
Sarapan pagi seperti biasanya di meja makan. Sebelum mereka semua menjalan kegiatan mereka seperti biasanya.
Reya terlihat makan dengan biasa. Namun Citra melihatnya dengan sinis yang merasa kesal dengan Citra. Karena permasalahan kemarin yang di akibatkan Reya membuatnya di marahi oleh Sean.
" Semua ini gara-gara dia. Kak Sean juga apa-apaan sekarang benar-benar membelanya mati-matian," batin Citra dengan mengumpat penuh kekesalan.
" Reya dan kamu Citra hari ini kalian akan berangkat terlebih dahulu ke Bali!" perintah Argantara dengan tiba-tiba.
" Untuk apa?" tanya Citra dengan heran.
" Citra bukannya kamu ingin membantu kakak kamu untuk event di Bali nanti. Jadi kamu dan Reya pergi terlebih dahulu untuk mengecek apa-apa saja yang di perlukan dan Sean akan menyusul nanti. Kalian berdua harus bekerja sama untuk memberikan yang terbaik," jelas Argantara dengan singkat dan padat.
" Tapi aku tidak mau pergi dengannya. Aku akan pergi bersama Rose dan juga teman-teman yang lain. Aku tidak mau bergabung dengan dia yang ada aku akan stres," tolak Citra dengan tegas yang tidak sudi pergi bersama Reya.
" Aku juga tidak mau pergi bersamamu," sahut Reya tetap melanjutkan sarapannya yang melawan Citra
" Kau!" Geram Citra dengan kesal, " hey kau itu jangan menyombongkan dirimu," ucap Citra dengan kesal.
" Kau yang menyombongkan dirimu yang tidak mau pergi denganku," sahut Reya dengan santai.
" Kau itu!" Citra begitu kesalnya sampai mau berdiri dari duduknya dan untung saja Sean menghentikannya.
" Isss," Citra hanya berdesis kesal.
" Sudah-sudah jangan mulai lagi. Tidak ada yang perlu kalian ributkan. Baiklah jika kamu ingin pergi bersama teman-teman kamu dan juga Rose. Kamu pergi bersama mereka yang juga akan di temani 1 Bodyguard. Biar Reya akan pergi bersama dengan salah satu orang papa. Tetapi ingat ya Citra jangan mencari masalah di sana, jangan membuat ke gaduhan!" tegas Argantara yang mengingatkan Citra.
" Papa hanya mengingatkan ku saja. Seakan aku yang menjadi pembawa masalah. Aku tidak akan mencari masalah. Jika wanita itu tidak membuat ku marah dan kesal," sahut Citra sinis.
" Aku tidak pernah membuatmu marah. Tetapi kau yang sengaja yang ingin membuat masalah dan membuat dirimu sendiri marah!" tegas Reya.
" Kau lancang sekali!" geram Citra.
" Sudah Citra!" gertak Argantara.
" Jangan membentak Citra berlebihan," tegur Anggika.
__ADS_1
" Apapun yang terjadi. Pokoknya kalian ber-2 jangan ribut. Jangan melakukan hal yang tidak-tidak dan ingat event penting itu untuk Perusahaan dan berikan yang terbaik untuk Perusahaan," tegas Argantara.
Citra dan Reya hanya diam saja. Sementara Reya menganggukkan kepalanya dan Sean ataupun Anggika tidak berkomentar apa-apa lagi setelah itu.
" Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu saat di Bali nanti. Kau akan langsung ku tendang nanti," batin Citra yang sepertinya sudah punya rencana besar pada Reya.
***********
Bali
Akhirnya Reya dan Citra pergi ke Bali. Namun mereka berangkatnya terpisah. Citra bersama dengan Rose dan juga beberapa teman-temannya yang di undangnya untuk acara event di Bali yang memang hanya tinggal 2 hari lagi. Dan pasti akan ada Bodyguard yang mengawalnya.
Dan Reya berangkat dengan salah seorang bodyguard juga yang akan membantunya. Karena tidak aku mereka berangkat harus secara terpisah.
