citra juga sekarang ada di dalam dan papa sudah tau bagaimana kondisi Citra jadi papa jangan menyulitkan apa-apa," tegas Reya.


"Reya permisi dulu!" ucap Reya yang langsung pamit dari hadapan papanya dan Argantara hanya diam yang tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi.


"Reya bukan kamu yang tidak anak kandung papa. Tetapi Sean. Namun Reya papa tidak bisa mengatakan ini. Karena papa belum siap kehilangan Sean," batin Argantara yang masih merahasiakan dari Reya dan Sean.

__ADS_1


*************


Reval yang berada di rumahnya terlihat duduk di sofa dengan tangannya yang memegang kepalanya yang mana Reval sendiri terlihat stress. Dia mengingat bagaimana dia melihat Citra yang ingin mengakhiri hidupnya dan Citra yang pasrah dengan kehidupannya yang meronta-ronta saat di pelukannya.


Reval bisa melihat nyata bagaimana hancur Reval yang sesuai dengan apa yang di inginkannya melihat Citra yang sangat hancur.


"Ini yang kau inginkan Reval. Jadi terima semua ini kau yang menginginkan semu ini. Apa kau sudah puas dengan apa yang kau lakukan. Anak wanita itu sudah hancur Reval. Ini yang kau mau Citra sudah hancur Reval semua penderitaan ibumu sudah terbayarkan dengan Citra yang hancur di depanmu," ucap Reval yang walau kata-kata yang keluar dari mulutnya seperti itu. Namun dari wajahnya terlihat bagaimana Reval yang tidak bahagia.


"Jadi Citra hanya korban," tiba-tiba suara seseorang terdengar yang membuat Reval kaget dan melihat kearah suara itu yang ternyata adalah Reya yang tidak tau sejak kapan ada di sana.


"Reya!" lirih Reval yang benar-benar sangat terkejut dengan kehadiran Reya dengan tiba-tiba.


"Reya, sejak kapan kamu datang!" tanya Reval yang berdiri dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Reval. Namun Reya maju dan melewati Reval yang ternyata Reya mengambil beberapa foto yang ada di atas meja. Foto-foto keluarga Citra dan foto papa Reval bersama Anggika.


"Hubungan apa mereka berdua?" tanya Reya yang memperlihatkan foto itu pada Reval.


"Ini bukannya papa kamu kan dan papa kamu seorang Dosen dan ini Tante Anggika yang mahasiswi nya," ucap Reya.


"Dari mana kamu tau?" tanya Reval yang memang sangat heran jika Reya tau hal itu. Karena sebelumnya Reval tidak pernah memberitahu apa yang terjadi.


"Jadi ini benar?" tanya Reya lagi, "apa jangan-jangan tanya Anggika yang kamu maksud selama ini. Yang pernah kamu cerita kepadaku. Jika keluargamu berantakan karena seorang wanita dan mama kamu masuk rumah sakit jiwa dan semua ini karena berkaitan dengan Tante Anggika," ucap Reya yang tidak perlu mendengarkan penjelasan apa-apa. Namun sudah bisa menebak apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Reya!" lirih Reval.


"Katakan dengan jujur Reval. Jangan jadi pengecut. Katakan apa yang sebenarnya terjadi. Katakan kebenarannya. Katakan jika Citra adalah korban kamu. Orang yang sengaja kami dekati untuk semua ini," ucap Reya dengan menekan suaranya.


"Iya," jawab Reval yang apa adanya yang memang mengatakan apa yang sesungguhnya yang ingin di katakannya.


"Reval kau itu," sahut Reya yang tidak percaya.


"Anggika sudah menghancurkan keluarga ku Reya, aku kehilangan kasih sayang ke-2 orang tuaku karena keegoisan wanita itu. Ibuku sampai sekarang masih menderita. Hidup kami hancur dan semua itu karena perbuatan wanita itu," ucap Reval yang mengakui apa yang terjadi.


"Lalu apa hubungannya dengan Citra Reval?" tanya Reya.


"Aku ingin Anggika merasakan apa yang aku rasakan. Melihat orang yang berharga dalam hidupnya hancur di depan matanya. Aku sengaja mendekati Citra, membuatnya jatuh cinta padaku. Lalu aku meninggalkannya. Aku sengaja melakukannya untuk membuat Anggika merasakan apa yang aku rasakan," ucap Reval yang jujur apa adanya yang tidak menutupi apa-apa lagi untuk semua yang di lakukannya.


"Dan kamu melakukan semua itu kepada Citra kamu ingin Citra menanggung dosa-dosa Tante Anggika. Reval apa kau gila. Citra tidak tau apa-apa dan kau sangat tega kepadanya," ucap Reya yang tidak habis pikir dengan Reval.


"Aku juga tidak tau apa-apa Reya saat itu," ucap Reval


"Tapi kau tidak seharunya menghancurkan Citra Reval. Apa lagi sampai dia hamil," bentak Reya yang membuat Reval terkejut mendengar kata-kata Reya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2