
Rose dan Reya membawa Citra menunjuk tempat ijab kabul di mana kedua tangan Citra di pegang Reya dan Rose. Reya di kanannya dan Rose di kirinya mereka berjalan ke tempat acara yang mulai mencuri perhatian semua orang yang hadir di pernikahan itu.
Argantara, Anggika, Sahila tersenyum melihat Citra yang pasti membuat mereka pangling dengan melihat cantiknya Citra yang menunjukkan aura cantiknya.
Sean juga yang melihat Citra terlihat sangat takjub dengan Citra dan ada kebanggaan tersendiri bagi Sean melihat adiknya itu.
Jika semua orang saja tersenyum dengan melihat Citra yang sangat cantik dan mencuri perhatian banyak orang-orang. Maka tidak ketinggalan dengan Reval yang tersenyum dengan matanya yang juga tidak hentinya melihat Citra.
Bola mata Reval mungkin sudah hampir mau jatuh dengan terus melihat Citra tanpa berkedip sama sekali.
"Jangan terus di pandangi Reval. Cantiknya tidak akan pudar kok," bisik Sean menggoda Reval. Reval baru tersadar dan salah tingkah dengan menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal sama sekali.
Dan Reval benar-benar sangat grogi dengan wajahnya yang memerah dan groginya semakin besar. Ketika Citra sudah berdiri di hadapannya dan kecantikan Citra sudah semakin jelas dan bagaimana tidak jantung Reval mau jatuh.
"Cantik bukan Citra?" tanya Reya.
"Hah, apa tadi!" sahut Reval yang malah gugup membuat Reya, Sean dan Rose senyum-senyum dan Citra tertunduk malu.
"Kak Reval ini calon istri kak Sean. Sekarang bagaimana apa Citra cantik. Jawab dong Citra sangat menunggu jawabannya lo," ucap Rose yang membuat Reval semakin grogi.
"Iya jawab dong Reval, kasihan Citra sudah nungguin," sambung Reya lagi.
"Iya Citra sangat cantik, kamu cantik sekali hari ini Citra," ucap Reval dengan menatap mata Citra begitu dalam membuat Citra tersenyum mendapatkan pujian tersebut.
"Ya sudah sekarang ayo kita mulai saja acaranya. Penghulunya sudah menunggu," ucap Sean.
"Baiklah," sahut Reval.
Akhirnya Citra dan Reval pun duduk bersebelahan dan Reya memasangkan selendang ke atas kepala Reval dan Citra. Reya, Sean dan Rose pun duduk pada tempat mereka dan melihat berlangsungnya acaranya tersebut.
Reval yang berjabat tangan dengan penghulu dan langsung terucap ijab kabul di mana dengan lancar Reval mengucapkan ijab kabul.
Pernikahan yang akhirnya sah. Reval dan Citra yang sudah sah menjadi suami istri dan yang sama-sama berdoa dengan para tamu undangan yang lainnya. Sedikit hari pasti di penuhi di acara pernikahan itu.
Reya juga sampai meneteskan air matanya ketika adiknya itu sudah sah menjadi istri Reval. Sahila, Anggika dan Argantara juga terharu melihat Reval yang sekarang mencium kening Citra setelah mereka baru selesai memasangkan cincin di jari masing-masing mereka.
Acara pernikahan itu juga di lanjutkan dengan sungkem di mana juga pasti terdengar suara tangisan. Air mata yang keluar dan semakin haru. Pertama kali Citra dan Reval sungkem pada Argantara dan berlanjut pada Anggika dan Sahila.
Setelah itu juga sungkem pada Sean dan terakhir pada Reya. Yang mana Citra memeluk erat Reya. Reya kakak kandungnya yang menggantikan ke-2 orangtuanya. Citra pasti merasa sedih dengan sungkem yang mengingat orang tuannya.
__ADS_1
Sama dengan Reya yang sangat mewek karena sang adik yang akhirnya menikah dan rasa kesedihan dalam kebahagiaan di rasakannya.
**********
Setelah pernikahan selesai dengan lancar dan tanpa ada yang terhalang apapun. Akhirnya tamu sudah berpulangan. Rumah yang menjadi tempat pernikahan itu hanya tinggal di bersihkan para petugas lainnya yang memang bertugas untuk membersihkan tempat itu.
Saudara-saudara dekat juga sudah ada yang berpulangan dan sebagian ada juga yang masih berada di rumah Argantara. Sahila juga masih ada di sana yang ikut mengobrol. Tetapi Citra tidak kelihatan sama sekali.
Ternyata Citra berada di kamar pengantinnya yang bersama Rose. Yang mana Rose membantu Citra untuk melepas riasan di kepalanya dan juga Citra yang menghapus make-up nya yang cukup membuatnya berat dan maknanya ingin cepat-cepat ingin membersihkan make up-nya.
