Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 147


__ADS_3

Citra dan Reval berada di dalam mobil yang terparkir di depan rumah Citra. Di mana Reval mengantarkan Citra pulang.


"Citra kamu tidak apa-apa kan?" tanya Reval yang melihat Citra terus murung.


"Tidak apa-apa kak. Aku hanya bingung dan tidak tau harus apa," jawab Citra.


"Memang bagaimana selanjutnya?" tanya Reval yang juga ingin tau perkembangan masalah keluarga Citra.


"Mama dan papa jelas tidak menyetujui hubungan kak Sean dan Reya dan terlebih lagi papa dan mama menyuruh kak Sean untuk menggugurkan kandungan Reya," jawab Citra yang mengejutkan bagi Reval.


"Mama sama papa kamu ingin melakukan hal itu?" tanya Reval yang tampak tidak percaya.


"Benar kak dan kak Sean pasti tidak setuju dan juga tidak akan menghentikan hubungannya dengan Reya," jawab Citra.


"Lalu Reya di mana?" tanya Reval yang tampak khawatir pada Reya.


"Aku juga tidak tau dan aku juga tidak tau apa kak Sean menemukan Reya atau tidak," jawab Citra.


"Lalu Tante Erina bagaimana. Apa masalah sebesar ini sudah tau?" tanya Reval


Citra melihat ke arah dengan penuh kebingungan, " tunggu dulu. Kenapa kakak sepertinya mengenal Reya dan Tante Erina. Bukannya aku belum pernah menceritakan detail siapa Reya?" tanya Citra heran.


"Aku juga belum mengatakan ini kepada kamu Citra. Aku sama Reya saling mengenal. Kita berteman dan aku tidak tau wanita yang kamu maksud selama ini adalah Reya dan bahkan aku juga tidak tau lengkap cerita kehidupan Reya yang aku tau dari dulu Reya tinggal bersama mamanya dan aku tidak tau asal usul keluarganya, papanya atau apa yang terjadi dan aku jelas kaget dengan semua ini yang berhubungan dengan kamu," jelas Reval apa adanya.


"Jadi kakak sudah kenal Reya selama ini?" tanya Citra lagi.


Reval menganggukkan kepalanya, "kamu benar. Aku sudah mengenal Reya dan iya pantesan aku heran saat Reya mengenal kamu," jawab Sean.


"Maksudnya apa Reya pernah menyinggungku?" tanya Citra.


"Bukan itu. Tapi masalah saat pesta kampus. Reya yang menyelamatkan kamu dari Barra dan meminta tolong padaku untuk menyelamatkan mu dan dia juga tidak ingin kamu tau tentang dirinya," ucap Reval yang baru mengatakan kebenarannya yang mengejutkan Citra.


"Jadi benar saat itu ada Reya," sahut Citra yang memang feeling saat itu ada Reya di sana.

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya Reval.


"Aku juga merasa jika ada Reya waktu itu dan ternyata dugaan ku tidak salah dia benar-benar ada," ucap Citra dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan, "dengan apa yang aku lakukan kepadanya tidak membuatnya untuk tidak menyelamatkan ku dan semua masalah yang terjadi adalah kesalahanku. Aku yang salah dan semua ini berakhir seperti ini karena ulahku," ucap Citra yang benar-benar baru menyesal sekarang.


Citra menutup wajahnya dengan kedua tangannya dengan kepala yang menunduk di pastikan air matanya keluar. Karena kebodohan yang di lakukannya. Reval mengusap-usap lembut bahu Citra.


"Hey jangan menangis!" ucap Reval yang langsung menarik Citra kepelukannya, "jangan menyalahkan diri sendiri," ucap Reval.


"Kak Reval tidak tau apa yang aku lakukan. Aku itu sangat jahat dan semua masalah terjadi karena kebodohanku," ucap Citra yang menyesali segalanya.


"Kamu tidak salah Citra. Jangan mengatakan hal itu," ucap Reval yang mencoba untuk menenagkan Citra.


Toko-tok-tok-tok.


