Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab


__ADS_3

"Kak Sean cukup!" Reya langsung menghentikan perbuatan Sean yang bisa-bisa akan membuat Reval kembali kritis dan koma di rumah sakit.


"Bajingan berani sekali kau datang kemari. Bajingan kau, biadap," teriak Sean dengan emosi yang ingin memukul Reval lagi.


"Kak sudah cukup hentikan!" cegah Reya yang langsung menarik Sean menjauh dari Reval.


"Jangan menghalangi ku Reya, aku ingin membunuhnya," sentak Sean yang kalau sudah bertemu dengan Sean pasti kesetanan.


"Sudah cukup kak hentikan!" bentak Reya yang berusaha untuk menenangkan suaminya, "apa gunanya kakak ingin membunuhnya. Kak Sean sudahlah. Masalah sudah sangat banyak dan kemarin Reval baru saja sembuh dan kakak tidak lupakan apa yang terjadi padanya. Dia kritis itu juga karena kakak yang tidak bisa mengendalikan diri kakak. Jadi jangan mengulangi hal yang sama," tegas Reya.


"Apa yang di dapatkannya itu tidak seberapa dengan apa yang telah di lakukannya kepada Citra!" teriak Sean dengan emosi tingkat dewa.


"Iya aku tau kak Reval. Aku tau apa yang kakak maksud. Kakak ingin membunuhnya dan baru bisa puas. Lalu apa kakak yakin dengan kakak akan membunuhnya. Maka kakak akan puas?" tanya Reya yang membuat Sean terdiam dengan napasnya yang naik turun.


"Sudah kak cukup. Hentikan semuanya jangan seperti ini lagi. Tidak ada gunanya. Mau Reval mati sekalipun di tangan kakak. Keadaan tidak akan pernah berubah," ucap Reya.


"Seharusnya bajingan ini tidak datang Reya. Kita semua sedang berusaha, aku kamu dan Citra sama-sama berusaha. Tetapi lihat dia sengaja datang kemari dan itu artinya dia menantangku," ucap Sean dengan napasnya yang naik turun dan bicara penuh penekanan.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk membuat kekacauan. Aku hanya ingin bertemu dengan Citra," ucap Reval dengan suaranya yang lemas dengan tangannya yang memegang dadanya yang pasti masih merasakan sakit akibat dari pukulan Sean. Apa lagi sebenarnya Reval juga belum sembuh sepenuhnya.


"Berani sekali kau mengatakan ingin bertemu Citra bajingan!" teriak Reval yang penuh emosi dan ingin kembali menghampiri Reval yang ingin memukul Pria itu lagi dan Reya dengan sigap menghalangi dengan memeluk suaminya untuk meredakan emosi dari suaminya.


"Kak Sean aku mohon. Tolong hentikan semauanya," ucap Reya yang adanya ikutan ketakutan dengan suaminya yang memang tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Reval sebaiknya kamu pergi dari sini. Kak Sean tidak bisa mengendalikan dirinya. Kamu sebaiknya pergi dari sini dan untuk saat ini jangan kemari dulu!" ucap Reya yang harus mengusir Reval sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan Citra Reya dan aku tidak akan pergi sebelum bicara kepadanya. Aku benar-benar ingin bicara kepadanya," ucap Reval dengan yakin.


"Apa katamu!" Sean yang adanya semakin emosi.


"Aku mohon tolong izinkan aku untuk menemui Citra sekali ini saja. Aku ingin bicara kepadanya. Aku mohon," ucap Reval yang mencoba untuk duduk dan langsung berlutut di depan Sean yang membuat Reya pasti kaget dengan tindakan Reval.


"Aku tau aku memang bajingan, Pria pengecut, biadap makian dan kata-kata itu pantas aku dapatkan. Pukulan dan bahkan niat ingin membunuhku. Itu pun pantas aku dapatkan. Tapi aku mohon beri aku kesempatan until bicara sebentar saja kepada Citra," ucap Reval yang berbicara sembari mengeluarkan air mata.


Reval memang terlihat begitu sungguh-sungguh yang sangat ingin menemui Citra.


"Untuk apa kau menemuinya. Apa ada gunanya kau menemuinya. Ingin minta maaf. Apa maafmu mengubah segalanya," ucap Sean dengan menekan suaranya.


"Apa yang aku lakukan tidak akan mengubah apa-apa. Tetapi aku ingin bertemu Citra. Aku mohon tolong izinkan," ucap Reval dengan penuh permohonannya.