"Ribet juga ya Citra kalau menikah," ucap Rose.
"Kenapa bilang gitu?" tanya Citra heran yang masih menghapus make up-nya.
"Ya lihat aja. Kamu sampai seperti ini," jawab Rose.
"Seperti ini bagaimana. Orang aku biasa aja kok, nggak ada apa-apa, aku santai saja dan lagian menikah itu enak dan walau di awal dek-dekan. Tetapi setelah kak Reval selesai ijab kabul. Aku jadi merasa lega dan sangat bahagia sejak tadi. Kalau masalah penampilan, atau aksesoris-aksesoris yang berat di kepala itu biasa saja. Lagian banyak kok yang menikah lebih parah penampilannya di bandingkan aku. Jadi itu bukan suatu hal yang harus di permasalahkan. Justru aku sangat happy karena menikmati Semuanya," ucap Citra yang memang sangat santai mejalani semuanya.
"Kamu ini lagi cerita kenikmatan kamu dalam pernikahan. Atau lagi sedang menyindirku. Karena aku belum menikah," sahut Rose.
"Berpikiran buruk mulu. Orang nggak ada juga yang mikir kayak gitu. Tapi sih tidak ada salahnya juga kamu juga harus kepikiran untuk menikah," ucap Citra yang senyum-senyum.
Tiba-tiba kamar tersebut terbuka dan ternyata Reval yang memasuki kamar yang masih lengkap dengan stelan jas putihnya yang saat melakukan adat tadi.
"Apa aku menggangu kalian?" tanya Reval.
"Nggak kok kak Reval. Kak Reval mau ganti baju?" tanya Rose.
"Iya mau mandi, soalnya gerah juga," jawab Reval dengan mengipas-ngipas menggunakan tangannya yang terlihat kegerahan.
"Ya sudah kalau begitu. Aku sebaiknya keluar aja. Kalian berdua lanjutkan aja deh," ucap Rose berdiri dari duduknya.
"Apa yang mau di lanjutkan?" tanya Citra dengan dahinya yang mengkerut.
"Isssss sok polos deh," sahut Rose memegang dagu Citra membuat Citra bingung saja, "baiklah aku pergi dulu. Kalian lanjutkan saja," Rose yang sadar diri langsung pergi.
Reval hanya tersenyum tipis mendengarnya dan saling melihat dengan Citra yang adanya' mereka malah terlihat malu-malu dan canggung.
"Hmmm, mau mandi?" tanya Citra dengan gugup. Reval menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya sudah mandi saja," jawab Citra.
"Oke lagian juga masih sore," ucap Reval yang berjalan menuju kamar mandi.
Namun Citra penuh dengan kebingungan yang tidak mengerti apa yang di katakan Reval. Masih sore memang mau ngapain setelah sore. Tetapi sepertinya kode itu Citra sangat paham. Buktinya Citra senyum-senyum setelah itu.
Pernikahan mereka memang tidak ada acara resepsi. Hanya akad nikah dan beberapa adat yang di lakukan dan hanya itu saja yang baru selesai sore ini. Makanya Rose mengatakan ribet mungkin. Karena melihat Citra yang menjalani adat itu.
**********
Reya yang juga sudah ganti baju yang sekarang di dapur yang mengarahkan pembantu di rumah untuk mengantar makanan ke taman belakang yang di sana akan di adakan makan malam. Anggap saja makan malam untuk acara pernikahan Citra dan Reval.
Hanya keluarga dekat saja dan lagian kakek juga baru datang. Karena pas akad nikah tadi tidak datang dan baru tiba. Jadi di adakan makan malam sederhana.
"Jangan lupa buahnya juga ya bi," ucap Reya mengingatkan.
"Iya Nona Reya sudah di antar tadi ke belakang," jawab Bibi.
"Baguslah kalau begitu. Ini kue-kuenya juga di bawain lagu!" titah Reya.
"Baik Nona," sahut Bibi.
"Reya!" tegur Rose yang menghampiri Reya kedapur.
"Eh Rose. Bagaimana Citra apa sudah ganti baju?" tanya Reya.
"Belum sih. Tadi baru hapus makeup saja. Aku tinggal dia. Soalnya kak Reval masuk dan mau mandi kayanya," jawab Rose.
"Oh begitu rupanya. Ya sudahlah kalau begitu," sahut Reya.
"Ada yang bisa aku bantu tidak?" tanya Citra.
"Sudah mau selesai juga sih ini hanya tinggal beberapa lagi mau di anterin ke belakang," jawab Reya.
"Ya sudah aku bantuin deh," ucap Citra.
"Nggak apa-apa nih," sahut Reya.
"Ya nggaklah, aku bawa ya," ucap Rose yang langsung bertindak dan Reya mengangguk saja.
__ADS_1
Bersambung