
Hari ini Citra kekampus setelah beberapa hari absen saat keluar dari mobil yang di antar oleh supirnya Citra langsung memasuki kampus.
Namun saat Citra berjalan, dia merasa aneh saat setiap orang di lewatinya sepertinya sedang melihatnya sinis. Dan kalau Pria yang di lewatinya senyum-senyum kepadanya tersenyum yang mengandung arti yang membuat Citra heran sampai Citra memeriksa dirinya siapa tau ada yang salah dengan dirinya.
"Ternyata luar dan dalam kelihatan sangat bagus ya, jadi pengen," cicit seorang Pria yang berkumpul dengan teman-teman yang membuat Citra semakin heran. Apa kah dia sedang menjadi bahan pembicaraan dan mendapat tatapan sinis.
"Citra!" panggil Rose yang membuat langkah Citra terhenti dan Rose langsung menghampiri Citra.
"Rose kenapa aku merasa semua orang memperhatikan ku," ucap Citra.
"Iya. Kami sedang menjadi bahan gosip saat ini," ucap Rose membuat Citra kaget.
"Apa maksud kamu?" tanya Citra dengan wajahnya yang panik.
"Kamu lihat ini!" Rose langsung menunjukkan ponselnya pada Citra dan langsung di lihat Citra yang membuat Citra kaget saat menumpukan Vidio dirinya yang berciuman di atas tempat tidur dan Barra lah orang yang melakukannya yang mana saat kejadian di saat pesta kampus yang Barra ingin melakukan niat jahat kepadanya.
Vidio itu seakan menjelaskan jika Citra dan Barra berhubungan. Karena Barra memang sempat membuka pakainnya dan itu membuat Citra terkejut.
"Barra!" lirih Citra.
"Aku juga tidak tau Citra. Kenapa semuanya seperti ini," ucap Rose.
"Barra benar-benar keterlaluan. Dia membuat orang-orang berspekulasi buruk kepadaku dengan menyebar vidio hoak seperti ini. Kurang ajar kau Barra," umpat Citra dengan penuh kekesalannya yang tidak menyangkal jika Barra akan mempermalukan dirinya.
"Kenapa tidak ada lanjutan vidionya, di share dong," sahut salah seorang pria saat melawat Citra dan Rose.
Citra seolah di rendahkan yang mendapat penghinaan dengan ulah Barra yang menghancurkan nama baiknya.
"Bukan hanya itu Citra," sahut Rose lagi membuat Citra melihat Rose dengan serius lagi.
"Apa ada lagi?" tanya Citra.
__ADS_1
Rose mengangguk dan menunjukkan rekaman yang lain yang ternyata sekarang dia dan Reval yang berciuman panas di dalam mobil. Yang mereka lakukan yang bukan hanya sekedar ciuman saja. Namun juga hal lain yang membuat Citra melotot yang tidak percaya hal itu di rekam dan di sudah menyebar.
"Siapa yang melakukan ini?" tanya Citra.
"Aku juga tidak tau Citra," sahut Rose yang begitu panik.
"Beberapa Pria lagi yang mencicipinya, dosen juga di embat," suara nyiyir itu terdengar dari mulut seorang wanita yang melewati Citra.
Citra benar-benar sudah tidak punya harga diri lagi dengan semua berita buruk yang di hadapinya. Bahkan dengan Reval juga dan menjadi pertanyaan bagi Citra. Bagaimana Vidio dia dan Reval. Tidak mungkinkan Reval yang menyebar hal itu.
"Sial!" umpat Citra langsung pergi.
"Kamu mau kemana Citra?" panggil Rose menghentikan tangan Citra.
"Barra, dia harus bertanggung jawab atas semua ini. Aku tidak akan mengampuninya," batin Citra dengan penuh kemarahannya yang tertuju pada Barra.
"Tapi Citra!" Rose sangat mengkhawatirkan sepupunya itu. Namun Citra melepas tangannya dari Rose dan langsung pergi yang pasti untuk menemui Barra.
***********
Barra sedang berada di kantin yang sedang nongkrong bersama teman-temannya yang mana terlihat Barra yang tertawa terbahak-bahak.
"Barra!" teriak Citra dari kejauhan yang terlihat penuh dengan emosi yang mengepal tangannya yang mantap Barra dengan tajam dan orang-orang yang ada di kampus itu juga melihat Citra yang pasti dengan mencibir Citra. Karena pelaku dalam Vidio tersebut adalah dia.
Barra tersenyum dengan melihat kedatangan Citra dan sangat menunggu Citra untuk menghadirinya dan memang benar Citra langsung menghampiri Barra dengan penuh amarah yang sudah tidak terpendam lagi.
