Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
214


__ADS_3

Di tengah Citra yang berdiri di depan pintu dan terus melihat kakaknya yang bukan kakak kandungnya. Citra di buat heran dengan beberapa Dokter yang berlari membuat Citra menyeka air matanya dengan cepat ketikan ada 2 Dokter dan 3 perawat yang berlari melewati dengan wajah panik yang seperti ada sesuatu.


"Ada apa itu?" tanya Citra heran dengan melihat Dokter tersebut, "bulannya itu arah menuju ruangannya Reval?" tanya Citra pada dirinya. Tidak ingin penasaran membuat Citra ikut berlari mengikuti Dokter untuk memastikan apa benar atau tidak dengan apa yang di pikirkannya dan ternyata benar apa adanya jika dokter-dokter itu memasuki ruangan ICU yang seingat Citra ada Reval di sana.


"Reval!" lirihnya dengan wajah paniknya, "apa yang terjadi pada Reval!" Citra buru-buru berlari dan langsung melihat dari kaca yang sedikit yang ada di depan pintu.


Kondis Reval sepertinya drop dengan suara mesin yang terdengar dan Dokter itu langsung memeriksa Reval yang membuat Citra ikutan panik.


"Reval!" lirih Citra dengan air matanya yang keluar, tubuhnya bergetar hebat, ada rasa ketakutan di wajahnya saat melihat Reval yang sekarang Dokter sedang memompa jantungnya.


"Tidak! tidak boleh terjadi sesuatu padanya. Kamu harus hidup, kamu tidak boleh pergi begitu saja. Kamu harus hidup Reval. Aku mohon!" ucap Citra dengan tangannya yang saling mengatup yang benar-benar sangat takut kehilangan Reval. Walau membenci tetapi dari matanya dan ekspresi wajahnya sangat menjelaskan bagaimana perasaan Citra yang sesungguhnya penuh dengan ketakutan dalam melihat kondisi Reval yang seperti itu.


Dokter terus berusaha untuk Reval sampai berkali-kali memompa jantung Reval sampai pompaan yang terakhir dan membuat terlihat Dokter menghentikan pekerjaannya dan menghela napas.


"Apa yang terjadi?" tanya Citra yang tidak dapan mendengar apa-apa. Saat Dokter terlihat berbicara pada suster dan suster yang tampak matik selimut sampai menutup wajah Reval yang membuat Citra terkejut melihatnya dengan air mata Citra yang tidak terbendung lagi bagaimana tangisannya itu.


"Tidak! itu tidak mungkin! tidak!" ucap Citra yang benar-benar terkejut dengan apa yang di lihatnya yang bisa di pastikan Reval telah tiada.


Pintu ICU pun di buka dan Dokter langsung keluar dari ruangan ICU.


"Dokter apa yang terjadi pada pasien ada apa dengan Reval?" tanya Citra dengan wajah paniknya dan pasti tangannya begitu dingin.

__ADS_1


"Kami sudah melakukan apa yang terbaik. Namun takdir berkata lain dan kami tom Dokter yang bekerja keras untuk pasien tidak bisa melakukan apa-apa. Kamu tidak bisa menyelamatkan pasien," jawab Dokter yang membuat Citra benar-benar terkejut dengan mata Citra yang terbelalak kaget dan mulutnya yang menganga-ngaga. Citta geleng-geleng kepala yang tidak terima dengan apa yang di katakan Dokter yang pasti begitu terkejut. Jika ayah dari bayi yang di kandungnya telah tiada.


"Tidak! tidak! tidak! itu tidak mungkin, kak Reval, kak Reval!" Citra yang begitu shock langsung memasuki ruangan ICU dan menghampiri Reval dengan membuka langsung penutup wajah Reval yang mana Citra tidak akan menerima jika kenyataan Reval telah tiada.


"Kak Reval bangun! bangun!"


"Bangun!"


"Bangun kak Reval! bangun!"


