Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 52 Keputusan.


__ADS_3

" Citra tunggu!" panggil Rose yang mengejar Citra begitu juga dengan Regina dari pada dia nanti akan di marahi. Jadi lebih baik pergi mengejar Citra.


Yang hanya tinggal Reya, Sean dan Diki.


Diki menundukkan kepalanya yang juga memilih untuk pergi dan meninggalkan Reya dan Sean. Di mana Reya melihat Sean yang hanya berdiri yang seakan menyesal karena hampir ingin menampar Citra. Sean memijat pelipisnya.


Reya ingin melangkah mendekati Sean. Namun langkahnya terhenti yang merasa tidak ada gunanya dia mendekati Sean atau menenagkan Sean. Reya memilih untuk pergi meninggalkan Sean di sana dengan helaan napas Reya yang kasar.


Tinggal hanya Sean dengan mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya dengan napasnya yang masih tidak terkontrol.


" Kenapa kamu bisa melakukan hal segila itu Citra! apa yang kau pikirkan Citra. Apa kau tidak berpikir apa yang kau lakukan. Mengacaukan semuanya," Lirih Sean dengan suaranya beratnya yang kembali mengusap wajahnya kasar yang tidak percaya dengan perbuatan adiknya.


" Dan aku, kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku. Aku ingin menampar Citra. Apa yang kau lakukan Sean?"


Sean lebih tidak percaya lagi dengan dirinya yang tidak bisa mengendalikan dirinya yang mana hampir menampar Citra.


Sean harus serba salah. Citra adiknya yang memang berubah menjadi tidak terarah karena masalah keluarganya dan Sean juga tidak mungkin membenarkan perbuatan Citra. Karena Sean manusia yang tidak mungkin tidak membela Reya.


********


Reya berada di dalam mobil yang menyetir menuju pulang ke Villa.


" Aku tidak percaya jika kebencian Citra kepadaku membuat sampai melakukan hal ini, dia sangat keterlaluan," batin Reya yang masih mengingat kata-kata Citra tadi pada Sean. Di mana Citra sangat membencinya dan sama sekali tidak menyesal telah menjebak Reya. Hanya demi membuat Reya jelek di mata Argantara.


" Semuanya sudah terjadi. Apa yang terjadi tidak bisa di ubah lagi. Tujuan Citra ingin membuat papa membenciku. Namun siapa sangka terjadi yang jauh lebih buruk padaku. Aku harus bertemu Sean dan semuanya terjadi," batin Reya dengan memijat kepalanya yang terasa begitu berat.


********


Mobil Reya sampai di Villa dan langsung bertemu dengan Argantara dan Anggika yang ada di teras Villa.


" Dari mana kamu?" tanya Anggika.


" Reya habis menemui Diki. Tadi sudah minta izin sama papa," sahut Argantara yang menjawab.


" Reya kamu bertemukan dengannya?" tanya Argantara.


" Iya pah," jawab Reya.


" Mau ngapain kamu menemui dia?" tanya Anggika.

__ADS_1


" Hanya ingin mengucapkan terima kasih saja," jawab Reya. Anggika selalu saja melihat Reya dengan penuh kecurigaan.


Tidak lama mobil yang di setiri supir berhenti yang di dalamnya ada Citra dan Rose yang mana mereka langsung keluar dari dalam mobil dan langsung bertatapan dengan Reya.


Mata Citra terlihat memerah yang jelas habis menangis.


" Apa Reya mengatakan kepada papa?" batin Citra yang tiba-tiba kepanikan.


" Citra bagaimana ini!" bisik Rose.


" Citra Rose kenapa masih berdiri di sana. Kemari!" panggil Argantara. Rose dan Citra mengangguk dan langsung menghampiri mama dan papanya.


" Kamu kenapa Citra?" tanya Anggika melihat mata putrinya sembab.


" Tidak apa-apa," jawab Citra yang langsung masuk setelah menatap tajam Reya.


" Citra tunggu!" panggil Rose, " Om Tante, Rose masuk dulu," ucap Rose yang buru-buru langsung masuk.


