Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 252


__ADS_3

Sahila ternyata di kediaman Citra yang ternyata Citra yang menyelamatkan dan membawa Sahila pulang dengan membantu Sahila. Reval juga masih berada di Apartemen Citra dengan Reval yang berdiri di depan pintu kamar yang terus mengecek kondisi sang mama yang sepertinya Reval sangat takut terjadi sesuatu pada mamanya.


Tidak lama Citra datang dengan melihat Reval yang sangat mencemaskan Sahila dan pasti Citra tau apa yang di rasakan Reval.


"Reval!" tegur Citra dengan lembut.


"Ha iya Citra," sahut Reval yang langsung menoleh kearah Citra, "Tante Sahila pasti baik-baik aja. Kamu jangan khawatir dan kalau kamu mau menemaninya di dalam. Tidak apa-apa kamu istirahatlah bersamanya," ucap Citra yang tampak tidak masalah dan memberikan Reval ruang untuk bersama ibunya.


"Makasih Citra. Aku benar-benar tidak tau apa yang terjadi jika kamu tidak menemukan mama. Aku benar-benar sangat berterima kasih Citra," ucap Reval yang benar-benar tulus.


"Sama-sama. Siapapun itu dan bukan hanya Tante Sahila. Aku pasti akan melakukan hal yang sama," ucap Citra yang kali ini benar-benar baik dan tidak ada masalah sama sekali dan bahkan tidak marah-marah.


"Mungkin Tante Sahila sangat takut. Jika kamu akan meninggalkannya. Dia takut kamu marah. Karena semua yang terjadi. Dan dia hanya ingin mencari kamu. Karena mungkin baginya. Hanya kamu satu-satunya yang orang di milikinya," ucap Citra.


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu Citra. Aku hanya butuh waktu dan makanya tidak pernah menemuinya. Tetapi sungguh aku tidak pernah bermaksud untuk meninggalkannya setelah aku tau siapa orang tuaku dan bahkan aku tidak peduli dengan orang tua kandungku siapa," ucap Reval yang memang apa adanya.


"Aku tau itu," sahut Citra.


"Reval! Reval!" lirih Sahila yang memanggil-manggil Reval.


"Mama!" sahut Reval yang langsung memasuki mata tersebut dengan duduk di samping Sahila dengan Reval yang memegang tangan Sahila.

__ADS_1


"Mama!" lirih Reval dengan menggenggam erat tangan sang mama. Sahila yang masih menutup matanya. Begitu merasakan ada tangan yang menyentuhnya. Sahila langsung membuka matanya.


"Reval! kamu ada di sini? kamu jangan pergi! jangan pernah tinggalkan mama!" ucap Sahila yang tampak sangat memohon pada Reval.


"Tidak mah! tidak ada yang meninggalkan mama. Aku tidak akan pernah meninggalkan mama. Apapun yang terjadi. Mama tetap adalah orang tuaku. Aku tidak pernah merasa mama memanfaatkan ku atau apapun itu. Bagiku mama adalah orang tuaku satu-satunya dan status yang sudah berubah tidak akan mengubah apapun. Reval akan terus menjadi anak mama dan itu tidak akan pernah tergantikan sampai kapanpun," ucap Reval yang benar-benar apa adanya.


Sahila tersenyum mendengarnya dan bahkan Sahila langsung duduk dan memeluk Reval dengan erat.


"Mama tidak punya siapa-siapa lagi. Mama hanya punya kamu. Mama tidak ingin kamu sampai kenapa-kenapa. Mama tidak ingin kamu membenci mama Reval. Kamu adalah anak mama satu-satunya. Mohon jangan tinggalkan mama," ucap Sahila yang benar-benar sangat takut kehilangan Reval.


"Tidak akan pernah mah. Aku anak mama dan tidak mungkin meninggalkan mama," ucap Reval yang memang yakin dengan apa yang di ucapkannya. Sahila menangis di pelukan Reval yang pasti sangat lega dengan Reval yang berada di sisinya dan mengatakan tidak akan pernah meninggalkannya.


"Aku lega dengan Reval dan Tante Sahila bisa berbaikan dan Reval sama sekali tidak membenci Tante Sahila. Dan memang sangat bisa di lihat jelas. Kalau Tante Sahila benar-benar sangat tulus kepada Reval. Dia begitu menyayangi Reval," batin Citra yang begitu terharu melihat ke bahagian ibu dan anak itu.


