
Citra selama ini ikut dengan Sean dan Reya. Karena dia jauh lebih nyaman tinggal bersama kakaknya di bandingkan orangtunya. Banyak masalah di rumahnya yang mana sang papa dan mamanya sering bertengkar dan sampai-sampai Argantara melakukan perjalanan bisnis keluar Negri untuk menghindari pertengkaran dengan istrinya yang pasti Anggika ingin menanyakan masalah Sean yang belum selesai-selesai dengan rahasia yang belum di ketahui istrinya dan tidak tau Argantara sampai kapan akan merahasiakan hal itu.
Karena masalah itu Citra memilih untuk tinggal bersama Sean dan Reya dengan kondisi Citra jauh lebih baik dan berusaha untuk menerima takdirnya yang hanya di jadikan sebagai alat balas dendam saja oleh Pria yang di cintainya. Berusaha menerima takdir itu walau itu sangat menyakitkan dan menyiksa dirinya.
Citra, Reya dan Sean sekarang sedang menikmati makan malam bersama dengan banyaknya lauk di meja dengan terhidang yang mengubah selera.
"Citra kamu coba ini. Ini cumi saus tiram. Kata kak Sean kamu menyukai makanan ini," ucap Reya dengan ramah.
"Makasih Reya, aku memang sangat suka cumi saus tiram dan sudah lama tidak memakannya," sahut Citra dengan tersenyum.
"Reya sengaja membuatkan yang special untuk kamu. Jadi kamu harus menikmatinya," ucap Sean.
"Tidak special juga kamu jangan seperti itu. Nanti kalau tidak enak aku jadi malu sama Citra," ucap Reya.
"Ini pasti enak kok Reya. Aku cicip ya," sahut Citra. Reya mengangguk-anggukkan kepalanya dan menunggu Citra untuk mencicipinya.
"Bagaimana apa enak?" tanya Reya yang takut-takut jika makanannya tidak enak.
"Ini sangat enak, kamu pintar sekali memasak," sahut Citra dengan tersenyum membuat Reya lega.
"Serius enak. Kamu sedang tidak berbohong kan?" tanya Reya yang masih ragu.
"Untuk apa aku berbohong. Jika tidak enak. Maka aku akan mengatakan tidak akan enak dan jika enak maka enak dan ini enak," sahut Citra apa adanya.
"Reya kamu dengar sendiri kan Citra mengatakan sangat enak," sahut Sean yang juga ikut tersenyum.
"Lain kali boleh ya Reya aku di masakkan lagi," ucap Citra.
"Jangan khawatir Citra aku masakkan apa yang kamu mau," sahut Reya.
"Hmmm, kak Sean beruntung sekali punya istri seperti Reya. Pasti berat badannya akan naik terus dengan makanan yang enak-enak yang di berikan Reya," ucap Citra dengan tersenyum.
"Selain Reya memberikan ku makanan dia juga memberikan banyak hal lain. Jadi jelas berat badan kakak akan naik karena kebahagiaan," sahut Sean.
"Sombong sekali," sahut Citra dengan kesal. Reya hanya tertawa saja dengan adik kakak yang manis itu saling bercanda.
__ADS_1
"Alhamdulillah Citra benar-benar sekarang bisa berbaur denganku, dia banyak bicara denganku dan sepertinya tidak ada apa-apa lagi di antara kami. Semoga kedepannya semuanya tetap seperti ini," batin Reya dengan tersenyum yang penuh kebahagiaan yang melihat Citra makan dengan lahap.
"Citra memang lebih baik tinggal bersamaku. Aku lebih tidak khawatir dengan keadaannya dan aku juga bisa mengawasinya dan dia tidak akan pernah kesepian. Ini jauh lebih baik. Dia dan Reya juga semakin lama semakin dekat," batin Sean yang merasa sangat bahagia dengan keadaan yang sekarang yang telah di jalaninya.
"Ehegg," tiba-tiba Citra ingin memuntahkan makanannya yang membuat Reya dan Sean kaget.
