Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 277


__ADS_3

Ketakutan, histeris di rasakan saat berada di dalam mobil tersebut. Di mana Sean yang memeluk Reya yang pasti Reya sangat ketakutan yang berada di dalam mobil tersebut sama dengan Citra yang sejak tadi memegang pegangan. Karena juga sangat takut dengan apa yang terjadi.


"Reval tabrakan pada pohon di depan!" pinta Sean memberi arahan ketika di ujung jalan melihat ada pohon di sana.


"Tetapi ini bahaya Sean," sahut Reval yang tidak yakin.


"Kita tidak punya pilihan lain. Cepat buruan!" sentak Sean yang semakin lama mobil itu semakin tidak terkendalikan.


Reval menoleh kearah Citra yang di sampingnya yang pasti sangat di khawatirkannya. Di mana Citra yang pasrah dengan memejamkan matanya. Reval yang akan menabrakkan mobil itu ke pohon sebelumnya merentangkan sebelah tangannya di depan Citra. Agar Citra tidak kenapa-kenapa dan di belakang sana Sean yang memeluk Reya dengan erat yang pasti juga akan melindungi istrinya.


Brukkkk.


Suara keras pun terdengar saat mobil itu langsung menabrak pohon besar dan membuat mereka maju kedepan termasuk Reva yang kepalanya terbentur stir mobil dan Citra tidak sama sekali karena di tahan oleh Reval tubuhnya sehingga Citra tetap pada posisinya.


Akibat hentakan tabrakan keras itu. Mobil itu pun langsung keluar asap dan ada tanda-tanda ingin meledak dan Alhamdulillahnya mereka yang ada di dalam mobil masih sadar walau dalam keadaan terluka.


"Reya kamu tidak apa-apa?" tanya Sean dengan memegang kedua pipi Reya yang memastikan apa istrinya terluka atau tidak.


"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Reya dengan suara seraknya dan terlihat pucat.


"Citra kamu baik-baik aja?" tanya Reval yang juga mengkhawatirkan Citra.


Citra tidak menjawab dan masih mengatur napasnya yang naik turun dengan Citra melihat ke arah Sean yang dahi Sean terluka sangat parah.


"Reval kamu terluka," ucap Citra yang sebaliknya semakin khawatir.


"Mobil ini akan meledak. Ayo kita semua pergi dari sini!" sahut Sean.


"Iya ayo cepat," sahut Reval yang buru-buru membuka sabuk pengamannya dan bukannya langsung keluar dia malah membantu Citra membuka sabuk pengaman Citra. Sementara Sean dan Reya sudah membuka mobil dan Sean membantu istrinya keluar terlebih dahulu dan barulah Citra dan juga buru-buru keluar. Walau awalnya mereka mengalami kesulitan untuk keluar.

__ADS_1


Mereka semua berhasil keluar dengan berlari dengan sekuat tenaga. Sean yang menopang bahu sang istri istrinya dan begitu juga dengan Reval yang melakukan hal yang sama dengan Citra.


Dorr..


Suara ledakan terdengar sangat kuat yang membuat mereka langsung terjatuh dan untungnya sudah jauh dari mobil itu dan tidak terkena ledakan sama sekali.


Sean langsung memeluk Reya dengan Reya yang ketakutan dan hanya bisa bersembunyi di dada bidang suaminya. Begitu juga dengan Reval yang juga memeluk Citra dengan erat. Meski Reval yang terluka parah. Namun dia sangat mengkhawatirkan Citra Ndan bahkan Reval bisa merasakan tubuh bergetar Citra saat berada di pelukannya.


"Kamu tidak apa-apa kan Citra," tanya Reval yang sangat khawatir pada Citra.


"Aku tidak apa-apa," sahut Citra dengan suaranya yang terasa sesak dan merasa sedikit lega dia dan yang lainnya bisa selamat.


Citra melepas pelukan itu dan melihat kondisi Reval dengan wajah yang mengalir darah membuat Citra menatap nanar Reval dengan tangannya memegang pipi Reval.