"Ternyata kehidupan itu sangat banyak misteri. Tidak tau bagaimana papa dan mama. Tidak tau apa yang terjadi. Namun kenyataannya kak Sean bukan anak kandung mereka. Sama dengan Reya juga yang ternyata bukan anak kandung Tante Erina dan papa dan Reval yang berjuang dalam masa kecilnya yang mencari keadilan yang ternyata juga bukan anak kandung. Banyak hal yang terjadi dan ternyata kasih sayang yang di dapatkan tidak harus dari orang yang sedarah. Dan lalu aku bagaimana. Apa aku sudah benar-benar sangat bersih?" batin Citra dengan penuh pertanyaan.


Tidak tau juga kenapa Citra tiba-tiba malah ragu dengan dirinya. Mungkin karena semua orang pada dasarnya bukan anak kandung dan mungkin dia juga kepikiran yang siapa tau dirinya juga bukan anak kandung. Itu hanya dugaannya saja yang tiba-tiba memikirkan hal itu.


********


Setelah yakin dan menurut Reya sudah waktunya. Akhirnya Reya memutuskan untuk menemui Erina di kantor polisi dan dia menemui Erina sendiri dan Sean hanya menunggu di luar. Setelah Reya menunggu di ruang tunggu akhirnya Erina di antar Polisi kedalam ruang tunggu dan langsung duduk di depan Reya.

__ADS_1


"Untuk apa kamu datang kemari. Untuk mengatakan selamat kepadaku? menertawaiku dan untuk yang apa lagi?" tanya Erina dengan sinis.


Reya hanya menghela napasnya yang hanya berusaha untuk sabar dengan Anggika yang pasti tidak menyukainya dan kedatangannya juga pasti tidak di inginkan Erina.


"Aku tidak pernah bahagia dengan mama yang sudah di penjara. Namun semua ini karena perbuatan mama sendiri dan mama harus bertanggung jawab dengan perbuatan mama sendiri," ucap Reya.


"Aku juga sangat menyayangkan dengan mama yang membuat aku kehilangan anakku sendiri. Aku sangat menyayangkan hal itu," ucap Reya.


"Jika ingin menceramahiku sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan menemuiku," ucap Erina.


"Mama benar-benar tidak pernah mau mengakui kesalahan mama. Apa salahnya bertobat mah. Mama sudah menghancurkan keluarga yang penuh dengan kebahagiaan. Mama menghancurkan 2 anak yang harus melihat perpisahan dari orang tuanya, mama memanfaatkan ku dan aku sampai kehilangan bayiku, papa kritis di rumah sakit dan Reval hidup penyesalan dengan perbuatannya dan semua itu karena mama. Apa mama tidak merasa bersalah sedikit saja dengan semua itu. Apa mama tidak merasa jika semua itu adalah perbuatan mama yang sangat kejam," ucap Reya yang mengingatkan Erina tentang dosa-dosanya.


"Lalu aku harus apa Reya. Harus menangis haru dengan penuh penyesalan. Apa itu yang harus aku lakukan," sahut Erina dengan wajah yang tidak pernah merasa bersalah sama sekali.


"Aku rasa tidak ada gunanya aku membicarakan masalah itu pada mama. Sangat tidak ada gunanya dan tujuanku datang kemari juga bukan untuk hal itu. Tetapi aku hanya ingin tau siapa orang tua kandungku," ucap Reya yang langsung mengatakan apa yang sebenarnya yang ingin di sampaikannya.


Erina mendengarnya malah mengendus dengan senyuman, "orang tua kandung. Jadi kamu ingin mencari orang tua kandung kamu. Untuk apa Reya untuk menciptakan keluarga Cemara. Ya ampun Reya percuma. Kamu itu sudah di takdirkan seperti ini. Hidup menyedihkan. Jadi kamu jangan bermimpi bisa hidup seperti orang-orang yang mana kamu memiliki orang tua," sahut Erina yang malah mengejek Reya membuat Reya geleng-geleng melihat sang mama yang menanggapinya seperti itu.


"Aku sudah menduga mama pasti akan menganggapi hal itu ini seperti itu. Mama benar-benar sangat keterlaluan," batin Reya yang memang tidak berharap banyak dari mamanya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2