Citta menggoyangkan tubuh Reval untuk membangunkan Pria dengan mata yang tertutup itu dengan wajahnya yang begitu pucat.


Ada 2 Suster di ruangan itu yang tadi ingin membuka alat-alat medis yang masih menempel pada tubuh Reval. Namun mereka kesulitan ketika datangnya Citra yang mereka hanya menduga-duga pasti wanita itu orang terdekat dari pasien.


"Jangan tinggalkan aku, aku mohon jangan pergi! jangan pergi setelah semua terjadi, setelah semua yang kamu lakukan aku mohon jangan pergi. Kamu harus lebih menderita lagi. Izinkan aku membalas semua perbuatan yang kamu lakukan kepadaku. Aku mohon tetap hidup untukku. Aku mohon kak Reval. Bangun kak Reval! bangunlah!" Citra hanya terus memohon dalam tangisnya yang terus menyuruh Reval untuk bangun.


"Jika tidak mencintaiku, maka tidak perlu untuk pergi. Biar aku yang mencintaimu. Tetapi tetap bangun dan biarkan aku lebih menderita lagi. Jangan pergi seperti pengecut!" suara Citra yang teriakan-teriakan memeluk tubuh yang kaku itu membuat.


Tit-tit-tit-tit-tit-tit tit-tit-tit-tit-tit-tit.


Tiba-tiba terdengar suara mesin jantung yang mengagetkan 2 suster yang sejak tadi hanya diam menonton Citra yang menangis.

__ADS_1


"Denyut nadi pasien kembali," ucap Suster dengan wajah terkejutnya dan begitu juga dengan Citra.


"Kak Reval!" lirih Citra yang melihat ke mesin layar jantung dan kembali normal yang mengejutkan Citra, "dokter! Dokter! panggil Dokter!" Citra langsung heboh dan Suster pun langsung keluar untuk memanggil Dokter dengan cepat. Karena banyak kemungkinan hal buruk tidak akan terjadi dan akan di ganti dengan hal baik.


Setelah Dokter datang Citra di suruh keluar dan Dokter kembali memeriksa keadaan Reval. Citra pun hanya bisa menunggu dengan gelisah yang takut Reval kenapa-kenapa tetapi Citra akan tetap optimis dan terus berdoa semoga hal buruk tidak terjadi pada Reval.


"Kamu akan baik-baik aja Reval aku percaya itu," batin Citra dengan doa dan harapannya.


Sekarang Citra memang tidak mengerti dengan perasaannya seperti apa dia hanya ingin laki-laki yang di bencinya bangun dan selebihnya Citra tidak butuh apa-apa.


**********


Setelah Dokter melakukan pemeriksaan dan Reval masih bisa di selamatkan yang mana Dokter mengatakan jika Reval sudah melewati masa kritisnya sungguh mukjizat yang terjadi sehingga Pria yang di bencinya itu benar-benar tidak apa-apa dan sudah baik-baik aja bahkan Reval sudah di pindahkan ke ruang perawatan karena kondisi Reval yang sudah baik dan bahkan sudah sadarkan diri.


Walau Reval sudah sadarkan diri bukan berati Citra menemui Reval. Lagi-lagi Citra hanya melihat Reval kejauhan, melihat dari pintu ruang perawatan Reval dengan menatap nanar pria yang sudah bangun itu dan ada suster yang sepertinya masih bekerja di sana yang tidak tau apa yang di lakukan suster tersebut.


"Aku sangat membencimu. Tetapi melihatmu sudah bangun kenapa aku merasa lega. Kamu adalah pria yang sangat lega," batin Citra yang tidak mengerti dengan perasaannya yang sebenarnya seperti apa.


Citra yang terus melihat Reval dari kejauhan yang tiba-tiba Reval menoleh kearah pintu dan membuat ke-2nya saling melihat dengan perasaan yang hanya mereka yang tau.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2