Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 241


__ADS_3

Kondisi Citra yang sudah baik-baik saja dan bahkan dia memang hanya perlu untuk beristirahat saja dan Citra yang bersama Reya yang selalu menemani Argantara yang sudah tidak tau sudah berapa lama Argantara tidak bangun dari komanya yang pasti membuat Citra dan Reya terus sedih.


"Kapan papa akan bangun?" ucap Reya dengan memegang tangan Argantara menggengam 5 jemari tangan itu dengan meletakkan di pipinya.


"Pah, kita semua sangat merindukan papa. Jadi bangunlah pah, kita mohon pah," sahut Citra yang berada di sebelah kanan Argantara yang sedang duduk dan Reya yang di kiri Argantara yang mereka sama-sama menggenggam tangan Argantara.


"Benar pah, kita semua sangat merindukan papa. Jadi bangunlah pah," sahut Reya dengan matanya berkaca-kaca. Mereka hanya menatap sendu pada orang yang sama sekali tidak bicara.


"Citra kita doakan saja ya, semoga papa baik-baik aja," ucap Reya.


"Iya Reya kamu benar, lebih baik kita mendoakan papa saja," sahut Citra dengan menghela napasnya.


"Hmmm, aku mau keluar sebentar cari makanan. Kamu tunggu di sini ya," ucap Reya.


"Aku ikut saja," sahut Citra.


"Tidak usah Citra. Hanya sebentar aja kok. Kamu jagain papa saja," sahut Reya.


"Tidak Reya. Aku mau ikut aja. Lagian sebentar lagi kak Sean pasti datang dan dia juga akan marah kalau melihat kamu pergi sendirian," ucap Citra.


"Tapikan. Aku hanya pergi sebentar saja," sahut Reya.


"Ya tidak apa-apa. Kamu juga tidak ada temannya. Jadi aku temani saja," sahut Citra.


Reya menghela napasnya, "ya sudah kalau memang itu mau kamu," sahut Reya yang tidak bisa melarang Citra. Citra tersenyum dan langsung berdiri dari tempat duduknya yang mungkin Citra merasa bosan sendirian dan maknanya mau ikut bersama Reya.


*******


Reya dan Citra hanya ke toko kue yang tidak jauh dari rumah sakit. Hanya dekat saja menggunakan mobil hanya 5 menit saja sudah sampai. Mereka berdua membeli beberapa jenis roti untuk mereka makan.


"Kamu mau yang mana lagi?" tanya Reya yang sudah banyak memilih makanan yang di inginkannya.


"Samakan aja sama kamu," jawab Citra.


"Baiklah kalau begitu," sahut Reya yang kembali memasukkan banyak roti-roti yang di bungkus kedalam plastik kedalam keranjang.

__ADS_1


Citra hanya melihat-lihat saja membiarkan Reya yang memilih dengan sesukanya. Namun tiba-tiba Citra melihat ke arah kasir. Di mana Citra memandang serius kekasir yang melihat seorang wanita yang memakai jaket tebal dengan penutup kepala yang membuatnya bingung.


"Reya!" tegur Citra dengan menepuk bahu Reya.


"Ada apa?" tanya Reya heran.


"Kamu lihat itu?" tunjuk Citra yang matanya fokus kekasir dan Reya pun melihat arah pandang Citra yang benar-benar membuat Reya terkejut.


"Mama!" lirih Reya yang langsung bisa menebak jika itu Erina. Walau Erina sudah menyamar.


Erina yang selesai melakukan pembayaran langsung pergi. Namun saat melangkah. Erina melihat ke arah Reya dan Citra dan Erina sendiri juga kaget dan langsung buru-buru pergi.


"Mamah!" panggil Reya.


"Itu benar-benar Tante Erina Reya," ucap Citra yang panik.


"Kamu benar Citra, ayo kita kejar," sahut Reya yang meletakkan keranjangnya dengan sembarangan dan langsung pergi buru-buru keluar dari toko roti itu.


Erina yang menyadari dirinya di kejar langsung memasuki mobilnya dengan cepat.


