Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 265


__ADS_3

Reval pun langsung pergi yang meninggalkan Sahila yang sepertinya penuh dengan pikiran. Namun tidak tau apa yang sebenarnya yang di pikirkan Sahila.


"Wanita itu adalah ibunya Reya. Dan itu artinya...." batin Sahila yang sepertinya ada sesuatu yang di ketahuinya.


"Aku harus memastikannya. Aku tidak bisa diam saja. Ini harus benar-benar clear. Kasian Reya jika seperti ini jadinya," batin Sahila yang langsung bergegas ingin pergi dan tidak tau apa yang ingin di lakukannya. Namun melihat foto wanita yang ternyata ibu kandung Reya membuat Sahila tiba-tiba memikirkan sesuatu.


************


Lama menunggu akhirnya Reval pun tiba di kediaman Argantara yang mana Reval langsung turun dari mobil.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Reval yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Reval," jawab Risya.


"Ini berkasnya," ucap Reval yang langsung memberikan pada Reya.


"Makasih ya Reval kamu sudah mengantarkannya," ucap Reya.


"Sama-sama Reya," jawab Reval.


"Ya sudah kalau begitu sebaiknya kita pergi saja," ucap Sean.


"Iya ayo kita pergi!" sahut Citra.


"Aku bisa ikut tidak dengan kalian?" tanya Reval yang tiba-tiba saja mau ikut.


"Kamu mau ikut?" tanya Citra.


"Iya. Kebetulan aku tidak ada pekerjaan dan ingin ikut siapa tau aku bisa membantu apa yang di butuhkan nanti," ucap Reval.


"Ya sudah kalau kamu mau ikut, ayo!" ajak Reya yang tidak masalah sama sekali dan Reval mengangguk yang langsung ikut memasuki mobil yang menggunakan mobil Sean.


"Biar aku yang menyetir Sean," ucap Reval yang mengambil alih dalam menyetir.


"Baiklah," sahut Sean yang tidak masalah dan Reval pun menyetir dengan Citra yang duduk di depan di sebelah Reval. Karena pasti Reya dan Sean akan duduk di belakang.

__ADS_1


"Kita langsung ke Bogor?" tanya Reval.


"Kepanti asuhan sebentar. Ibu panti barusan menelpon ada lagi yang ingin di berikannya yang katanya tambahan informasi," jawab Reya.


"Baiklah kalau begitu," sahut Reval dengan menganggukkan kepalanya dan akhirnya mulai mengendarai mobil tersebut menuju panti asuhan.


**********


Panti Asuhan.


Mereka ternyata mampir di panti asuhan. Reya dan Sean terlihat berbincang-bincang dengan ibu panti Asuhan dan Citra menunggu di luar. Sementara Reval sedang menelpon yang jarak mereka lumayan jauh. Di mana Reval menelpon di dekat mobil. Sekali-kali Citra melihat ke arah Reya dan Sean dari jendela kaca di dekat Citra.


"Kak Sean dan Reya masih berbicara dengan ibu panti dan sepertinya sangat lama. Apa salahnya aku menggunakan kesempatan yang sedikit ini untuk mengetahui kejelasan itu," batin Citra yang tiba-tiba ada ide yang muncul di pikirannya.


Citra langsung berdiri dari tempat duduknya dan terlihat masuk kepanti Asuhan tanpa melewati Reya dan Sean yang masih mengobrol. Namun Reval yang menelpon melihat hal itu.


"Mau kemana Citra?" batin Reval dengan tanda tanya yang melihat kepergian Citra.


Namun Reval tidak berpikir yang panjang-panjang yang mungkin saja Citra ingin ke toilet dan Reval tetap melanjutkan dalam menelpon yang juga tidak tau siapa yang di telponnya.


**********


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari belakang Citra yang membuat Citra kaget.


"Oh ibu. Maaf saya lancang masuk," sahut Citra yang terlihat gugup.


"Tidak apa-apa. Memang apa yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu.