Tiba-tiba kaca mobil mereka di ketuk dan membuat Citra dan Reval saling melepas pelukan mereka dan melihat siapa yang mengetuk dan ternyata Anggika yang mengejutkan Citra.


"Mama!" lirih Citra.


"Turun kamu!" titah Anggika yang terlihat marah. Reval dan Citra saling melihat dengan Reval menganggukkan kepalanya dan Citra yang ragu.


"Mama sudah mengatakan kepada kamu Citra untuk tidak berhubungan dengannya dan kamu masih saja berhubungan dengannya. Apa kamu tidak mendengarkan mama!" teriak Anggika.


"Mah ayo kita bicara di dalam," sahut Citra memegang lengan Anggika. Dia tidak ingin Reval tersinggung.


"Kenapa? Mama akan tegaskan kepada kamu sekali lagi. Jangan berhubung dengan dia lagi," tegas Anggika.


"Mah sudahlah. Kenapa mama terus saja melarang aku kak Reval. Apa yang salah di mata mama dan alasan mama tidak masuk akal," sahut Citra yang lama-kelamaan emosi dengan mamanya tersebut.


"Sekarang kamu berani ya Citra marah-marah dengan mama, membentak mama dan juga melawan mama. Apa kamu mau ikut-ikutan dengan kakak kamu yang menentang mama," bentak Anggika.


"Mama cukup. Jangan terus mengungkit masalah kak Sean. Apa yang terjadi dengan kak Sean Citra tidak ingin mencampurinya dan urusan Citra hanya dengan kak Reval. Dan Citra tidak akan mendengarkan mama," tegas Citra.


"Citra kamu!" Anggika ingin melayangkan tangannya lada Citra.

__ADS_1


"Tante cukup!" sahut Reval yang akhirnya keluar dari mobil karena melihat Anggika semakin keterlaluan.


Anggika menurunkan tangannya dan saling melihat dengan Reval. Tidak tau kenapa kesan dari pandangan mata ke-2nya mengandung arti yang tidak bisa di jelaskan.


"Kamu jauhi Citra!" ucap Anggika dengan suara rendahnya.


"Saya mencintai Citra dan tidak mungkin akan menjauhinya," sahut Reval dengan tenang bicara.


"Jangan membicarakan masalah cinta. Pria seperti kamu tidak akan pernah bisa dengan satu wanita," sahut Anggika sinis.


"Mah!" tegur Citra.


"Diam kamu Citra! kamu masuk kedalam! Mama ingin bicara dengan dia," ucap Anggika.


"Tidak mah, Citra...."


"Masuklah Citra!" sahut Reval, "aku akan bicara sebentar dengan mama mu. Tidak akan terjadi apa-apa. Kamu jangan Khawatir jadi masuklah!" ucap Reval dengan lembut.


"Tapi kak Reval," sahut Citra.


"Citra dengarkan aku masuklah!" pinta Reval dan Citra pun akhirnya masuk yang mempercayakan semua pada Reval jika semuanya akan baik-baik saja.


"Saya butuh alasan kenapa Tante tidak menyukai saya?" tanya Reval.


"Karena saya tau pria yang mana yang harus dekat dengan anak saya dan itu tidak kamu," jawab Anggika dengan alasan yang tidak masuk akal.


"Itu alasan yang tidak masuk akal," sahut Reval.


"Terserah itu mau masuk akal atau tidak dengan kamu. Tapi seorang Dosen yang seharusnya kamu itu fokus pada pekerjaan kamu dan saya tegaskan untuk kamu menjauhi Citra karena saya tidak mau putri saya bersama seorang Pria yang seorang Dosen yang pasti sangat suka mempermainkan wanita," tegas Anggika dengan matanya yang menatap tajam Reval.


Namun Reval terkesan begitu tenang dan Anggika pun pergi meninggalkan Reval.


"Apa Tante punya masalah dengan seorang Dosen. Makanya sangat takut dengan Dosen?" tanya Reval membuat langkah Anggika terhenti dan terlihat Anggika begitu panik saat mendengarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2