" Kenapa mereka berdua?" tanya Anggika merasa ada sesuatu.


" Aku juga mau masuk. Soalnya Reya belum menyiapkan barang-barang untuk pulang besok," ucap Reya pamitan yang juga langsung masuk.


***********


" Citra sudah dong. Nanti Tante Anggika kemari dan semuanya bisa ketahuan," ucap Rose yang sejak tadi membujuk Citra.


" Aku tidak percaya kalau kak Sean akan melakukan hal itu. Dia ingin menamparku di depan wanita itu," ucap Citra yang menangis sengugukan.


" Mungkin kita sudah keterlaluan Citra," ucap Rose.


" Kamu membela dia," sahut Citra.


" Bukan begitu Citra. Aku juga tidak tau apa yang kamu lakukan kepada Reya dan sepertinya itu bermasalah. Makanya kak Sean semarah itu dan kita juga belum tau apakah Reya nanti akan mengadukan hal ini pada Om Argantara," ucap Rose.


" Kau takut dia mengadukan kita. Aku sudah tidak peduli masalah itu," ucap Citra dengan kesal.


" Ya kamu tidak peduli. Aku bagaimana. Sudahlah Citra jangan menangis lagi. Kamu harus tenang. Kak Sean juga tidak sengaja dan pasti tidak bermaksud," Rose terus membujuk Citra yang masih menangis.


************

__ADS_1


Sena baru pulang setelah merasa tenang. Sean melewati ruang tamu yang di sana ada mamanya.


" Sean!" panggil Anggika membuat langkah Sean terhenti.


" Iya mah," jawab Sean.


" Kamu tau Citra kenapa?" tanya Anggika, " mama melihat sepertinya dia habis menagis," ucap Anggika.


" Jadi Citra masih menangis," batin Sean.


" Sean!" tegur Anggika yang melihat Sean malah bengong.


" Mungkin Citra hanya ada masalah kecil. Nanti Sean akan tanyakan kepadanya," ucap Sean.


" Iya kamu tolong lebih perhatian kepada adik kamu. Kamu taukan bagaimana dia semenjak Reya ada bersama kita. Mama tidak ingin Citra menjadi korbannya. Jadi mama mohon kepada kamu untuk lebih perduli kepada Citra," ucap Anggika yang memberikan saran.


" Iya mah, nanti Sean akan coba bicara padanya. Ya sudah Sean kekamar dulu," ucap Sean yang langsung pergi dari hadapan mamanya.


" Aku berharap. Tidak terjadi apa-apa kepada anak-anak ku," batin Anggika yang selalu saja cemas.


*********


Mendengar perkataan mamanya Sean ingin langsung menemui Citra yang mungkin langsung meminta maaf. Namun saat di depan kamar Citra. Sean mengulurkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar itu.


" Mungkin aku harus memberi waktu Citra. Dia pasti masih shock. Jadi biarlah dia menangis," batin Sean yang mengulur niatnya. Sean menghela napasnya dan berbalik badan yang ternyata Reya yang lewat menuju kamarnya dan saling melihat dengan Sean.


Namun hanya sebentar. Karena Reya saat itu juga langsung pergi yang tidak mau bicara panjang lebar dengan Reya.


" Semua terjadi karena kesalah. Citra," batin Sean.


***********


Hari ini adalah kepulangan mereka semua kembali ke Jakarta. Mereka terlihat memasuki mobil dan Citra tampak sendu yang masuk saja dan tidak bicara apa-apa lagi. Sean juga memperhatikan tingkah Citra. Di pastikan Citra marah pada Sean.


Reya juga melihat Citra yang hanya diam dan tidak peduli dengan Sean. Yang tidak seperti biasanya dan pasti itu karena kejadian tadi malam. Dan tidak sengaja Reya dan Sean slaing melihat. Namun Reya langsung mengalihkan pandangannya dan langsung memasuki mobil.


" Ayo Sean! Kenapa kamu jadi bengong?" tanya Anggika.


" Iya mah, tidak apa-apa," jawab Sean dan langsung memasuki mobil. Rose dan Karin juga ikut pulang bersama mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2