
" Hey tunggu!" teriak Reya yang mengejar Regina dan Citra maupun Rose semakin panik dan saat Reya melewati Citra. Citra langsung menarik tangannya.
" Lepaskan aku!" berontak Reya.
" Ngapain kamu di sini dan untuk apa kamu mengejarnya?" tanya Citra berusaha menahan Reya.
" Lepaskan aku! Aku harus mendapatkannya supaya jawabanmu terjawab," tegas Reya yang berusaha melepas tangannya dari Citra. Namun Citra terus menahannya. Karena bisa berantakan jika Reya mendapatkan Regina temannya.
Sementara teman-teman yang lain heran dengan Citra dan juga Reya dan Rose sendiri malah kepanikan.
" Lepaskan aku bilang! Apa yang kamu takutkan hah?" tanya Reya.
" Aku tidak takut apapun!" sahut Citra yang terus menahan Reya.
" Lalu kenapa kau menahanku? lepaskan aku!" Reya terus berusaha. Karena Citra tidak melepaskannya. Reya pun langsung bertindak dan mendorong Citra sampai Citra terduduk ke Aspal.
" Auhhhh," lirih Citra dengan kesakitan oada pantatnya dan Reya langsung mengambil kesempatan untuk lari tanpa bicara apa-apa lagi.
" Reya mau kemana kau!" teriak Citra.
" Ya ampun Citra kamu tidak apa-apa?" tanya Rose yang langsung membantu Citra sampai akhirnya Citra berhasil berdiri menahan sakit pada punggungnya teman-teman Citra yang lain juga mempertanyakan keadaan Citra.
" Kita kejar dia!" tegas Citra.
" Tapi Citra," sahut Rose.
" Aku bilang ayok jangan buang waktu. Kamu mau rencana kita ketahuan, ayo cepat!" Citra menarik paksa tangan Rose dan mau tidak mau Rose harus ikut mengejar Reya yang mengejar Regina.
Reya masih terus mengejar Regina yang juga berlari dengan kencang. Namun Regina memang tidak bisa berlari kencang karena memakaikan heels.
" Aduh sial bagaimana ini. Semua ini gara-gara Citra, jadi aku yang harus kenak imbasnya, Citra kau sudah membuatku kesusahan," umpat Regina yang berlari terus sambil melihat kebelakang yang mana Reya semakin dekat.
Regina yang tidak fokus lari tiba ada mobil di depannya dan Regina tidak melihat itu. Saat melihat kedepan Regina di kagetkan dengan mobil yang dekat dengannya.
Reya menghentikan langkahnya dengan terkejut melihat Regina yang mau tertabrak. Citra dan Rose juga yang sudah dekat juga terkejut dengan mata mereka yang melotot saat teman mereka di ujung nyawa.
" Awass!!!!!" teriak Reya.
" Regina!" Teriak Citra dan Rose.
" Argggghhh!" teriak Regina menyilangkan tangannya di wajahnya.
Chitttt.
__ADS_1
Suara rem mendadak terdengar kuat dan tidak sampai menabrak Regina. Dan Regina yang berdiri di depan mobil itu membuka matanya dengan wajahnya yang pucat dan napasnya yang tersenggal- senggal yang hampir saja mati.
Reya, Rose dan Citra bernapas lega melihat Regina yang tidak jadi tertabrak.
" Hey tunggu!" Reya berteriak membuat Regina menoleh ke belakang dan Regina kembali melanjutkan larinya. Namun langkahnya terhenti saat tangannya tiba-tiba tertahan oleh seseorang yang berasal dari dalam mobil yang ternyata adalah Sean.
" Lepas!" ucap Regina berusaha melepaskan diri dari Sean.
" Gawat bukannya dia kakaknya Citra," batin Regina yang bertambah panik melihat Sean dan berusaha melepaskan diri. Namun Sean menahannya karena Reya sepertinya mengejar orang itu sampai akhirnya Reya dengan napasnya yang naik turun sampai pada Regina.
Citra dan Rose saling melihat dan terkejut melihat adanya Sean yang justru membuat regina tertangkap Reya.
"Sial!" umpat Citra.
" Citra bagaimana ini?" tanya Rose semakin panik.
" Kamu tenang saja. Intinya jangan mengatakan apa-apa, aku akan mengurus masalah ini," jawab Citra yang berusaha untuk tenang.
" Lepaskan aku!" Regina berusaha untuk melepaskan pergelangan tangannya.
" Mau lari kemana kamu?" tanya Reya dengan napasnya yang naik turun.
" Kenapa kau mengejarnya?" tanya Sean.
" Apa aku harus mengatakan pada Sean," batin Reya yang kelihatan bingung.
