Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 275


__ADS_3

Reya dan Sean memasuki kamar dengan keduanya yang saling melihat dengan saling berhadapan. Sean meraih ke-2 tangan Reya.


"Kamu lega sekarang?" tanya Sean.


Reya mengangguk-anggukan kepalanya, "aku sangat lega dengan semua ini. Aku tidak percaya. Jika selama ini Citra adalah adikku. Citra bukan hanya adikku saja. Tetapi juga adik kamu," ucap Reya.


"Tapi ini jadi hal yang sangat lucu," ucap Sean.


"Kenapa?" tanya Citra dengan mengkerut dahinya.


"Jadi sangat bingung Citra itu adik iparku apa Citra adik ipar kamu. Karena dia adikku dan juga adikmu," sahut Sean. Reya mendengarnya mengangguk-angguk kepala.


"Hmmmm, kamu benar juga. Jadi sangat bingung," sahut Reya.


Sean tersenyum dan langsung memeluk istrinya, "dia adik kita berdua dan tidak ada adik ipar namanya. Karena Citra tetap adik kamu dan juga adikku. Anak mama dan papa dan juga anak ibu Suhartati," ucap Sean.


"Kamu juga tetap anak mama Anggika dan papa Argantara," sahut Reya.


"Dan kamu juga anak papa Argantara dan mama Anggika. Jadi kita tidak menantu, mertua, ipar. Karena kita semua adalah keluarga," ucap Sean.


"Walau aneh kedengarannya. Namun itu sangat indah," sahut Reya.


Sean menganggukkan dengan melepas pelukan itu dari Reya dan mencium lembut kening Reya.


"Sekarang kita hanya tinggal mencari ibu kamu dan sekarang kamu pasti lebih semangat. Karena bisa mencarinya bersama Citra bersama asik kamu," ucap Sean.


"Bukan adik kamu. Tetapi asik kita dan kamu benar aku memang sangat bahagia dan lebih semangat lagi," ucap Reya.


"Aku juga akan pasti akan selalu ada di sisimu," ucap Sean.


"Makasih sayang!" sahut Reya, "oh iya kapan kita akan dari lagi?" tanya Reya.


"Yang jelas tidak malam ini. Kamu sangat lelah. Aku juga. Jadi kita harus istirahat dulu. Agar besok kita punya tenaga yang banyak," ucap Sean.

__ADS_1


"Baiklah," sahut Reya.


"Ayo istirahat!" ajak Sean. Reya menganggukkan kepalanya dan Sean tanpa memberi aba-aba tiba-tiba menggendong Reya ala bridal style yang membuat Reya kaget.


"Sayang kamu ya," ucap Reya. Sean hanya tersenyum yang menggendong istrinya ke tempat tidur membaringkannya perlahan dan Sean juga menyusul berbaring dan membawa Reya kedalam pelukannya.


"Selamat malam," ucap Sean.


"Selamat malam sayang," sahut Reya yang memeluk lebih erat lagi.


********


Sementara Citra yang juga berada di kamarnya yang membaringkan dirinya di atas ranjang dengan menghela napasnya.


"Ternyata kak Reya adalah kakakku dan dulu aku sangat jahat kepadanya. Padahal dia sangat baik dan semua yang terjadi bukan kesalahannya dan lagian semua yang terjadi juga tidak ada hubungannya dan bahkan dia tidak pernah bahagia sejak kecil. Kak Reya hanya di manfaatkan saja dan kerap kali mendapat perlakuan tidak enak dan juga kekerasan. Ya kehidupan ku jauh lebih beruntung dari padanya. Tetapi tetap saja aku tidak pernah bersyukur dan selalu jahat kepadanya yang ternyata dia adalah kakak kandungku," gerutu Citra yang berbicara sendirian yang menyesali perbuatannya kepada Reya.


"Tapi sekarang aku sangat lega. Sebelumnya hubungan kami sangat baik dan tidak ada yang menduga. Jika kamu adalah saudara. Semoga saja aku bisa menjadi adik yang baik yang membuat kak Reya bahagia. Ya sekarang memang harus menjadi giliranku untuk membuat kak Reya bahagia. Aku harus berusaha untuk menebus kesalahanku di masa lalu," ucap Citra yang sekarang penuh dengan tekat untuk membahagiakan Reya.


