Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 92.


__ADS_3

Sean memang langsung bertindak sebelum semuanya terbongkar di waktu yang tidak tepat. Ya karena belum waktunya orang tuanya tau dan tidak tau sampai kapan nantinya akan di ketahui. Karena sebenarnya semuanya ada pada Reya. Reya yang tidak menginginkan hal itu dan masih perlu waktu.


Sean yang merasa sudah tidak aman untuk Reya tinggal di Apartemen. Langsung membawa wanita yang di cintainya itu untuk pindah rumah.


Sean membeli rumah baru untuk Reya. Agar Reya merasa aman. Rumah itu lumayan luas dan ada 2 pelayan di rumah, 2 satpam dan ada tukang kebun dan juga tukang bersih-bersih lainnya dan total bisa sampai 7 pekerja di rumah itu.


Reya berada di kamarnya yang sekarang sedang memindahkan pakaiannya ke dalam lemari.


"Reya!" panggil Sean yang memasuki kamar.


"Iya," jawab Reya.


"Kamu tidak apa-apa kan di sini? kamu merasa aman kan?" tanya Sean yang berdiri di depan Reya.


"Ini jauh lebih baik. Oh iya Sean kenapa tiba-tiba kita pindah. Kamu tidak mengatakan apa-apa kepadaku dan tiba-tiba saja langsung pindah," ucap Reya dengan penuh keheranan.


Sean menghela napasnya, "aku lupa mengatakannya kepadamu, jadi sebenarnya mama sudah mencurigaiku Apartemen tempat tinggal kamu. Karena sebelumnya mama ke sana dan saat kamu sedang bersamaku dan iya untung saja aku sudah mengganti sandi Apartemennya dan akhirnya mama tidak tau. Namun sangat curiga kepadaku dan mengintimidasi ku saat aku pulang kerumah dan meminta sandi Apartemen yang baru dan demi menghilangkan rasa kecurian mama, jadi mau tidak mau aku memberikannya pada mama," jelas Davin dengan singkat dan padat.


"Lalu?" tanya Reya yang terlihat sangat khawatir.


"Ya aku pasti yakin mama akan mengecek kembali dan aku juga memberi sandi yang benar. Aku tidak sempat bercerita kepadamu, karena aku rasa tidak ada waktu lagi dan lebih baik kita cepat-cepat pergi dari sana," ucap Sean yang menjelaskan kepada Reya.


"Untung saja aku tidak ada di Apartemen saat itu. Jika tidak aku tidak tau apa lagi yang terjadi nantinya," ucap Reya yang merasa sangat lega.


"Kamu benar Reya dan makanya aku membawamu ketempat yang baru dan aku berharap kamu nyaman di sini dan kamu juga tidak sendirian di sini. Ada beberapa orang yang bekerja di sini dan kamu pasti tidak bosan," ucap Sean yang memang menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna demi kenyamanan Reya.


"Tidak kok Sean. Menurut ku ini jauh lebih baik dan aku pastikan. Aku lebih nyaman di sini. Karena tidak akan ada yang tau," ucap Reya.


"Syukurlah kalau begitu. Ini rumah sudah aku siapkan jauh-jauh hari untuk kita ber-2," ucap Sean membuat Reya bingung saat mendengarnya.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Reya.


"Setelah kita menikah kita akan tinggal bersama di rumah ini. Kita akan memulai kehidupan yang baru di sini," ucap Sean membuat Reya diam sesaat.


"Reya!" tegur Sean yang melihat Reya diam dan Reya langsung melihat ke arah Sean setelah sadar dari lamunanya.


"Kamu maukan tinggal di sini bersamaku?" tanya Sean.


"Iya aku mau," jawab Reya membuat Sean lega dengan tersenyum dan memegang tangan Reya.


"Kita jangan melihat masalah yang lalu-lalu lagi. Sekarang yang kita pentingkan kebahagiaan untuk kita berdua," ucap Sean dengan menatap Reya dalam-dalam. Reya hanya mengangguk-angguk saja.