"Hmmm, saya boleh bertanya tidak. Apa ibu Anggika Sutono sebagai donatur tetap di panti asuhan ini?" tanya Citra yang ingin memastikan sesuatu.


"Sebentar ya biar saya cek dulu. Mari nona silahkan duduk!" titah wanita itu dengan sopan dan Citra langsung duduk dan wanita itu juga duduk di depan Citra yang terhalang dengan meja yang mana wanita itu membuka map hitam yang sepertinya data-data donatur di panti asuhan tersebut.


"Nyonya Anggika Sutono?" tanya wanita itu sekali lagi.


"Iya benar," jawab Citra.

__ADS_1


"Oh iya benar sekali. Nyonya Anggika menjadi donatur di panti Kami. Namun itu sudah sangat lama. Tetapi namanya tercantum di sini. Anggika Sutono," ucap wanita tersebut.


"Kira-kira kapan dia menjadi donatur di panti ini.


"Tahun 2000 di mulai dan berhenti di 2001," jawab wanita itu.


"Jadi mama hanya dulu yang menjadi donatur," batin Citra.


"Apa nyonya Anggika mengadopsi anak dari panti asuhan ini?" tanya Citra.


"Kalau masalah itu saya juga kurang tau. Karena itu sudah 20 tahunan lalu dan saya juga baru berada di sini 10 tahun lebih dan masalah itu saya juga tidak tau. Karena menurut catatan yang ada di sini. Nyonya Anggika juga sudah tidak menjadi donatur di panti kami lagi," jawab wanita itu yang tidak memberikan keterangan jelas pada Citra.


Citra mendengarnya terdiam yang tidak tau harus mengatakan apa lagi. Setelah apa yang sudah di ketahuinya.


"Memang ada apa ya Nona. Saya bisa tanyakan dengan ketua panti di sini. Kebetulan dia sudah lama berada di sini dan pasti mengetahui dengan detailnya?" tangan wanita itu yang memberikan Citra kesempatan untuk menyampaikan apa yang sebenarnya di inginkan Citra.


"Citra!" tiba-tiba Reval muncul dan menegur Citra membuat Citra menoleh kebelakang dan melihat Reval yang berdiri di depan pintu yang tidak tau kapan Reval berada di sana.


"Reval," sahut Citra yang terlihat kaget.


"Kamu ngapain?" tanya Reval heran.


"Oh tidak apa-apa. Hmmm ya sudah Bu. Terimakasih ya sudah menginjinkan saya melihat-lihat tempat ini dan semuanya tidak perlu. Tadi saya hanya ingin bertanya saja," ucap Citra yang langsung berdiri dan terlihat gugup.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Citra yang langsung pamit dari hadapan wanita itu dan wanita itu bingung dengan Citra.


"Ayo Reval!" ajak Citra yang langsung menarik lengan Reval yang sebenarnya Reval begitu penasaran dengan Citra. Dan apa tadi Reval mendengar pembicaraan Citra. Tidak ada yang tau juga.


Setelah bertemu dengan ibu panti. Akhirnya Reval, Citra, Sean dan Reya kembali ke mobil dengan posisi mereka masing-masing yang awalnya seperti apa.


"Apa ada informasi tambahan?" tanya Citra.


"Ibu panti memberikan gelang ini," jawab Reya memperlihatkan gelang putih yang masih di pegangnya dengan wajah senduhnya. Citra menoleh kebelakang dan melihat gelang yang di pegang Reya.


"Katanya sewaktu ibuku menitipkan ku di panti asuhan. Aku dan adikku sama-sama memakai gelang itu. Hanya saja sewaktu aku di adopsi. Ibu panti lupa memberikan gelang itu kepada mama dan sementara untuk wanita yang mengadopsi adikku, gelang itu di bawanya," jelas Reya.

__ADS_1


"Kenapa benda itu seperti tidak asing!" batin Citra yang terus melihat benda kecil itu


Bersambung


__ADS_2