Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 39. Reya yang pingsan.


__ADS_3

Terjadi ketegangan di antara, baik dari Reya yang semakin takut dan Sean sendiri yang melihat ke panikan dari Reya.


" Kalian berdua dari mana? Kenapa bisa pulang bersama?" tanya Anggika dengan suara bergetarnya. Anggika memang sangat menakutkan sesuatu akan terjadi antara Reya dan Sean dan perasaannya sejak tadi tidak tenang.


Mendengar pertanyaan itu membuat Reya semakin takut dengan meremas tangannya sendiri yang berada di bawah sana. Sean juga terlihat gelisah. Sebenarnya melihat Reya yang membuat Sean menjadi panik.


" Anggika kenapa kamu begitu serius sekali. Bukannya Karin sudah mengatakan kalau Reya ada di hotel dan juga Sean. Lalu kenapa bertanya lagi dan wajar jika mereka pulang bersama," sahut Argantara.


Reya dan Sean sama-sama terkejut mendengarnya jika ternyata orang-orang yang ada di depan mereka sudah menyadari kalau mereka menginap di hotel.


" Heh, kau pasti mencari perhatian lagi kan sampai-sampai satu mobil dengan kak Sean. Kau itu ketagihan ya menumpang dengan kak Sean, kau itu benar-benar wanita paling pintar mengambil kesempatan," sahut Citra kesal dan mendorong bahu Reya membuat Reya mundur sedikit yang hampir Reya terjatuh.


" Citra kamu ini kasar sekali," ucap Argantara.


" Papa terus saja membela wanita ini. Sudah pulang pagi. Pasti habis keluyuran kan. Hmmm aku juga mencium bau-bau alkohol. Wau jangan-jangan kau itu mabuk ya," tuduh Citra.


Reya terkejut mendengarnya dan hanya bisa menunduk yang semakin takut dengan orang-orang di depannya itu dan Citra ada benarnya jika dia memang bau alkohol.


" Dasar parasit!" umpat Citra yang ingin mendorong Reya lagi.


" Citra sudah!" sahut Sean yang melentangkan tangannya di depan Reya yang seolah melindungi Reya dan membuat Citra kaget.


" Kaka membela dia. Kakak itu kenapa sih malah membela dia dan ini apa lagi. Dia pakai-pakai Jas kakak segala," ucap Citra emosi dan Anggika juga memperhatikan hal itu.


Anggika semakin tidak tenang dan di otaknya penuh dengan rasa curiga antara Reya dan Sean. Belum lagi melihat eksperesi Reya yang hanya diam saja yang seperti menyembuyikan sesuatu.


" Lepas tidak jas kak Sean. Kau tidak pantas memakainya! Jas ini akan menjadi murahan karena wanita murahan sepertimu yang memakainya," ucap Citra yang emosi dan menarik paksa jas itu dari tubuh Citra. Sean melihatnya kaget. Pakaian Reya yang sobek bisa terlihat.


" Citra kamu ini apa-apaan!" Sahut Sean yang pasang badan di depan Reya yang berdiri melindungi Reya dan menghentikan kelakukan adiknya.


" Kak Sean yang apa-apaan. Kenapa coba seperti ini pada Citra? Pertama kenapa kakak dan dia satu mobil dan memakai jas kakak segala. Wanita ini pasti kegatelan. Kaka juga membelanya terus menerus. Apa yang di berikannya sampai kakak membelanya," ucap Citra.

__ADS_1


Reya yang berada di belakang Sean benar-benar lelah dan meneteskan air matanya. Apa lagi perkataan Citra dengan garis memberikan membuatnya mengingat kejadian itu.


" Citra cukup!" bentak Argantara, " kamu yang apa-apaan. Apa salahnya jika kakak kamu satu mobil dengan Reya. Kamu itu jangan berlebihan kamu sama Reya sama-sama adik dari Sean!" tegas Argantara.


Mengingatkan kenyataan itu membuat Reya semakin tidak bisa mengendalikan dirinya dan pandangannya menjadi rabun dan tubuhnha menjadi lemas.


Brukkkk.


Langsung terdengar suara jatuh yang kuat yang membuat Sean berbalik badan dan melihat Reya yabg sudah pingsan membuat Sean terkejut. Begitu juga dengan Argantara, Anggika, Rose dan Karin.


