Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 294


__ADS_3

Karena Citra sudah di lamar Reval. Jadi hari ini Citra akan meminta restu pada mama kandungnya yang mana dia akan berziarah ke makam ibunya. Dan pasti Citra tidak sendirian saja. Sean dan Reya menemaninya dan juga Reval yang menemaninya pastinya yang sekalian juga mereka meminta restu pada ibu kandung Citra.


Tadinya Argantara dan Anggika juga ingin ikut. Namum mereka masih banyak mengurus masalah ini dan itu. Jadi tidak bisa ikut untuk berziarah.


Setelah sampai di Cirebon akhirnya mereka langsung menuju pemakaman. Makan itu sudah di tabur bunga indah dengan bunga yang indah dengan di penuhi di atas pusarah makan tersebut. Tidak lupa juga dengan boucket bunga yang sebelumnya mereka bawa.


"Mah, Citra dan kak Reya datang lagi kerumah mama untuk Citra meminta restu pada mama. Citra akan menikah dengan kak Reval. Jadi Citra mohon restu dari mama," ucap Citra sembari mengusap-usap mesan itu dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Citra sangat mencintai kak Reval dan dia adalah orang yang bisa membuat Citra bahagia, mama doakan ya hubungan Citra dan kak Reval semakin membaik," ucap Citra dengan senyum getir di wajahnya yang pasti dia sangat sedih dengan datangnya di kerumah mamanya.


"Tante jangan khawatir saya akan menjaga Citra dengan baik. Saya akan memberikan Citra kebahagiaan seperti Sean yang membahagiakan Reya dan saya akan melakukan itu kepada Citra," ucap Reval yang juga berjanji di depan makan calon ibu mertuanya itu.


"Mah pilihan Citra sudah yang sangat terbaik, Reya juga sangat mengenal Reval. Jadi Reya juga sangat percaya. Jika Reval pasti bisa menjaga Citra dengan baik. Jadi mama jangan khawatir. Mama tenang saja di alam sana," ucap Reya menambahi sedikit.


"Iya mah jangan memikirkan Citra atau Reya. Karena aku juga akan menjaga mereka dengan baik," ucap Sean yang menambahi sedikit.


Mereka semua hening sebentar dan saling melihat.


"Kita sudah bisa pulang?" tanya Sean.


"Iya kak, kita pulang saja," jawab Citra.


"Ya sudah sekarang kita pulang. Mama sudah beristirahat di atas sana," ucap Sean.


Yang lain mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Sean dan mereka mulai berdiri dari tempat mereka masing-masing. Bergantian mengusap mesan itu dan melihat dengan serentak mesan itu dengan bersamaan dan mereka pergi meninggalkan makam itu.


Sebelum kembali ke Jakarta mereka juga mampir ke rumah Suhartati yang sudah di sulap menjadi panti asuhan. Hanya sedikit Sean dan yang lainnya memberikan arahan, nasehat dan wejangan kepada anak panti dan setelah memberikan hadiah yang di bawa dari jakarta Sean dan juga yang lainnya akhirnya pulang dan meninggalkan tempat yang membawa kebahagiaan untuk mereka semua.


Anak-anak panti Asuhan melambaikan tangan mereka saat Sean dan yang lainnya memasuki mobil dan sampai mobil itu berjalan.


Reya, Citra, Sean dan Reval tersenyum melihat anak-anak panti yang membawakan aura kebahagiaan itu.


"Rasanya tidak ingin pulang. Jika sudah sampai sini," ucap Reya.


"Kakak benar. Jadi pengen di sini lagi," ucap Citra yang memang sangat bahagia.


"Ya sudah nanti setelah menikah kita kemari lagi," ucap Reval.

__ADS_1


"Janji!" sahut Citra.


"Iya Citra," sahut Reval yang membuat Reya dan Sean tersenyum.


"Ya sudah sekarang kita kembali ke Jakarta," ucap Reval.


"Baiklah," sahut semuanya dengan serentak.


