Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 164


__ADS_3

Reval ke luar dari kamar mandi dan membiarkan Citra untuk mandi. Namun entah kenapa Citra merasa tidak bahagia seperti biasanya dia melihat Reval yang sangat dingin kepadanya. Padahal mereka tadi malam baru saja melakukan hubungan yang pasti itu karena cinta dan hasrat di keduanya. Namun tidak tau cintanya apa hanya dari Reval saja. Atau Reval juga iya.


Citra hanya menghela napasnya saja dan melanjutkan mandinya dengan Citra yang berendam di air karena untuk menyegarkan tubuhnya yang memang otot-ototnya sakit semuanya.


Sementara Reval yang berada di kamar dengan duduk di pinggir ranjang dengan menguap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Dia yang menginginkan mu hancur Citra dan ini bukan kesalahan ku," batin Reval yang berusaha untuk membenarkan tindakannya pada Citra.


Dari hatinya terlihat ada penyesalan karena melibatkan Citra. Namun Reval menantang semua itu karena kembali melihat penderitaan ibunya dan juga banyak penghinaan yang di dapatkannya dari Anggika yang membuat Reval harus menghancurkan Citra dalam sekejap.


**********


Setelah Citra mandi dan sudah bersih-bersih. Citra langsung keluar dari kamar dan menuju dapur yang mana ada Reval di sana.. Langkah Citra sangat pelan yang mungkin Citra masih merasa sakit berjalan.


"Kamu sudah selesai mandi?" tanya Reval.


"Iya," jawab Citra.


"Kalau begitu Kemarilah, kamu sarapan dulu!" ajak Reval. Citra menganggukkan kepalanya dan langsung menghampiri Reval. Reval menarik kursi untuk Citra dan Reval juga langsung duduk di samping Citra.


"Makanlah!" ucap Reval. Citra mengangguk dengan melihat nasi goreng yang disiapkan Reval untuknya dan Citra mulai memakannya.


"Kamu harus pulang Citra!" ucap Reval membuat Citra tidak jadi makan dan melihat ke arah Reval.


"Mengusirku!" sahut Citra yang kelihatannya jauh lebih sensitif sekarang. Apa mungkin karena setelah menyerahkan kehormatannya dia seakan sudah tidak di butuhkan lagi.


"Kamu jangan langsung berpikiran seperti ini. Aku hanya tidak mau masalah semakin banyak dengan kamu datang kemari. Mamamu pasti tau dan mungkin akan melakukan hal yang lebih padaku. Hanya karena kedatangan kamu," ucap Reval.


Citra tersenyum lirih mendengar perkataan Reval, "lalu kenapa tidak mengatakannya dari tadi malam. Kenapa harus sekarang?" tanya Citra yang seakan merasa sakit dengan perkataan Reval.


"Apa maksud kamu?" tanya Reval.


"Tidak ada," jawab Citra dengan santai yang sepertinya sangat kecewa dengan sikap Reval kepadanya.


"Citra kamu jangan salah paham dulu, aku menyuruhmu pulang demi kebaikan mu dan aku tidak mau..."

__ADS_1


"Mendapat masalah begitu," sahut Citra memotong pembicaraan Reval, "tidak ingin repot, tidak ingin terluka, karena hanya berhubungan denganku dan lebih baik menyuruhku pergi supaya kak Reval tidak berurusan dengan mama lagi, sangat simple pemikiran kak Reval yang memang lebih baik tidak menjalani sesuatu yang menantang dari pada harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga,"


"Oh tidak, aku lupa aku bahkan sudah tidak ada harganya lagi, jadi apa yang di perjuangkan," ucap Citra dengan tersenyum berbicara pada Reval. Senyum yang menunjukkan rasa kecewanya.


"Citta, kamu salah paham, Semua ini hanya demi...."


"Bukan kebaikanku. Tapi kebaikan kamu," sahut Citra yang mana air matanya menetes dan langsung di sekanya.


"Ya aku harus pulang," sahut Citra yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi dari tempat itu setelah di kecewakan oleh Reval.


"Citra tunggu!" Reval pun berdiri dan langsung menyusul Citra dan berhasil menghentikan tangan Citra.


"Citra aku mohon jangan seperti ini," ucap Reval.


"Lepas!" Citra melepas tangannya dari Reval.


"Citra bukan aku yang tidak menginginkan kita bersama terus. Tapi mama kamu, dia yang menentang segalanya dan kamu lihat apa yang di lakukannya kepadaku. Aku hampir saja mati dengan orang-orang yang di suruh mama kamu untuk menghajar dan aku hanya tidak ingin kamu mendapat masalah," tegas Reval.


"Pengecut!" desis Citra, "mengatakannya baru sekarang, seakan tidak bisa melakukan apa-apa dan sekarang menyalahkan mama. Pengecut!" umpat Citra yang benar-benar muak dengan Reval.


"Citra!" lirih Reval.


