Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 78


__ADS_3

Sean dan Reya jalan-jalan di taman, dengan langkah kaki mereka yang sejajar. Sean membuka sweaternya dan langsung menutupkan pada Reya agar Reya tidak kedinginan sama sekali.


"Makasih!" ucap Reya. Sean menganggukkan kepalanya dengan mengeluarkan senyum lebarnya.


"Apa di apartemen sangat membosankan?" tanya Sean.


"Hmmm, sangat bosan. Namanya sendirian bagaimana tidak bosan, aku tidak punya teman bicara. Atau teman mengobrol. Masa iya aku harus mengobrol dengan diri sendiri," jawab Reya.


"Apa aku harus menemanimu di sana?" tanya Sean.


Reya langsung tertawa mendengarnya, "mau menemani setiap hari?" tanya Reya.


"Kenapa tidak?" sahut Sean.


"Itu tidak perlu. Lagian ada-ada saja. Masa iya kamu menemaniku seharian. Memang kamu tidak ada kerjaan apa," ucap Reya.


"Pekerjaannya bukannya untuk menemani kamu, itu pekerjaan utamaku selalu menemanimu," sahut Sean yang sudah mulai berani menggoda Reya.


"Argh sudahlah jangan di bahas kamu itu akan membuatku melayang-layang nantinya," ucap Reya yang mendadak salah tingkah membuat Sean tersenyum dengan mengendus.


Tiba-tiba mata Reya melihat penjual abang-abang penjual gulali membuat Reya menghentikan langkahnya dan terus melihatnya seperti ingin memakannya.


"Kamu mau?" tanya Sean yang memperhatikan Reya. Tidak sungkan Reya langsung menganggukkan kepalanya.


"Tunggu sebentar aku akan membelinya," ucap Sean. Reya mengangguk dan Sean langsung berlari untuk mendapatkan apa yang di inginkan Reya.


Tidak lama akhirnya Sean sudah kembali dengan membawa keinginan Reya. Dengan matanya yang berbinar Reya langsung mengambil gulali tersebut dan bahkan memakannya. Melihat Reya yang begitu bahagia membuat Sean juga ikut bahagia dan tidak henti-hentinya mengeluarkan senyum indah.


"Mau?" tanya Reya memberikan pada Sean. Sean menggelengkan kepalanya yang lebih ingin melihat Reya memakannya dengan cantik.


"Ini enak cobalah," ucap Reya yang menyuapi Sean dan Sean membuka mulutnya yang akhirnya memakannya.

__ADS_1


"Enak bukan?" tanya Reya.


"Bukannya aku dulu sering memakannya. Kalau menjemputmu pulang sekolah. Kita pasti mampir membelinya dan aku tau rasanya sangat enak. Makanya kau menyukainya," ucap Sean.


"Kau mengingatnya," ucap Reya yang tidak percaya.


"Tidak ada yang aku lupakan dalam kenangan kita ber-2. Aku mengingat semuanya. Apa kamu ingin aku menceritakan kembali," ucap Sean yang menatap Reya dengan intens membuat Reya tersenyum.


"Tidak perlu. Aku tau kamu pasti mengingat semuanya," sahut Reya dengan tersenyum lebar.


Di tengah mereka berdua yang menatap begitu intens tiba-tiba hujan turun membuat Reya dan Sean terkejut dan sama-sama melihat ke atas langit.


Sean menarik tangan Reya membuat Reya kaget yang mana mereka berlari di tengah hujan deras mencari tempat untuk berteduh. Reya yang berlari bersama Sean terus melihat Sean. Reya jadi mengingat masa lalu yang pernah terjadi di mana dia yang memakai pakaian seragam sekolah dan tiba-tiba hujan deras membuat Reya dan Sean akhirnya mandi hujan.


Sama dengan kejadian ini yang membuka kembali memori itu dan memberi kebahagiaan tersendiri pada Reya. Sean juga tersenyum melihat Reya. Tidak percaya jika di dalam kehidupannya akan ada seperti ini lagi. Setelah perpisahan ke-2 yang mereka alami dan mereka menyatu lagi dan pasti Sean masih mencintai Reya.


*********


Apartemen.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka yang mana Sean keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe saja.


"Kamu harus memakai apa. Aku tidak punya pakaian yang besar," ucap Reya.


"Tidak apa-apa pakai ini saja. Biar aku menunggu pakaianku kering saja," jawab Sean.