"Aku tidak akan memberikan kesempatan apa-apa kepadamu. Aku tidak akan mengijinkanmu untuk bertemu Citra. Jadi jangan pernah bermimpi aku akan memberikan kesempatan itu," ucap Reval dengan yakin yang memang tidak akan melakukannya.


"Citra apa yang kamu katakan. Kamu masuk dan jangan menemuinya," ucap Sean yang tidak suka sang adik harus bicara dengan Reval.


"Kak Sean biarkan Citra dan Reval bicara. Ini masalah mereka. Jadi biarkan saja," ucap Reya dengan lembut yang membujuk suaminya.


"Aku harus bicara padanya kak. Jadi biarkan aku bicara sebentar. Aku tau tidak akan ada yang berubah. Mau aku dan dia bicara atau aku mendengarkan kata-katanya. Namun aku tetap ingin bicara kepadanya," sahut Citra.


Sean diam yang tidak memberi jawaban langsung dan Reya mengusap lengan suaminya untuk membujuk suaminya dan Sean melihat sang istri. Reya menganggukan kepalanya sangat berharap suaminya mendengarkannya.


"Awas saja setelah bicara padanya. Terjadi sesuatu padamu. Aku tidak akan mengampuni dirinya!" tegas Sean yang langsung masuk kedalam rumah setelah memberikan izin pada Citra dan Reval untuk bicara.

__ADS_1


Reya menghela napasnya dan langsung menyusul suaminya. Saat dia melewati Citra Reya hanya mengusap bahu Citra untuk memberikan Citra semangat.


***********


Citra dan Reval yang berada di depan pagar rumah dengan ke-2 nya yang saling berhadapan dengan adanya jarak di antara ke-2nya.


Reval melangkah mendekati Citra membuat Citra mengangkat tangannya, "cukup di situ saja. Jangan mendekat lagi," ucap Citra yang tidak ingin Reval terlalu dekat kepadanya.


Reval menurut dan hanya melihat wajah Citra dan juga mata Reval turun pada perut ramping Citra yang ada benihnya di rahim wanita yang ada di depannya.


"Aku mencintaimu Citra!" ucap Reval tiba-tiba membuat air mata Citra langsung jatuh.


Bagaimana mungkin Pria yang mengaku mendekatinya hanya karena dendam dan membuatnya jatuh cinta dan menghancurkan hidupnya berkeping-keping dan sekarang mengatakan mencintai dirinya setelah rahasia dengan kenyataan besar yang telah di hadapinya. Bahwa mereka adalah adik kakak.


"Mengatakan cinta. Apa kamu tau siapa aku?" tanya Citra dengan tersenyum lirih, "aku rasa kamu sangat tau. Jika kita adalah adik kakak. Jadi bagaimana mungkin mengatakan cinta setelah semua yang sudah terjadi," ucap Citra yang sangat jelas berusaha untuk kuat.


"Kau bukan adikku dan tidak penghalang untuk cinta yang harus aku akui kepadamu. Iya awalanya hanya mendekati mu membuatmu tertarik. Tetapi tanpa aku sadari akulah yang jatuh cinta kepadamu. Aku ingin menghentikan perbuatanku yang telah menghancurkanmu di dalam mobil itu. Aku benar-benar ingin mengakhiri segalanya dengan menahan diriku untuk tidak menyentuhmu dan melupakan dendam itu,"


"Namun ada titik di mana aku tidak bisa melupakan dendam dan menghancurkanmu. Aku akui aku sangat menyesal Citra sudah melibatkan mu dalam hal itu. Kau tidak tau apa-apa sama sekali. Aku tidak tau dan bahkan Tante Anggika tidak salah. Kau menyesal Citra," ucap Reval dengan penuh penyesalan dan air mata yang mengalir dengan deras.


"Setelah menyesal baru mengatakan cinta. Tapi apa gunanya kita adalah adik kakak bukan. Mungkin aku yang kamu tau bagaimana perasaan ku. Pasti bisa luluh dengan pengakuan cinta dengan penuh air mata. Tapi situasinya sudah berbeda.


Kamu tau bagaimana status kita yang kita berdua adalah adik kakak. Jadi apa cinta yang tulus mau pun cinta yang palsu itu apa ada gunanya lagi. Tidak ada gunanya karena takdir sudah berkata lain," ucap Citra yang harus menerima kenyataan itu.


"Aku ingin menerima takdir itu. Takdir itu tidak masuk akal Citra. Kita bukan adik kakak dan aku tidak akan menerima kata yang sangat menyakitkan itu. Aku Reval yang mencintai mu dengan sesungguhnya dan biak karena kau adalah adikku," ucap Reval dengan kesungguhan harinya yang memang sangat mencintai Citra.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2