" Reya!" Sean yang spontan panik dan langsung berjongkok untuk melihat keadaan Reya. Sean menepuk pipi Reya untuk membangunkan Reya. Di mana wajah Reya begitu pucat. Paniknya Sean mencuri perhatian Citra dan Anggika yang tidak biasanya seperti itu.


" Apa yang terjadi pada Reya. Kenapa dia seperti ini?" tanya Argantara yang berada di depan Sean yang juga begitu panik pada Reya.


" Aku juga tidak tau pa," jawab Sean dengan panik.


" Reya bangun, kau mendengarku. Bangun Reya!" pinta Sean dengan kepanikannya yang memukul-mukul pipi Reya.


" Kak Sean!" Panggil Citra Sean tidak perduli dan buru-buru membawa Reya masuk.


" Mah, lihat kak Sean. Wanita itu pasti sudah mencuci otak kak Sean," ucap Citra dengan kesal.


Sementara Anggika diam dengan pemikirannya sendiri. Ada ketakutan di dalam dirinya dan berusaha untuk menghilangkan rasa takut itu.


" Arggg! Sial!" umpat Citra kesal dan langsung masuk dengan ke dalam Rose dan Karin juga ikut menyusul.


***********


Reya berada di dalam kamar yang di periksa oleh Dokter dan ada Sean dan Argantara menunggu dengan panik.


" Bisa ambilkan saya segelas air!" ucap Dokter.

__ADS_1


" Baiklah Dok," sahut Sean.


" Biar papa yang ambil Sean," sahut Argantara yang langsung pergi. Sean mengangguk dan kembali fokus pada wajah Reya yang terlihat pucat.


" Aku tau kau menakutkan semua ini Reya. Tetapi ini membuatku jauh lebih puas. Karena dengan begitu kau tidak akan pernah menjadi adikku dan kau akan mengerti itu dan semakin lama kau juga akan memahami semuanya Reya. Kita bukan adik kakak. Apa yang kita lakukan memang salah. Bukan salah karena hubungan yang kau anggap. Tetapi salah karena melakukan itu tanpa pernikahan," batin Sean.


Dari wajah Sean tidak sedikitpun menyesal. Karena telah menyetubuhi adiknya. Karena dia memang tidak menganggap Reya adiknya. Dan Sean melakukan itu juga bukan hanya karena pengaruh obat, atau hasratnya semata. Tetapi masih ada perasaan yang tersisa beberapa tahun lalu. Perasaan yang sempat di singgung Reya dan di tumpahkannya dalam percintaan panas itu. Dia bahkan menyadari melakukan hal itu. Mungkin yang menyesal adalah. Karena perbuatannya. Reya menjadi tertekan. Karena status yang membuat Reya sangat tidak berharga.


Sean yang melamun yang terus melihat Reya. Tidak sadar Dokter sudah selesai memeriksa Reya.


" Apa yang terjadi padanya?" tanya Sean.


" Hanya kelelahan, fisiknya lemah dan emosinya tidak stabil. Saya juga memeriksa nona Reya sebelumnya meminum obat afrodisiak yang di campur alkohol yang membuat kesadarannya belum hilang sepenuhnya," jelas Dokter.


" Apa Reya meminumnya. Dari mana dia mendapatkan obat itu," batin Sean benar-benar terkejut.


" Baiklah Tuan Sean saya permisi!" ucap Dokter panik.


" Tunggu dokter!" Panggil Sean membuat Dokter menghentikan langkahnya dan kembali menghadap Sean.


" Katakan saja kepada keluargaku. Jika dia lelah. Jangan singgung masalah apa yang di konsumsinya sebelumnya," ucap Sean.


" Baiklah!" sahut Dokter mengangguk saja. Ya dia tidak punya kuasa harus menayakan alasannya, " saya permisi!" ucap Dokter pamit. Sean menganggukkan kepalanya.


...🌹Para readers ku jangan lupa ya mampir ke Novel terbaru aku. Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah....


...Menceritakan kisah Asyifa yang sudah dewasa. Kalau kalian membaca novel Tertulis Dalam Imamku. Ada sepenggallan cerita Asyifa saat kecil. Asyifa anak dari Rania dan Rendy. 🌹🌹🌹...


...Jadi yang menunggu-nunggu ceritanya sekarang sudah di up ya. Tinggalkan jejak, komet dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih untuk semuanya....


__ADS_1


__ADS_2