"Sudah malam Citra. Kamu sebaiknya istirahat, besok harus mencari ibu bersama kak Reya. Ya Allah terima kasih dengan semua kebahagiaan yang tidak terduga ini aku benar-benar sangat bahagia," ucap Reya yang merasa lega dengan tersenyum lebar dan memeluk guling untuk tidur karena sudah malam juga.


Dan masalah Reya pasti terkejut. Namun dia sangat bahagia dan tidak ada kecewa-kecewanya sama sekali dengan mamanya yang menutupi kenyataan tersebut.


***********


Mentari pagi kembali tiba, Argantara, Reya, Sean, Anggika dan Citra sarapan bersama seperti biasanya. Ya kembali lagi mereka sarapan dengan sangat bahagia. Karena memang semuanya sangat bahagia.


"Kalian berdua sama-sama tidak menyukai kacang dan ternyata selama ini tidak ada yang sadar dengan hal itu," ucap Anggika.


"Bukan hanya kacang saja mah. Aku sama kak Reya juga sama-sama alergi yoghurt dan bahkan efeknya juga sama dan kita juga baru saling menyadari," sahut Citra.


"Namanya juga kalian adik kakak yang sekandung," sahut Sean.


"Iya benar. Jadi sangat wajar aku sama kak Reya banyak kesamaan dan banyak ketidak samaan," sahut Citra.

__ADS_1


"Papa sangat suka Citra dengan kamu memanggil Reya dengan kak. Papa lihat kamu manis juga ya kalau bicara," sahut Argantara yang menggoda Citra.


"Issss papa jangan mengejek Citra dong," sahut Citra jadi malu.


"Siapa yang mengejek Citra. Papa kamu memang benar. Telinga mama juga langsung terngiang mendengarnya," sambung Anggika.


"Sudahlah mah, Citra jadi malu. Mama jangan ikut-ikutan ah," sahut Citra yang tidak mau di goda terus.


"Iya-iya. Reya kamu sama Citra tetap seperti ini ya. Kalian itu adik kakak. Jadi jangan saling canggung ya," ucap Anggika.


"Pasti mah. Aku juga akan bertanggung jawab untuk Citra. Selayaknya seorang kakak pada adiknya. Menyayangi Citra dengan sepenuh hati. Walau Citra tidak pernah kekurangan kasih sayang. Tetapi aku akan berusaha untuk menyayanginya," sahut Reya yang melihat ke arah Citra dengan tersenyum penuh ketulusan.


"Aku juga pasti akan membuat kak Reya bahagia dengan caraku sendiri. Meski kak Sean selalu membahagiakan kak Reya. Tetapi aku pasti akan juga melakukannya," sahut Citra yang tidak kalah tulusnya dalam berbicara.


"Alhamdulillah mama bangga dengan kalian," sahut Anggika yang tersenyum, Argantara dan Sean juga tersenyum melihat kemanisan di antara kakak beradik yang baru saling mengetahui itu.


"Papa juga sangat bangga. Kita sarapan kembali. Nanti kalau kalian berdua berbicara lagi yang adanya akan jadi mewek lagi dan cukup kemarin papa melihat air mata kalian berdua begitu banyak keluar," sahut Argantara dengan candaannya yang mengundang tawa di meja makan itu.


"Oh iya pah, mah hari ini aku sama Reya dan Citra akan kembali mencari ibu Suhartati.. Alamatnya sudah di dapatkan dan hanya tinggal pergi saja," ucap Sean yang menyampaikan niatnya.


"Mama dan papa akan ikut kalian," sahut Anggika.


"Serius?" tanya Citra yang tidak percaya.


"Bukannya kemarin mama dan papa bilang akan ikut membantu kalian. Jadi kamu akan membantu kalian," ucap Anggika.


"Syukurlah kalau begitu Reya jadi bertambah semangat," sahut Reya.


"Citta juga. Makasih ya mah ya pah," sahut Citra.


"Iya Citra," sahut Argantara.


Sean tersenyum melihat kedamaian dan kebahagian keluarganya. Juga suport dari orang tuanya yang begitu besar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2