"Citra kamu baik-baik aja?" tanya Reya.
"Tiba-tiba aku merasa mual," sahut Citra memegang perutnya.
"Apa ada yang salah dengan makananya?" tanya Reya panik.
"Tidak Reya. Ini sepertinya bukan kesalahan makannya. Tetapi aku saja memang tidak baik-baik saja. Aku mungkin saja sudah kekenyangan," jawab Citra yang merasa tidak enak.
"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Sean yang merasa sang adik tidak baik-baik saja.
"Iya kak aku tidak apa-apa, Ehegk," Citra kembali ingin mual dan ini sangat parah yang membuat Sean dan Reya sama-sama khawatir dengan mereka yang saling melihat.
Citra bahkan sampai berdiri dari tempat duduknya dan berlari kekamar mandi untuk memuntahkan semua makanan yang telah di makannya.
"Kau juga tidak tau. Kenapa dia tiba-tiba mual," sahut Reya yang juga panik dengan Citra.
"Mungkin saja dia kekenyangan seperti yang yang dia katakan. Karena makanan yang kamu berikan," sahut Sean dengan tersenyum.
"Apa makanan ku seenak itu?" tanya Reya.
"Sangat enak. Buktinya sampai Citra mual-mual karena perutnya sudah tidak muat lagi," jawab Sean dengan bercandaan.
"Isss kamu ini benar-benar ya, bisa aja," sahut Reya dengan senyumnya yang indah. Mereka berdua kembali melanjutkan makan mereka dengan lahap dan menganggap Citra benar-benar hanya kekenyangan saja.
***********
Reya mm menaiki anak tangga dengan membawa nampan yang berisi minuman dan juga potongan buah dan Reya berhenti di depan kamar Citra.
Toko-tok-tok-tok.
__ADS_1
Reya mengetuk pintu kamar Citra.
"Masuk tidak di kunci," jawab Citra dari dalam dan Reya pun langsung membukanya dan masuk ke dalam kamar yang melihat Citra bersandar di kepala ranjang.
"Reya," sahut Citra.
"Aku menggangu tidak?" tanya Reya.
"Tidak sama sekali masuklah, ada apa?" tanya Citra.
"Ini aku bawahan kamu minuman dan juga potongan buah aku rasa setelah memakan ini kondisi kamu akan jauh lebih baik," jelas Reya yang duduk di samping Citra.
"Ya ampun Reya kamu itu repot-repot sekali. Seharusnya tidak melakukan ini," ucap Citra yang merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa Citra tidak ada yang repot ih iya bagaimana keadaan kamu apa masih mual-mual?" tanya Reya.
"Masih sih. Tetapi sudah jauh lebih baik kok sekarang. Tapi tidak tau juga nanti bagaimana," sahut Citra yang mengusap-usap perutnya yang tidak memang merasa stabil dengan kondisinya.
"Kalau begitu sangar cocok dengan buah yang aku berikan ini. Jadi rasa mual kamu akan hilang," ucap Reya.
"Makasih ya Reya kamu memang baik sekali," ucap Citra yang merasa beruntung dengan Reya yang sangat perhatian kepadanya.
"Jangan terlalu berlebihan mengucapkan terima kasih. Apa yang aku lakukan tidak terlalu besar," sahut Reya.
"Apapun itu aku mengucapkan terima kasih kepadamu. Kamu baik sekali," ucap Citra dengan tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu sekarang ayo kamu makan," ucap Reya yang berniat menyuapi Citra.
"Reya tidak perlu di suapi aku bisa makan sendiri," ucap Citra yang menolak untuk di suapi.
"Baiklah kalau begitu, makanlah!" ucap Reya. Citra mengangguk dan langsung memakannya.
"Aku ingin bertanya mengenai Reval pada Citra. Tapi apa Citra nanti tidak akan tersinggung ya," batin Reya yang masih penasaran dengan suatu hal mengenai hubungan Citra dan juga Reval. Karena Reya merasa masih ada yang belum tuntas.
Bersambung
__ADS_1