"Ayo Reya kita kejar," ajak Citra dengan tergesa-gesa. Reya mengangguk dan mereka langsung masuk mobil untuk mengejar Erina dengan Reya yang menyetir dengan kecepatan tinggi agar tidak kehilangan jejak Erina.


"Citra kamu cepat hubungi kak Sean!" ucap Reya dengan fokus menyetir.


"Baiklah," sahut Citra yang langsung mengambil handphonnya dan menghubungi Sean, sementara Reya tetao fokus menyetir.


"Hati-hati Reya," ucap Citra mengingatkan Reya agar tetap berhati-haru walau mereka sedang buru-buru.


Reya menganggukkan kepalanya dan terus mengejar mobil Erina yang jaraknya tidak jauh sama sekali.


Dan Erina yang juga menyetir dengan kencang terus memantau dari kaca spion.


"Sial, Reya mengejarku!" umpat Erina yang tidak menduga jika Reya mengejarnya dan bahkan jarak mereka tidak terlalu jauh.


"Aku tidak akan membiarkan Reya menangkapku. Reya kamu bukan tandinganku. Polisi saja tidak berhasil menangkapku. Apalagi kau Reya, kau hanya anak ingusan. Jadi jangan bermain-main denganku," gerutu Erina yang terus melajukan mobilnya dan bahkan sudah menyalip beberapa mobil dan sepertinya sengaja menyetiri dengan oleng-olengan agar Reya kewalahan mengimbangi dirinya.

__ADS_1


"Jangan melawanku Reya, kau tidak akan bisa melawanku dasar anak tidak tau diri aku sudah membesarkan mu dan ini balasan mu," ucap Erina dengan menyombongkan dirinya yang terus membuat Reya kewalahan dengan permainan Erina.


Yang mana Reya hampir beberapa kali bertabrakan dengan kendaraan yang mengarah padanya dan itu pasti ulah Erina yang untung saja Reya bisa mengatasinya.


"Bagaimana Citra apa bisa di hubungi?" tanya Reya yang melihat Citra sejak tadi belum bicara.


"Reya kak Sean tidak mengangkat telponnya. Aku juga sudah hubungi mama. Tetapi tidak mengangkat juga," jawab Citra yang begitu panik.


"Kalau begitu kamu hubungi Reval," sahut Reya yang bertindak. Namun Citra tidak melakukannya dan malah diam.


"Citra kenapa diam saja. Cepat hubungi Reval. Kita tidak punya waktu banyak. Kita tidak bisa mengatasi mama. Jadi cepat hubungi Reval!" tegas Reya yang mungkin Citra ragu. Karena harus berbicara dengan Reval.


"Citra jangan bengong buruan Citra!" sentak Reya yang tidak bisa menganggap hal itu seperti itu.


"Baiklah kalau begitu," sahut Citra yang tidak boleh egois dan langsung menghubungi Reval. Agar Reval bisa memberitahu Sean Sean dan mereka semua bisa di bantu. Sementara Reya hanya berusaha mengejar Erina dengan berusaha mengelakkan beberapa mobil yang hampir mencelakakai Reya.


*********


Reval ternyata sudah mendapat kabar dari Citra mengenai apa yang terjadi dan Reval buru-buru keluar dari rumah sakit dengan berlari menuju mobilnya yang kebetulan bertemu dengan Sean dan Anggika yang tidak tau habis dari mana.


"Reval mau kemana kamu?" tanya Anggika heran.


"Citra sama Reya sedang mengejar Tante Anggika," jawab Reval yang membuat Anggika dan Sean kaget.


"Apa kamu bilang?" tanya Sean.


"Iya Sean. Barusan Citra menelponku dan dia mengatakan semuanya. Aku harus buru-buru pergi," ucap Reval yang tidak berbicara banyak dan buru-buru pergi.


"Reval tunggu aku ikut," sahut Sean, "mama di sini saja jagain papa," ucap Sean yang langsung mengejar Reval yang masuk kedalam mobilnya.


Anggika hanya bisa melihat dengan kepanikan di wajahnya yang melihat Sean dan Reval yang sudah pergi dengan mobil yang melaju kencang.


Semoga saja mereka tidak apa-apa," batin Anggika dengan harapannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2