
Wajah Sean terlihat penuh penyesalan dengan apa yang terjadi di antara mereka. Mungkin dia telah menghancurkan Reya. Menghancurkan perasaan Reya berkeping-keping.
Dia adalah orang yang pertama yang menyentuh Reya mengambil kehormatannya, kesucian yang di jaganya dan akibat perbuatannya Reya terus menangis yang pasti penuh dengan ketakutan.
Hal itu juga menjadi kepercayaan diri Reya hilang sangat tidak berguna dan pasti Reya tidak akan tau akan seperti apa selanjutnya kehidupannya.
Sean keluar dari kamar Reya dan membiarkan Reya untuk mengumpat di dalam kamar mandi. Memberikan Reya waktu untuk menenangkan dirinya.
Namun saat Sean keluar dari kamar itu. Sean langsung bertemu dengan Citra yang sudah berdiri di depannya dan begitu sangat mengejutkan untuk Sean saat Citra di hadapannya yang menatapnya selidik.
Sean tampaknya tidak ingin ribut dengan Citra atau mendengar ocehan Citra yang akhirnya membuat Sean langsung pergi dari hadapan Citra.
" Kak tunggu!" panggil Citra yang langsung mengejar Sean.
" Ada apa Citra?" tanya Sean yang mau tidak mau harus bicara dengan adiknya itu.
" Kakak kenapa pergi begitu saja. Kenapa menghindari Citra?" tanya Citra.
" Apa yang kamu bicarakan siapa yang menghindari kamu," sahut Sean.
" Lalu tadi apa?" tanya Citra.
" Kamu jangan berlebihan Citra tidak ada apa-apa. Kakak hanya mau istirahat," ucap Sean.
" Istirahat setelah memastikan dia baik-baik aja atau tidak," sahut Citra dengan sindiran.
" Apa maksud kamu Citra?" tanya Sean.
__ADS_1
" Kakak ngapain dari kamarnya. Kakak terlihat khawatir padanya?" tanya Citra penuh dengan kecurigaan. Sean menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
" Apa salah kakak hanya melihatnya. Sudahlah Citra jangan membesar-besarkan masalah. Kamu juga bisa melihatnya," ucap Sean dengan suara lelahnya.
" Sekarang kakak bicara apa itu salah atau tidak. Ada apa sebenarnya kak?" tanya Citra.
" Kamu yang ada apa. Kamu sejak tadi membesarkan masalah yang tidak penting," sahut Sean.
" Citra hanya bertanya saja dan Kenapa kakak bisa satu mobil dengan dia dan jas kakak kenapa di pakainya hanya itu yang ingin Citra tanyakan. Apa salah?" tanya Citra yang harus tau alasan kakaknya agar bisa tenang.
" Apa semua itu begitu penting untuk kamu Citra?" tanya Sean.
" Lalu kenapa tidak menjawabnya," sahut Citra masih menunggu jawaban dari kakaknya itu.
Sean kembali menghela napasnya yang benar-benar stres menghadapi adiknya itu.
" Kakak hanya tidak sengaja bertemu dengannya dan satu mobil dengannya yang kebetulan Reya tidak tau di mana Villa kita. Dan kakak hanya meminjamkan jas kakak padanya. Hanya sesimple itu saja Citra," jelas Sean sama dengan penjelasannya dengan mamanya sebelumnya.
" Apa maksud kamu Citra?" Sean balik bertanya.
" Kakak tidak seharusnya membantunya. Bukannya kita berdua ingin membuatnya menderita. Jadi biarkan saja seharunya. Jika dia luntang lanting atau apapun. Supaya dia bisa kembali ke asalnya dan tidak mengganggu kita," ucap Citra.
" Dia sudah banyak menderita Citra," sahut Sean menekan suaranya yang kelihatan kehilangan kendalinya bicara. Bahkan Citra kaget dengan respon kakaknya itu.
Sean menyadari hal itu kembali mengendalikan dirinya dengan mengatur napasnya dengan mencoba tenang saat Citra terus melihat dirinya dengan penuh kecurigaan.