"Iya aku minta maaf dengan sikapku yang kemarin kepadamu. Aku benar-benar tidak bermaksud," ucap Reya menyadari kesalahannya.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Dan aku sangat memakluminya," ucap Sean. Reya mengangguk dengan tersenyum.


"Oh iya Reya aku hampir lupa mengatakan sesuatu padamu," ucap Sean.


"Reya aku akan melakukan perjalanan bisnis ke Amerika selama 1 Minggu," ucap Sean mendengarnya Reya cukup terkejut. Kerena sebelumnya Sean tidak mengatakan hal itu dan itu sangat mengejutkan bagi Reya.


"1 Minggu!" pekik Reya yang terlihat sangat keberatan.


Sena mendekati Reya dengan memegang pipi Reya, "jangan khawatir Reya. Semuanya akan baik-baik saja. Aku hanya pergi sebentar. Karena memang aku harus mengurus sesuatu dan kamu di sini akan aman dan tidak akan ada yang terjadi," ucap Sean yang meyakinkan Reya.


"Kamu tidak apa-apa kan, jika aku tinggal sebentar?" tanya Sean yang hanya melihat Reya diam.


"Tidak apa-apa. Lagian hanya 1 Minggu saja. Itu bukan waktu yang lama," sahut Reya yang tampaknya tidak masalah.


"Benar tidak apa-apa?" tanya Sean. Reya mengangguk dengan yakin.

__ADS_1


"Kamu tidak akan merindukanku?" tanya Sean dengan menaikkan sebelah alisnya dan dengan cepat Reya menggelengkan kepalanya.


"Yakin?" tanya Sean yang terlihat menggoda Reya.


"Iya Sean. Kamu ini benar-benar ya. Sudah jika pergi maka pergi," sahut Reya yang lama-kelamaan kesal dengan Sean.


"Baiklah kalau begitu, aku sekarang lega meninggalkanmu. Aku akan mengurus semua masalah ku dan akan pulang secepatnya bertemu kamu dan juga anak kita," ucap Sean yang sekarang mengusap perut ramping Reya.


"Aku akan menunggumu," ucap Reya membuat Sean tersenyum.


"Aku akan pulang dengan cepat," ucap Sean. Reya mengangguk-angguk, "Oh iya bagaimana dengan papa. Apa papa tau aku pindah?" tanya Reya yang baru teringat dengan Argantara.


"Belum tau. Nanti akan aku beritahu. Aku yakin dia juga khawatir padamu," ucap Sean.


"Hmmm, begitu rupanya. Ya sudah kalau begitu," sahut Reya yang tersenyum. Sean juga tersenyum dan langsung memeluk Reya.


"Kami jaga diri ya. Aku pasti akan secepatnya kembali untuk menemuimu dan juga calon anak kita," ucap Sean. Reya hanya mengangguk saja tanpa menjawab apa-apa. Ya mungkin dia akan merindukan Sean. Apa lagi semenjak hamil dia rasanya ingin terus bersama Sean dan 1 Minggu pasti terasa sangat lama sekali bagi Reya.


************


Sementara di dalam mobil Citra dan Anggika yang duduk di belakang yang di setiri oleh supir dan Citra terlihat sangat murung yang di pastikan Citra sedang memikirkan sesuatu yang juga tidak di ketahui apa yang di pikirkannya.


Apa lagi jika bukan banyangan Reya dan juga Sean yang berpelukan, penemuan anting wanita di dalam Apartemen. Banyak hal yang membuat Citra sibuk dengan lamunannya dan pastinya Citra juga memikirkan Barra dan Regina.


Walau sibuk dalam memikirkan Reya dan Sean. Citra juga memikirkan Barra. Apa lagi melihat Regin dan Barra yang saling berpegangan tangan yang membuat Citra penuh dengan tanda tanya yang tidak dapat di mengertinya.


"Citra!" tegur Anggika membuat Citra menoleh ke arah mamanya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Anggika. Citra menganggukan kepalanya yang pasti bohong. Karena mana mungkin dia baik-baik saja.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2