" Apa-apaan sih kamu mengejar temanku hah! Kamu nggak lihat hampir saja dia mati," ucap Citra marah-marah.
" Aku juga tidak tau kenapa dia mengejarku," sahut Regina yang berusaha berpura-pura tidak tau apa-apa.
" Lalu kenapa kamu lari?" tanya Reya yang berusaha memancing.
" Ya kau menakutinya. Kau itu tidak ada kerjaan ya mengejar-ngejar orang. Kak Sean lepaskan tangannya," sahut Citra yang melepaskan tangan Sean dari pergelangan tangan Regina yang akhirnya terlepas dengan Regina yang mengusap-usap pergelangan tangannya yang terasa perih dia juga mendekati Citra seolah meminta pertolongan.
" Kau benar-benar cari masalah. Ayo Regina kita pergi, wanita ini sinting," ucap Citra yang membawa Regina pergi.
" Kenapa Regina ada dua?" tanya Reya yang membuat langkah, Regina, Rose dan Citra terhenti dan membuat mereka bertiga terkejut dan Sean sendiri penuh dengan kebingungan.
" Mati!" batin Rose ketakutan.
" Apa maksudmu?" tanya Citra membalikkan tubuhnya yang berpura-pura santai.
" Kau. Bukannya Manager Hotel yang mana kita bertemu di Club!" ucap Reya.
__ADS_1
Regina menelan salivanya mendengar kata-kata Reya dan dia semakin panik. Sama dengan Rose yang juga panik dan Sean semakin bingung.
" Manager hotel maksudnya apa?" tanya Sean kebingungan.
" Kenapa kau justru bertanya. Seharusnya aku yang bertanya yang mana kau suruh menemuiku dia atau Regina yang saat makan malam tadi?" tanya Reya.
" Apa maksudmu aku tidak mengerti dan Manager Hotel adalah yang kau temui tadi dan kau tidak jadi bertemu dengannya dan Citra yang menemuinya," tegas Sean.
" Lalu dia siapa?" tanya Reya
" Aku mana tau. Dia teman Citra," jawab Sean.
" Tetapi dia mengaku manager hotel dan menemuiki di Club," ucap Reya. Sean begitu terkejut mendengarnya.
" Kau mengenalnya Regina?" tanya Citra seolah bermain sandiwara.
" Tidak!" Jawab Regina dengan cepat yang berpura-pura tidak mengenal Regina, " Aku tidak tau siapa dia dan apa yang di katakannya menemui di Club, kapan aku ke Club dan aku mustahi mengenalnya. Aku juga tidak tau siapa dia," ucap Regina yang berpura-pura bodoh.
Reya mendengar hal itu sungguh terkejut yang tidak percaya wanita yang menjadi pemicu masalahnya sekarang berpura-pura di hadapannya.
" Kau dengar sendiri Reya. Dia tidak mengenalmu. Jadi kau jangan membuat drama yang tidak masuk akal," sahut Citra menegaskan.
" Jika tidak mengenalku. Lalu kenapa kau lari saat aku mengejarmu dan kau kenapa menghentikanku," sahut Reya. Regina menelan salivanya seolah tidak punya jawaban apa-apa.
" Bagaimana dia tidak lari. Kau itu seharusnya sadar kau itu sangat menakutkan dan Regina adalah teman kami yang begitu polos dan saat kau memanggilnya jelas dia ketakutan. Benarkan Rose!" ucap Citra yang melempar pada Rose.
Rose terkejut mendengarnya dan bingung harus menjawab apa.
" Rose!" tegur Citra menyenggol Rose.
" I-iya benar, dia teman kamu yang sangat polos," sahut Rose dengan gugup. Namun melihat dengan tidak penuh kepercayaan. Yang merasa ada sesuatu di antara Citra dan Rose.
" Sudahlah ayo Regina kita pergi wanita ini memang penuh Sandiwara," desis Citra menarik tangan Regina.
Namun Reya menghentikannya, " aku tidak bersandiwara di sini. Justru kau yang bersandiwara dan menciptakan drama di sini," ucap Reya menatap tajam Citra.
" Apa maksudmu?" tanya Citra tidak kalah menatap Reya tajam yang mereka sama-sama seperti monster.
" Kau mengenal dia dan jelas mengakui dia adalah temanmu. Namanya Regina yang kau suruh menjadi Regina Manager Hotel yang akan aku temuai," ucap Reya membuat Citra kaget dengan matanya yang terbuka lebar.
Tangannya bahkan dingin mendengar pernyataan Reya yang mengetahui hal itu.
" Mampus," batin Rose semakin ketakutan.
__ADS_1
" Apa maksudmu Reya?" tanya Sean dengan penuh kebingungan.
Bersambung