
Citra dan Rose sama-sama belajar di dalam kamar Citra. Sesuai dengan tujuan mereka ingin bertemu ya apa lagi kalau bukan untuk mengerjakan tugas mereka masing-masing. Ke-2nya tampak serius dalam belajar yang satu menggunakan laptop ya itu Rose dan yang satunya Citra yang menggunakan buku yang membolak-balik dengan serius.
"Citra kamu sama pak Reval sudah sampai tahap mana hubungannya?" tanya Rose tiba-tiba yang membuka topik baru dalam pembicaraan mereka tanpa Rose melihat ke arah Citra.
"Tahap apa ini maksudnya. Tidak ada tahap apa-apa," sahut Citra pura-pura tidak tau.
"Issss mulai deh pura-pura tidak tau," sahut Rose menatap Citra dengan selidik.
"Sudahlah Rose jangan membahas masalah hubungan ku dan kak Reval. Sejauh ini kita baik-baik aja dan untuk hal kedepannya kita belum ada pembahasan apa-apa. Yang penting kita jalani dengan sebaik-baiknya aja," jawab Citra dengan apa adanya yang memang ingin fokus pada Study dulu.
"Iya-iya deh aku percaya itu yang penting yang terbaik aja untuk kalian berdua. Semoga hubungan kalian berdua semakin membaik," ucap Rose yang tidak mau mengkorek-korek semakin banyak. Karena itu masalah pribadi Citra dan juga Reval.
"Ya sudah kita belajar lagi," sahut Citra.
"Oke Citra," sahut Rose dengan tersenyum yang mereka kembali belajar bersama.
***********
Masa kehamilan Reya tidak sulit-sulit amat sang suami yang selalu mendampinginya, punya orang tua yang walau bukan kandung yang ikut menjaganya, mertua yang sayang kepadanya dan pasti adik yang jauh lebih posesif kepadanya membuat Reya menjalani masa kehamilannya dengan baik.
Jadi bukan hanya Sean saja yang memperhatikannya. Banyak di sekeliling Reya yang selalu mengingatkannya dan membuatnya bahagia. Jadi Reya sangat bahagia dalam kehamilannya kali ini. Hari, Minggu dan ini sudah masuk bulan ke-3 dalam kehamilannya.
Yang mana sekarang juga dia sedang cek kandungan yang di temani Citra dan Anggika di rumah sakit yang seperti biasa dan Sean cek kondisi kandungan calon bayi mereka.
Citra dan Anggika menunggu di luar dan Reya yang periksa bersama Dokter di dalam sana. Dan tidak lama Reya pun akhirnya keluar dari ruangan Dokter. Citra dan Anggika langsung berdiri dari tempat duduk mereka dan langsung menghampiri Reya.
"Bagaimana Reya?" tanya Anggika dengan memegang lengan Reya.
"Baik-baik aja kok mah. Kata Dokter Saras kandungan Reya tidak ada masalah. Alhamdulillah sehat," jawab Reya dengan tersenyum yang merasa lega.
"Alhamdulillah kalau begitu. Citra senang mendengarnya," sahut Citra.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang aja. Kalau sudah tidak ada lagi yang di perlukan di sini," ajak Anggika.
"Hmmm, tapi boleh tidak mah. Nanti kita mampir di tempat yang jual mie ayam. Reya pengen makan mie ayam yang ada di perempatan jalan," ucap Reya yang berbicara sembari menelan salivanya.
__ADS_1
"Baik sayang tidak masalah. Mama juga tiba-tiba pengen makan mie ayam," sahut Anggika.
"Kalau kamu bagaimana Citra? apa mau kekampus dulu?" tanya Reya yang tau jadwal adiknya itu masih harus kekampus.
"Oh nggak kok kak. Tadi sih iya. Tetapi itu hanya ada pertemuan dengan dosen saja. Tetapi tiba-tiba dosennya nggak bisa. Jadi nggak jadi. So Citra ikut makan mie ayam. Lagian lagi lapar juga," jawab Citra yang mengelus-elus perutnya yang juga ikut-ikutan lapar.