Citra berlari keluar dari rumah Reval dengan menangis dan Reval sama sekali tidak menyusulnya dan bagaimana Citra tidak merasa jika dia sudah tidak ada harganya lagi sekarang. Dia mati-matian berusaha meloloskan diri dari kurungan sang mama, menemui Reval hanya untuk sama-sama memperjuangkan hubungan mereka.


Tapi apa setelah apa yang seharusnya tidak di lakukan Citra. Namun di lakukannya karena perasaannya yang begitu dalam. Semua sia-sia bahkan Reval berubah menjadi dingin dan bahkan berbicara seolah tidak mau berjuang sedikit pun jadi sangat wajar jika Citra harus kecewa dengan Reval.


**********


Dengan wajahnya yang sendu dan perasaannya yang hancur dan mata yang pasti sembab Citra mau tidak mau pulang kerumah orang tuanya dan berjalan dengan langkah yang tidak bersemangat yang langsung menuju ruang tamu.


"Berani sekali kamu pulang!" suara itu membuat langkah Citra terhenti. Siapa lagi jika bukan mamanya dan Citra menghela napasnya dan membalikkan tubuhnya yang memang benar ternyata Anggika yang pasti menatap tajam Citra.


"Apa sekarang sudah merasa lebih baik hah! pulang seenaknya setelah menemuinya," ucap Anggika.


"Aku memang menemuinya. Lalu kenapa?" sahut Citra yang sudah tidak peduli dengan apa lagi.

__ADS_1


"Kamu ini ya benar-benar," Anggika dengan kesal ingin melayangkan tangannya lada Citra.


"Anggika!" sentak Argantara yang tidak jadi melakukan itu padahal Citra terlihat sudah siap menerima tamparan itu sampai memejamkan matanya.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu ingin menpar Citra?" tanya Argantara yang benar-benar kaget dengan kelakukan istrinya.


"Aku hanya memberi anak ini pelajaran yang semakin lama semakin tidak bisa di ajar. Dia sudah mulai melawan dengan mengikuti Sean dan terus menantangku," ucap Anggika dengan marah-marah.


"Apa maksud kamu, menantang apa. Kamu dengar aku Anggika, masalah Citra membantu Sean dan Reya. Aku tidak pernah mengalahkan Citra. Karena aku tau dia melakukan itu hanya karena sangat menyayangi kakaknya dan aku sudah berkali-kali mengatakan kepada kamu jangan menyalahartikan Citra. Karena dia tidak salah apa-apa!" tegas Argantara.


"Mas aku tau kamu membelanya. Tapi aku marah kepadanya karena dia melakukan kesalahan besar," sahut Anggika.


"Apa yang di lakukannya?" tanya Argantara.


"Karena Citra berhasil kabur dari kurungan mama, selama 2 bari belakangan ini," sahut Citra yang menjawab pertanyaan itu membuat Argantara langsung melihat kearah Anggika yang mana Argantara begitu terkejut mendengarnya.


"Apa kamu bilang Citra mama kamu mengurung kamu?" tanya Argantara.


"Iya pah," jawab Citra apa adanya.


"Anggika apa yang kamu lakukan tanpa sepengetahuanku kamu bertindak sejauh itu pada Citra," ucap Argantara yang tidak habis pikir dengan perbuatan istrinya.


"Aku melakukan semua itu karena anak ini tidak mendengarku. Di mana dia sudah menentangku. Aku sudah melarangnya untuk tidak bertemu dengan Dosen itu. Tetapi apa dia menemuinya dan aku hanya memberinya pelajaran," tegas Anggika.


"Mama selalu saja menyalahkan kak Reval. Mama terus melarang Citra berhubungan dengannya dan tidak hanya dengan alasan yang sama sekali tidak masuk akal," ucap Citra dengan air matanya yang kembali menetes.


"Jika mama melarang kamu. Itu karena ada sesuatu Citra," sahut Anggika.


"Lalu apa sesuatunya," sahut Argantara yang seakan tidak tau apa yang terjadi pada Citra yang belakangan ini mendapat tekanan dari yang lainnya.


"Mas, Citra tidak pantas berhubungan dengan dia. Dia hanya seorang Dosen dan Dosen tidak ada yang baik," ucap Anggika dengan merendah suara nya


"Sudahlah mah, Citra muak dengan semua kata-kata mama. Mama terus terus mengatakan hal itu mama itu sangat jahat sampai-sampai juga ingin membunuh kak Reval," ucap Citra yang mengejutkan Anggika.


"Apa yang kamu katakan Citra. Kamu jangan menuduh mama sembarangan," sahut Anggika.

__ADS_1


"Sudahlah mama pikir Citra tidak tau mama menyewa berapa orang untuk mengajar kak Reval sampai setengah mati, mama itu sangat jahat," umpat Citra yang menunjukkan kemarahannya dan Argantara begitu terkejut mendengar pengaduan dari anaknya yang sepertinya banyak menderita belakangan ini.


Bersambung.


__ADS_2