Reya dan Citra hanya memeriksa acara tersebut sebelum hari hah! Untuk Reya sendiri perginya bersama pengawal Argantara dan Sean dan Sekretarisnya akan menyusul mungkin besok. Karena dia juga harus stand by di tempat tersebut. Sebelum acaranya berjalan.
Keluarga Sean sendiri mempunyai Villa mewah di Bali yang menjadi tempat tinggal mereka selama beberapa hari di sana.
Perjalanan Citra maupun Reya berjalan dengan lancar. Reya ataupun Citra sudah sama-sama berada di salah satu hotel yang ada di Bali yang menjadikan tempat itu sebagai event di Bali nanti. Yang kebetulan hotel itu juga milik keluarga Argantara.
Citra dan Rose ternyata melihat Reya dari kejauhan yang sibuk dengan pekerjaannya.
" Kamu kenapa sih Citra ngeliatin dia begitu seriusnya?" tanya Rose.
" Aku sedang memikirkan cara untuk membuat namanya hancur di depan papa dan akhirnya papa kembali ke asalnya. Aku akan menendangnya dan mengirimnya kembali bersama ibunya yang menjadi pelakor itu," ucap Citra dengan rencana jahatnya.
" Untuk apa Citra kamu melakukan itu," sahut Rose yang tampak tidak setuju.
" Alasannya sangat jelas. Aku ingin menghancurkanya karena dia sudah menghancurkanku!" jawab Citra.
" Memang apa yang akan kamu lakukan?" tanya Rose.
" Aku baru saja mendapatkan ide," jawab Citra tersenyum miring.
Rose mengkerutkan dahinya, " ide apa?" tanya Rose penasaran.
__ADS_1
Citra langsung mendekatkan mulutnya lada telinga Rose dan membisikkan pada Rose apa yang telah di rencanakan nya.
" Kau yakin?" tanya Rose dengan wajahnya yang terkejut. Citra mengangguk tersenyum dengan penuh kelicikan dan Rose terlihat sangat tidak setuju dengan ide Citra.
**********
Setelah pekerjaan Reya selesai. Reya kembali ke Villa dan sudah beres-beres di Villa sudah mandi dan sudah mandi dan sudah rapi di mana Reya berdiri di depan cermin dengan menggunakan dress putih dengan lengan yang pendek, dres selutut yang membuatnya begitu anggun.
Toko-tok-tok-tok
Reya menghentikan make up-nya saat ada yang mengetuk pintu kamarnya dan Reya langsung membukanya yang ternyata bodyguard papanya.
" Apa nona sudah siap?" tanya Pria itu.
" Iya saya sudah siap. Sebentar ambil tas dulu!" ucap Reya yang memasuki kamar kembali, mengambil tas dan juga handphonny. Bodyguard itu menunggu sampai Reya akhirnya kembali keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.
Bodyguard mmeimpin jalan sampai keluar dari Villa dan masuki mobil. Reya duduk di belakang dan Bodyguardnya di kursi pengemudi.
" Memang di mana pertemuannya dengan Bu Regina?" tanya Reya.
" Saya juga kurang tau nona. Saya hanya mengikuti share lokasi yang di kirim sebelumnya," jawab bodyguard tersebut.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Reya yang tidak banyak tanya lagi dan Bodyguar tersebut melajukan mobil dengan kecepatan santai.
*********
Tidak lama dalam perjalanan mobil itu ternyata berhenti di sebuah Club mewah yang membuat Reya heran dan kepalanya berkeliling melihat tempat itu.
" Di sini bertemunya?" tanya Reya ragu.
" Saya akan pastikan dulu!" jawab Bodyguard tersebut yang langsung mengambil handphone dan coba menghubungi lewat pesan pada wanita bernama Regina yang akan di temui Reya yang mana wanita itu adalah salah satu orang penting dalam Event Perusahaan.
" Benar nyonya!" Jawab Bodyguar tersebut setelah mendapatkan informasi yang benar.
Bersambung
__ADS_1