" Citra sudahlah," sahut Sean dengan napas beratnya, " Jangan membuat kakak tambah pusing. Tidak ada gunanya kita melebatkan masalah seperti ini. Apa yang terjadi hanya kebetulan dan kamu juga stop terus-menerus menyalahkan Reya. Tidak semua kesalahannya Citra. Kamu lihat dia seperti apa. Citra kita manusia. Jadi jangan seperti ini terus kepadanya!" tegas Sean membuat Citra terkejut dengan pernyataan kakaknya.
__ADS_1
" Apa maksud kakak?" tanya Citra dengan kesulitan bernapas.
" Kamu mengerti apa yang kakak maksud," ucap Sean.
" Jadi selain sekarang kakak suka membelanya. Kakak juga sekarang ingin menyuruh Citra untuk menerima Reya begitu. Kak di mana janji kakak yang mana kita harus membuat Reya pergi dari kehidupan kita. Kakak sudah tidak sayang sama Citra dan hanya mau menerima Reya begitu saja dengan mudahnya. Ingat kak dia sudah merampas kebahagiaan kita dan perlahan-lahan dia juga akan mengambil satu persatu dari kehidupan kita," ucap Citra dengan kekecewaannya yang berusaha membuat Sean fokus pada misi mereka.
" Kak Sean kenapa diam. Kakak tidak akan membiarkan dia yang menangkan. Kakak tidak akan membiarkan dia mengbik semua yang kita miliki kan?" tanya Citra.
" Kamu itu salah paham. Kakak hanya tidak mau gara-gara mengurusi Reya. Semua pekerjaan kakak berantakan. Citra kamu dengarkan kakak. Kakak atau kamu sama-sama punya kempuan. Dari pada kita sibuk mengurus Reya, membuat ini itu yang merugikan diri kita sendiri. Mending kita semakin menunjukkan kemampuan dan memperlihatkan siapa yang pantas di antara kita," tegas Sean.
" Citra jangan merasa tersaingi atas kehadiran Reya. Karena sampai kapanpun kamu akan terus merasa kalah. Jadi stop membuat ini itu. Tidak ada gunanya Citra. Kamu harus dengarkan kakak," tegas Sean dengan memegang ke-2 bahu adiknya itu.
Citra hanya diam yang tidak percaya mendengar kata-kata kakaknya itu yang jelas-jelas sudah memihak Reya.
" Kakak rasa cukup dengan pembicaraan kita hari ini. Kakak harus ke hotel memeriksa yang lainnya," ucap Sean. Citra masih diam tanpa merespon apa-apa.
" Dan iya manager hotel yang menagani acara tersebut nona Regina kenapa tidak jadi kamu temui?" tanya Sean membuat Citra tiba-tiba kaget.
Karena memang seharusnya dia atau Reya menemui wanita penting itu. Namun Citra menggantinya dengan Regina yang berpura-pura menjadi manager hotel untuk melancarkan niatnya dan sekarang kakaknya wajar mempertanyakan hal itu karena mendapat laporan dari Regina langsung.
" Mampus bagaimana ini," batin Citra panik.
" Sudahlah. Kamu tidak perlu menemuinya lagi. Kakak yang akan menemuinya dan memeriksa acaranya. Karena malam sudah dekat. Kamu istirahat saja dan mempersiapkan diri kamu untuk nanti malam," ucap Sean yang langsung pergi membuat Citra menghela napas yang merasa lega.
" Untung saja kak Sean tidak banyak bertanya lagi. Apa lagi mengenai manager itu. Mudah-mudahan Reya juga tidak tau menau wanita yang di temuinya semalam siapa," batin Citra memegang dadanya yang mulai spot jantung.
" Tapi kenapa kak Sean sekarang membela Reya terus. Dia belakangan ini sangat aneh. Bahkan mengajakku untuk berhenti mengganggu Reya. Ini hal yang sama sekali tidak masuk aka. Ada apa sebenarnya?" Citra bertanya-tanya dengan penuh kebingungan.
__ADS_1
" Aku tidak mau wanita itu mengambil kak Sean dariku. Dia sudah banyak merebut kebahagian ku. Lihat saja apa yang aku lakukan nanti," batin Citra yang pasti tidak rela hal itu terjadi. Karena di dalam hidupnya dia hanya memiliki Sean yang benar-benar begitu menyayanginya.
Bersambung