Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 44 Obrolan menegangkan.


__ADS_3

Acara Perusahaan itu masih berlanjut. Reya dan Sean masih di kamar hotel yang sekarang duduk di pinggir ranjang dengan bersebelahan dan Reya sudah memakai dress yang lain. Dress yang lebih santai yang tidak tau dari mana Sean mendapatkannya.


" Aku akan mengatakan ke pada papa atas apa yang terjadi di antara kita!" ucap Sean membuat Reya terkejut dengan melihat ke arah Sean.


" Jangan!" tolak Reya, " aku mohon jangan sekarang!" ucap Reya yang begitu takut.


Sean memegang tangannya. " Papa harus tau Reya. Jika tidak kau akan terus memikirkan hal ini," ucap Sean dengan keputusannya yang akan tetap jujur pada apa yang rencanakan.


" Jangan sekarang. Aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti. Jika semuanya di beritahukan," ucap Reya kembali meneteskan air mata. Dia sungguh begitu ketakutan dan serba salah.


" Lalu sampai kapan?" tanya Sean lembut.


" Aku tidak mengerti dengan semuanya. Aku masih bingung dan merasa banyak kesalahan di antara kita. Aku takut, takut dan takut menghadapinya. Jadi aku mohon jangan sekarang mengatakannya. Aku tidak bisa jika harus sekarang," ucap Reya menegaskan yang begitu takut dengan permasalahan mereka.


" Jangan menangis. Kau tidak perlu menangis untuk semua ini. Kau jangan khawatir aku akan melakukan yang terbaik untuk hubungan kita," ucap Sean yang menenagkan Reya.


" Sekarang kita kembali. Kita akan pulang," ucap Sean. Karena jika tidak keluar dari hotel itu maka yang lain akan mencari mereka.


*********


Akhirnya Sean membawa Reya keluar dari hotel yang mana Reya sudah memakai pakaian yang layak dan juga bahkan di tutupi oleh jas sean agar pakaian Reya tidak terlalu terbuka.


" Masuklah!" pinta Sean yang membuka pintu mobil untuk Reya dan Reya terlihat ragu.


" Cepat Reya, kau tidak inginkan ada yang melihat kita," ucap Sean mengingatkan. Reya pun tidak punya pilihan dan langsung memasuki mobil tersebut. Sean bernapas lega dan langsung menutup pintu mobil.


" Kak Sean!" Panggil Citra yang datang tiba-tiba saat Sean ingin memasuki mobil di bagian kursi pengemudi.


" Citra," sahut Sean terlihat panik. Pasti Citra akan membuat kerusuhan jika mengetahui ada Reya di dalam sana.


" Kakak mau kemana dan tadi aku melihat ada yang masuk mobil kakak siapa itu?" tanya Citra dengan penuh kecurigaan yang bahkan ingin membuka pintu mobil di bagian Reya. Namun dengan cepat Sean langsung menghentikannya yang menghalangi Citra.


" Tidak ada apa-apa dan tidak ada siapa-siapa. Kaka buru-buru," ucap Sean berusaha melindungi Reya di dalam sana.


" Bohong pasti ada sesuatu kan kak?" tanya Citra yang tidak percaya.


" Sudah ya Citra. Kakak tidak mau memperpanjang masalah apapun denganmu. Jadi hentikan semuanya, kakak harus pergi," tegas Sean.

__ADS_1


" Kak!" Lirih Citra yang merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Sean darinya.


" Citra!" Panggil rose tiba-tiba yang membuat Citra menoleh ke belakang dan Sean mengambil kesempatan untuk buru-buru memasuki mobil sebelum Citra semakin berulah. Sean juga langsung melajukan mobilnya.


" Kak Sean!" Panggil Citra yang kehilangan kakaknya begitu cepat.


" Kenapa sih kak Sean," ucap Citra kesal dengan kakaknya.


" Citra kamu kenapa?" tahya Rose yang sudah menghampiri Citra.


" Aku merasa kak Sean sekarang benar-benar begitu aneh," ucap Citra.


" Maksudnya?" tanya Rose.


" Arghh sudahlah semuanya tidak penting. Kepalaku sakit rencana ku berantakan semuanya," ucap Citra dengan kesal dan langsung pergi memasuki hotel kembali.