"Baiklah kalau begitu," sahut Reya. Reya mengambil handuk putih dan langsung menghampiri Sean.


"Keringkan rambutmu. Nanti masuk angin," ucap Reya yang begitu perhatian pada Sean, "aku buatkan teh hangat dulu," ucap Reya yang langsung pergi kedapur. Sean hanya melihat kepergiannya dan mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


Tidak lama akhirnya Reya kembali kekamar dengan membawakan secangkir teh dan Sean masih mengeringkan rambutnya.


"Kamu minumlah!" ucap Reya yang meletakkan di atas nakas. Saat Reya ingin melewati Sean. Sean memegang tangannya membuat langkah Reya terhenti dan Sean menghadap Reya membuat Reya menjadi gugup.


"Rambutmu juga belum kering. Bagaimana jika masuk angin," ucap Sean yang mengeringkan rambut Reya. Hal itu membuat Reya gugup dengan jantungnya yang berdebar kencang dengan salah tingkah berada di depan Sean yang dengan lembut mengeringkan rambutnya.


Sean menatap Reya membuat pandangan mata mereka saling bertemu yang semakin membuat Reya menjadi gugup dan Sean juga perasannya semakin tidak menentu dan berhenti mengeringkan rambut itu dengan tangan Sean memegang lembut pipi Reya membuat darah Reya berdesir.


Sean mendekatkan wajahnya lada Reya dengan menatap Reya dalam-dalam. Mata Reya terpejam saat meredakan benda kenyal di bibirnya yang mana Sean memberinya ciuman. Tidak ada penolakan dari Reya membuat Sean memperdalam ciuman itu.


Tangan Sean memegang ke-2 tengkuk Reya yang semakin memperdalam ciumannya itu. Sementara Reya memegang erat baju Sean saat merasakan sensasi yang di berikan Sean yang memang dia tidak menolak. Namun sangat menginginkan hal yang lebih lagi.


Ke-2nya tampaknya sama-sama di penuhi gairah yang membuat ciuman itu semakin panas dan bahkan Sean perlahan membaringkan Reya dia atas ranjang dengan ciuman yang semakin gila. Sampai akhirnya Sean melepaskan ciuman itu membuat ke-2nya sama-sama saling mengatur napas yang tersenggal- senggal dengan mereka yang saling melihat dengan mata yang sama-sama sendu.


"Reya apa aku boleh melakukannya?"tanya Sean meminta izin yang kelihatannya sangat menginginkan Reya. Reya diam dengan menelan salivanya.


Dia sangat ingin. Entah kenapa dia menginginkan Sean melakukan hal yang lebih kepadanya. Apa lagi dia juga sudah di penuhi kabut gairah yang sama dengan Sean dan dari mata Sean yang menatapnya begitu dalam.


"Aku tidak akan memaksamu," ucap Sean dengan suara seraknya yang sangat terlihat dari matanya menahan gairahnya.


Reya tidak menjawab iya atau tidak. Reya menjawanya dengan mencium bibir Sean. Itu berati sudah menentukan jawaban itu.


Sean dan Reya kembali dalam ciuman panas yang sama-sama penuh dengan gairah. Kali ini tangan Sean sudah bermain di seluruh tubuh Reya. Tidak tau kapan dia dan Reya sudah sama-sama polos. Jika saat pertama mereka melakukan hubungan itu karena jebakan.


Namun kali ini sama-sama saling menginginkannya dan sepertinya adik dan kakak sudah tidak ada lagi yang ada hanya permainan panas mereka di atas ranjang.


Hujan deras di luar sana tidak mengganggu suara-suara indah kenikmatan yang di keluarkan dari Reya. Sean menatapnya dengan dalam saat wanita di bawahnya yang di hujaninya begitu cantik dengan mata terpejam.


Membuat Sean mungkin tidak akan berhenti melakukan penyatuan itu.


"Aku mencintaimu Reya!" bisik Sena di telinga Reya.

__ADS_1


Sudah tidak perduli bagi Reya dengan kata-kata Sean yang sejak tadi bertabur di telinganya. Tidak tau beberapa kali mengucapkan cinta dan memuji kecantikan Reya. Bagi Reya semua kontak fisik yang di berikan Sean sudah meluapkan serasa rindunya. Pada pria yang terus ada bersamanya.


Bersambung


__ADS_2