"Ya sudah kalau begitu kita semua setuju untuk pergi makan ayam," sahut Anggika.
"Oke ayuk," sahut Reya yang paling senang. Karena bagaimana tidak. Karena semuanya selalu berusaha untuk menuruti kemauannya.
**********
Setela selai makan mie ayam bersama Citra, Anggika dan Reya kembali kerumah. Entah apa yang mereka lakukan seharian. Sudah sore hari mereka baru sampai rumah dan ternyata di dalam rumah sudah ada Argantara, Sean dan Reval. Hal itu cukup membuat Reya heran dengan suaminya yang sudah pulang kerja aja.
"Sayang kamu sudah pulang kerja?" tanya Reya heran yang menghampiri suaminya dengan mencium punggung tangan suaminya.
"Iya tumben sekali Sean kamu cepat pulang," sahut Anggika.
"Ini bukan Sean yang tumben cepat pulang. Tetapi kalian itu yang dari mana saja," ucap Argantara dengan melihat anak dan istrinya itu satu persatu.
"Ihhh papa orang masih sore juga," sahut Citra.
"Pah tadi mama dan Citra itu lagi temani Reya malam mie ayam dan juga temani Reya jalan-jalan sore," ucap Reya.
"Iya pah," sahut Citra.
"Hmmm, begitu rupanya," sahut Argantara.
"Sudah-sudah kalian juga sudah pulang. Sebaiknya mengobrol dulu. Mama akan buatkan makan malam. Kebetulan Reval juga datang jadi kita bisa makan malam bersama," sahut Anggika.
"Bukannya kalian ber-3 tadi sudah makan. Jadi masa iya nggak kenyal," sahut Sean dengan sindiran.
"Isss sayang kamu itu ya benar-benar," ucap Reya dengan sewot.
"Sudah-sudah jangan di bahas lagi," sahut Anggika geleng-geleng kepala. Ya pembahasan itu sebenarnya hanya candaan saja di antara mereka semuanya.
__ADS_1
********
Citra dan Reval yang berada di taman belakang yang duduk di salah satu bangku dengan mereka yang saling duduk bersebelahan menatap lurus kedepan.
"Bagaimana persiapan wisuda kamu?" tanya Reval.
"Sudah sampai 80 persen," jawab Citra.
"Apa ada kesulitan?" tanya Reval.
"Tidak ada sampai saat ini," jawab Citra yang memang apa adanya.
"Semoga kamu mendapatkan nilai yang bagus," ucap Reval.
"Amin aku juga mengharapkan hal yang sama. Ya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat wisuda biar bisa buat mama papa dan kak Sean kak Reya dan juga buat kamu bangga," ucap Citra.
"Mereka semua pasti akan bangga dengan kamu dan sama dengan aku yang juga sangat bangga dengan kamu," ucap Reval.
"Tapi bagiku apa yang aku lakukan belum membanggakan kok," sahut Citra, "oh iya kira-kira kalau semuanya lancar dan aku mendapatkan hadiah yang bagus. Kira-kira ada tidak ya hadiah untukku," ucap Citra yang mulai kode-kode pada Reval.
"Memang mau hadiah apa?" tanya Reval.
"Apa aja yang penting punya niat yang tulus untuk memberiku hadiah," ucap Citra.
"Baiklah aku akan menyiapkan hadiah untuk wisuda kamu nanti," ucap Sean.
"Aku tunggu," sahut Citra yang kesenangan yang saling tersenyum.
"Citra Reval?" panggil Reya yang datang tiba-tiba.
"Iya kak Reval ada apa?" tanya Citra menoleh kebelakang.
"Ayo makan malam bersama. Makannya sudah siap. Mama dan papa sudah menunggu," ucap Reya.
"Baiklah kalau begitu, ayo kak Reval kita makan bersama!" ajak Citra.
__ADS_1
"Ayo!" sahut Reval yang mana mereka berdua langsung berdiri.
Bersambung