" Kenapa sih dia. Aneh banget," gumam Rose yang kebingungan sendiri dengan Citra. Dia juga tidak mau ambil pusing dan langsung memilih untuk memasuki kembali pesata itu.


*******


" Citra apa teman-teman kamu masih di hotel?" tanya Anggika.


" Iya mah, mereka menginap di sana," jawab Citra.


" Kamu sudah menyuruh pelayan hotel untuk melayani mereka dengan baik kan?" tanya Anggika.


" Sudah mah. Mama jangan khawatir. Citra mana mungkin membiarkan mereka tidak mendapatkan servies yang baik," sahut Citra dengan tersenyum.


" Lalu Barra kemana, mama tidak melihatnya ada di pesta apa kamu tidak mengundangnya?" tanya Anggika yang kemarin memperhatikan tamu-tamu yang datang.


" Citra lagi marahan dengannya yang tampaknya dia mulai tergoda dengan wanita lain yang memang ahli dalam menggoda," sindir Citra menatap sinis Reya.


Pasti kata-kata itu untuk Reya dan Reya hanya makan dengan santai walau pikirannya tidak santai.


" Siapa maksud kamu?" tanya Anggika menanggapi dengan serius. Karena melihat mata Citra menatap Reya.


" Siapa lagi kalau bukan anak dari wanita yang ahli dalam penggoda itu. Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya," ucap Citra sinis membuat Reya berhenti makan sejenak saat mendengar kata-kata Reya.

__ADS_1


" Apa yang kamu katakan Citra," sahut Argantara.


" Papa akan membelanya bukan. Walau aku mengatakan hal itu kepadanya. Papa jangan hanya sibuk mengomentari semua perbuatanku. Tetapi seharusnya memperhatikannya untuk tidak gatel dengan pada pacar orang," ucap Citra menegaskan.


" Citra jaga sikap kamu," tegur Argantara.


" Memang kenyataan pah. Jika dia berusaha untuk merusak hubungan Citra dengan Barra," tegas Citra.


" Apa itu benar Reya," sahut Anggika melihat Reya dengan serius.


" Aku tidak melakukan apa-apa," jawab Reya dengan apa adanya.


" Alah bohong mana ada maling mau ngaku," sahut Citra.


" Citra sudah!" tegur Sean yang sejak tadi diam. Namun dia begitu kesal dengan Citra yang selalu mencari keributan.


" Kakak membelanya lagi," sahut Citra.


" Cukup Citra kamu jangan seperti ini. Kamu sadar tidak. Jika kamu sangat keterlaluan yang menuduh Reya seperti itu. Kamu kenapa sih dari kemarin terus saja seperti ini dan masalah Barra. Seharusnya kamu salahkan dia. Itu berarti dia tidak baik untuk kamu dan apa yang kakak katakan sebelumnya terbukti. Jika dia bukan pria baik-baik dan kakak juga tidak setuju kamu dengannya," tegas Sean yang marah pada Citra.


" Jadi menurut kakak apa yang terbaik. Apa menurut kakak dia yang terbaik untuk kakak!" tunjuk Citra pada Reya yang mengejutkan semua orang dengan pernyataan Citra.


" Apa maksud kamu Citra?" tanya Sean.


" Belakangan ini kakak sering membelanya. Apa kakak sudah kembali menyukainya. Apa perasaan kakak sudah kembali berkembang padanya. Kakak sadar tidak kakak memarahi ku berkali-kali karena dia," teriak Citra yang tidak bisa mengendalikan dirinya.


Sementara Reya semakin gemetar dengan apa yang di katakan Citra. Reya begitu takut dengan apa yang terjadi. Perkataan Citra bahkan mengungkit perkataan Sean tadi malam yang juga mengungkap perasaannya yang masih ada.


" Citra jangan bicara sembarangan!" sahut Anggika yang pasti tidak ingin hal itu terjadi.


" Aku tidak bicara sembarangan mah. Tapi mama bisa melihat jika yang terjadi selama ini memang kebenarannya. Wanita itu sudah bermain di belakang kita semua aku yakin dia pasti....."


" Cukup Citra!" bentak Sean.


" Lihatlah kakak kembali membelanya benarkan kakak sudah menyukainya lagi," sahut Citra.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2