Dan mereka semua kembali ke Jakarta dengan Reval yang pasti yang mengendarai mobil tersebut.


**********


Setelah kembali ke Jakarta di kediaman Argantara. Citra dan Reval mengobrol di taman belakang sembari makan berduaan yang duduk dengan berhadapan dengan meja yang ada di depan mereka.


"Oh iya Citra aku lupa mengatakan kepada kamu. Kalau aku sudah resign dari kampus," ucap Reval yang tiba-tiba menyampaikan kabar tersebut.


"Resign," lirih Citra yang kelihatan terkejut.


"Iya," jawan Reval.


"Kenapa?" tanya Citra.


"Tidak menjadi dosen lagi. Berarti tidak akan mengajar di kampus manapun?" tebak Citra dengan wajah seriusnya.


"Iya kamu benar," jawab Reval yang memang apa adanya.


"Jadi kamu mau ngapain, bukannya kita akan menikah?" tanya Citra.


"Kamu takut sekali ya. Jika aku pengangguran," tebak Sean.


"Ya nggak juga sih. Kan aku juga bingung aja dengan kamu yang tiba-tiba resign," ucap Citra.


"Citra aku akan memulai bisnis dan aku rasa memang aku lebih cocok mengembangkan bisnis yang sebelumnya sudah berjalan," jelas Reval.


"Begitu rupanya ya sudahlah, aku berdoa saja yang terbaik untuk keputusan kamu dan jika memang sukanya di bisnis, aku turut mendoakan dan pasti aku akan mendampingi kamu apapun itu nanti," ucap Citra.


"Makasih ya," ucap Reval dengan memegang tangan Citra.

__ADS_1


"Sama-sama," sahut Citra dengan tersenyum.


"Citra!" tiba-tiba suara cempreng yang dapat di kenali itu memanggil Citra dan siapa lagi jika bukan Rose.


Reval langsung melepas genggaman tangannya dari Citra karena tidak enak dengan Rose yang sekarang menghampiri mereka.


"Ya ampun di cari-cari ternyata di sini. Memang nggak bisa ya diner di Restaurant dan harus diner di rumah segala," ucap Rose yang protes aja.


"Apa sih Rose. Kamu itu kepo aja," sahut Citra.


"Ada pak Reval ternyata di sini. Hay pak Reval," sapa Rose yang melambaikan tangannya.


"Hay Rose. Kamu jangan panggil saya bapak ya. Saya jadi terlihat tua. Lagian kamu itu juga sepupunya Citra. Masa iya harus panggil saya bapak," ucap Reval.


"Jadi mau di panggil apa. Kalau sayang pasti nggak boleh," seloroh Rose.


"Rose!" tegur Citra kesal


"Tuh kan ada yang langsung marah," goda Rose.


"Kamu bisa panggil saya kakak saja. Atau nama juga tidak masalah," ucap Reval dengan ramah.


"Baiklah kalau begitu. Aku panggil kak Reval saja. Bolehkan Citra?" tanya Rose harus pamitan dulu.


"Terserah kamu," sahut Citra.


"Issss jangan terserah aja dong. Nanti marah lagi," goda Rose.


"Sudahlah kamu itu mau ngapain coba di sini hah! ganggu aja," kesal Citra.


"Ya ampun nggak senang banget aku datang," sahut Rose.


"Bukan tidak senang. Tetapi kamu itu datang di saat yang tidak tepat," ucap Citra.


"Iya-iya sorry deh, aku itu hanya menyapa kamu dan aku juga tidak tau kalau kamu lagi pacaran. Ya sudahlah aku bergabung dengan yang lain aja. Kamu hapen deh dengan pacar kamu. Bye," ucap Rose yang langsung pergi saja.


"Aneh," ucap Citra.

__ADS_1


"Sudah-sudah kita makan kemabli," ucap Reval. Citra menganggukkan kepalanya dan makan kembali bersama Reval.


Bersambung.


__ADS_2