"Hay Citra, kamu mencariku?" tanya Barra dengan santainya yang seolah tidak punya dosa saat mengatakan itu kepada Citra.
Plakkkkkkk.
Citra langsung melayangkan tangannya ke pipi Barra. Menampar keras membuat wajah Barra miring kesamping dan bukan hanya satu tamparan Citra mengulangnya lagi di pipi yang berbeda yang membuat Barra terkejut dengan mengepal tangannya.
__ADS_1
"Citra kau berani menamparku!" ucap Barra dengan menekan suaranya dan menatap Citra tajam yang seakan tidak menerima perlakuan yang merendahkan dirinya di depan orang banyak.
"Tamparan itu belum cukup untuk Pria brengsek sepertimu. Apa yang kau lakukan hah! berani sekali menyebar vidio itu dan menghancurkan namaku di kampus ini," ucap Citra dengan menelan suaranya yang tidak takut sama sekali dengan Barra.
Namun kemarahan Citra hanya di balas dengan senyuman oleh Barra yang seakan-seakan tidak berdosa sama sekali yang membuat Citra bertambah marah.
"Citra, kenapa kau harus marah, bukannya vidio itu adalah benar. Lalu kenapa marah Citra," sahut Barra dengan santai.
"Biadap, kau itu brengsek Barra, kau telah menjebakku dan tidak terjadi apa-apa dalam Vidio itu," tegas Citra dengan mengumpat kekesalan.
"Itu hanya menurutmu saja. Namun orang-orang yang melihatnya pikirannya sangat jauh. Bahkan kamu tau tidak banyak yang bertanya kepadaku, bagaimana kelanjutan vidionya dan mereka juga menanyakan bagaimana rasanya kepadaku," sahut Barra dengan santainya bicara tepat di wajah Citra yang membuat Citra semakin murka dan ingin menampar Barra lagi.
Namun Barra menahan tangganya dengan memegang kuat pergelangan tangan Citra.
"Cukup 2 kali Citra. Sisahkan untuk Dosen kesayanganmu," ucap Barra dengan sinis.
"Tutup mulutmu Barra. Kau pikir aku Regina yang bisa kau manfaatkan. Kau berani sekali Barra membuat fitnah dan namaku benar-benar rusak. Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk berseng-senang lagi dan karena kau sudah melakukan semua ini. Maka polisi yang akan menanganinya," ucap Citra dengan tegas dan melepaskan tangannya dari Barra.
"Kau mengancamku?" tanya Barra.
"Kau tau siapa keluarga ku dan tidak akan tinggal diam jika tau apa yang terjadi dan aku tidak akan mengampuni mu. Kau salah berhadapan denganku," tegas Citra dengan tersenyum miring yang melihat wajah Barra yang tampak kaget dengan mata Barra yang melotot dengan rahang kokohnya yang semakin mengeras.
"Untuk semua yang ada di sini!" sahut Citra yang melihat orang-orang yang ada di kantin itu, "aku katakan kepada kalian semua yang ada di sini. Vidio yang di sebarkan pria brengsek ini hanya sampai situ saja dan pria ini telah menjebakku dan aku masih berhasil selamat dari perbuatan busuknya. Jadi apa yang terjadi hanya untuk menghancurkan ku dan dia akan bertanggung jawab atas perbuatannya!" tegas Citra menunjuk Barra yang mana Barra hanya terdiam yang tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya mengepal tangannya yang meluapkan kemarahannya pada Citra.
"Dan kalian semua berpikirlah dan bijak mengambil kesimpulan. Jika apa yang di sebar olehnya tidaklah lah benar dan justru dia telah mempermalukan dirinya," tegas Citra yang dengan lantang langsung klarifikasi sebelum namanya akan semakin tercoreng. Merasa cukup untuk klarifikasi lalu Citra langsung pergi dari hadapan Barra. Setelah menatap tajam Barra.
"Lalu apa ada kelanjutan vidio tentang kau dan Dosen itu," sahut Barra yang membuat Citra menghentikan langkahnya dan kaget dengan perkataan Barra yang membuat Citra dek-dekan. Dia sangat takut jika Barra tau sesuatu tentang dirinya dan Reval.
Namun Citra berusaha untuk tenang dan lebih baik pergi dari pada berkata apa-apa lagi. Namun saat beberapa langkah Citra berpapasan dengan Reval dan membuat langkah citra terhenti. Namun apa yang terjadi dia dan Reval hanya saling melihat tanpa Reval mengatakan apa-apa. Atau membela dirinya dan menjelaskan supaya pikiran orang-orang tidak lain mengenai dirinya dan Reval. Seolah-olah Reval menunjukkan sikap tidak peduli kepada Citra.
Bersambung
__ADS_1