"Kamu terluka dan hanya untuk melindungiku,' ucap Citra yang tau itu. Di mana Reval rela tidak mengelak dan hanya fokus pada Citra. Karena takut Citra kenapa-kenapa. Keduanya tetap saling melihat dengan napas mereka yang sama-sama naik turun.


"Reya, Sean, Citra, Reval!" teriak Anggika yang sudah berlari bersama Sahila dan Argantara.


Argantara juga langsung melihat kondisi Sean dan Reya dan ikut memeluk Reya dan Sean dengan bersamaan yang merasa sangat lega dengan mereka yang akhirnya Rey dan yang lainnya tidak apa-apa. Sama dengan Sahila yang juga memeluk Reval. Dan Sahila pasti sangat khawatir dengan Reval. Karena Reval yang paling terluka parah di antara semauanya.


**********


Kecelakaan yang secara tiba-tiba itu membuat mobil terbakar dan untung saja tidak ada korban sama sekali dan mereka pun di larikan ke rumah sakit terdekat dan Reval yang lukanya sedang di obati Dokter. Sementara Sean, Citra dan Reya hanya luka ringan saja.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Sean yang masih khawatir pada istrinya itu.


"Aku tidak apa-apa. Hanya shock saja dan untungnya kita semua juga selamat," jawab Reya.


"Untunglah kalian di beri keselamatan papa sangat lega mendengarnya," sahut Argantara.

__ADS_1


"Lalu bagaimana mas dengan kecelakaan ini apa yang janggal?" tanya Anggika.


"Tidak ada Anggika. Polisi menyelidikinya dan ini murni kecelakaan. Karena ini rem blong," jawab Argantara.


"Yang penting anak-anak tidak apa-apa," sahut Sahila.


"Citra lihat Reval sebentar ya," ucap Citra berdiri dari duduknya yang tiba-tiba kepikiran tentang Reval.


"Ya sudah Citra," sahut Anggika dengan memegang pipi Citra dan Citra langsung pergi.


***********


Setibanya Citra berada di depan kamar Reval. Yang terlihat Reval yang sedang duduk dan sedang di obati Suster dengan memberi perban di bagian luka Reval.


"Lukanya akan semakin mengering. Jadi jangan khawatir pak Reval," ucap Suster yang selesai mengobati Reval.


"Makasih Suster," sahut Reval.


"Sama-sama. Ya sudah kalau begitu saya permisi sebentar. Mari," sahut Suster yang langsung keluar dari kamar itu dan saling berhadapan dengan Citra dan Citra hanya menundukkan kepala dengan tersenyum dan ketika Suster pergi Citra langsung menghampiri Reval dengan duduk di samping Reval.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Citra dengan wajah paniknya.


"Aku baik-baik saja. Maaf ya Citra keteledoranku dalam menyetir membuat kamu hampir terluka. Bukan lagi hampir tapi kamu juga terluka dan pasti sangat takut," ucap Reval yang merasa tidak enak dengan Citra.


"Aku yang minta maaf kamu terluka seperti ini juga karena aku. Makasih ya Reval kamu benar-benar membantuku begitu banyak. Kamu melindungiku dan sekarang kamu terluka parah dan semua ini karena aku," ucap Citra yang menatap Reval begitu dalam yang sangat tidak menyangka dengan kebaikan Reval kepadanya.


"Santai saja Citra. Semua itu memang harus aku lakukan," sahut Reval.


"Pasti luka ini sangat sakit bukan?" tanya Citra dengan memegang pipi Reval membuat Reval memegang tangan Citra dengan tatapan mata mereka ber-2 yang tidak lepas sama sekali.

__ADS_1


"Tidak sakit sama sekali dan aku tidak apa-apa. Aku laki-laki dan jauh lebih kuat di bandingkan kamu. Jadi aku tidak apa-apa sama sekali. Kamu jangan khawatir," ucap Reval yang juga menatap Citra dengan dalam dengan mereka yang sama-sama saling melihat dengan tatapan yang begitu dalam.


Bersambung


__ADS_2