Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab


__ADS_3

Reya, Citra dan Sean sedang menikmati makan malam mereka. Namun suasana sangat canggung. Apalagi Citra dan Sean yang sejak tadi hanya diam saja. Reya yang melihat adik kakak itu juga bingung sendiri harus melakukan apa.


"Sayang aku tadi masak sayur kesukaan kamu, coba kamu cicipi," sahut Reya yang mencoba untuk mencarikan suasana di antara adik kakak yang sejak tadi hanya diam saja.


"Bagaimana enak tidak?" tanya Reya.


"Enak Reya," jawab Sean.


"Syukurlah kalau begitu. Citra kamu juga mau?" tanya Reya.


"Boleh!" sahut Citra. Reya pun langsung memberikan kepiting Citra.


"Enak?" tanya Reya.


"Iya Reya sangat enak. Kak Sean beruntung ya bisa setiap hari memakan masakan Reya," ucap Citra. Sean hanya mengangguk dengan datar.


"Citra kamu juga akan menjadi istri jadi kamu juga bisa belajar memasak. Supaya Reval terbiasa dengan masakan kamu," ucap Reya dan Sean tampak diam mendengarnya.


"Apa kamu juga akan menikah dengan Reval?" tanya Sean melihat pada Citra yang mana wajah Sean sudah terlihat serius. Citra yang gugup melihat ke arah Reya dan Reya menganggukkan kepalanya yang mengatakan iya.


"Aku sudah memutuskan kak Sean untuk bersama dengan Reval yang artinya juga harus menikah. Karena aku juga mengandung anaknya," jawab Citra yang berusaha untuk tenang.


"Citra apa kamu sudah pikirkan baik-baik semuanya. Menikah tidak semudah itu dan masalah ini belum sepenuhnya selesai. Jangan membuat masalah semakin banyak. Aku memberikan Reval kesempatan untuk melihat bagaimana dia terhadapmu bukan berarti kamu langsung memutuskan untuk menikah," tegas Sean.


"Tapi kak Sean...."


"Citra aku rasa apa yang di katakan kak Sean ada benarnya juga. Jangan terlalu memburu untuk menikah Citra tidak ada gunanya. Pelan-pelan saja. Kamu juga masih kuliah dan hububungan kamu dan Reval juga baru saja berbaikan. Jadi jangan ada yang di buru," ucap Reya yang memberikan masukan pada Citra.


"Baiklah, aku tidak akan memikirkan pernikahan dulu. Aku dan kak Reval hanya akan berusaha untuk meyakinkan kak Sean yang aku tau kak Sean masih penuh dengan keraguan," ucap Citra yang harus mengalah dan dia juga merasa benar apa yang di katakan Reya. Reya juga mendengar keputusan Citra bernapas lega. Jika tidak pasti hubungan Sean dan Citra akan semakin dingin


"Dan satu lagi!" sahut Sean, "untuk beberapa hari ini. Aku tidak ingin kamu berhubungan dengannya dulu. Baik komunikasi atau bertemu langsung," ucap Sean yang membuat Citra dan Reya kaget mendengarnya.


"Sayang apa yang kamu katakan?" tanya Reya yang pasti tidak setuju dengan keputusan suaminya.


"Aku ingin Citra berpikir dengan jernih dulu dengan segala keputusannya dan pasti tidak bersama dengan dia untuk sementara. Jangan di ganggu. Sampai keputusan dan pemikiran kamu benar-benar bulat," tegas Sean yang membuat Citra dan Reya pasti tidak setuju. Apa lagi Reya yang takut Citra membantah dan malah ribut saat itu.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mendengarkan dan menuruti apa yang kak Sean inginkan," sahut Citra yang ternyata setuju dan Reya pasti tidak menyangka dengan legowonya Citra setuju saja dengan semuanya.


"Aku tau semua ini kebaikan ku dan aku juga tidak ingin membuat kak Sean bingung dan terus memikirkanku. Maka aku akan berpikir lebih jernih lagi untuk mendapat keputusan bagaimana hubunganku dengan kak Reval nantinya," tegas Citra.


"Bagus kalau begitu," sahut Sean yang juga tidak menduga jika Citra akan mengikutinya.


Dratt-dratt-Dratttt. Tiba-tiba di tengah-tengah makan ponsel Citra berdering di atas meja di samping piringnya dan melihat panggilan yang masuk adalah dari Reval. Citra tidak mengangkatnya dan membiarkan saja berdering.


"Kenapa tidak di angkat Citra?" tanya Reya.


"Dari Reval. Aku masih makan dan nanti saja ingin membicarakan hal ini padanya. Jika kamu sebaiknya jangan bertemu dan jangan saling berkomunikasi duku," jawab Citra.


Reya hanya diam dan Sean juga tidak peduli. Namun ponsel Citra terus saja berdering yang membuat suasana makan semakin tidak nyaman.


"Angkatlah Citra. Siapa tau penting," sahut Reya yang lebih baik di angkat dari pada terus berdering sangat menggangu suasana.


Citra menghela napasnya dan melihat Sean yang sama sekali tidak peduli dan tetap makan. Citra pun langsung mengangkatnya.


"Ada apa kak Reval?" tanya Citra.


"Maaf kak Reval. Memang ada apa?" tanya Citra.


"Rose!" sahut Reval.


"Rose ada apa dengan Rose?" tanya Citra dengan dahinya mengkerut. Sean dan Reya pun melihat Citra dengan serius.


"Citra, aku bertemu Rose di rumah sakit dan dia sangat ketakutan dan panik, dia dari rumah kamu dan menemukan Om Argantara nyaris mati," ucap Reval dengan suara bergetarnya membuat Citra kaget dengan terdiam dan suara napasnya yang baik turun.


"Citra Hallo! Citra!" Reval tidak mendengar suara Citra lagi terus memanggil nama Citra.


"Citra ada apa?" tanya Reya yang ikutan panik dengan ekspresi wajah Citra yang begitu shock.


"Pa-pa-papa," jawab Citra dengan napasnya yang naik turun.


"Ada apa dengan papa?" tanya Sean yang ikutan panik.

__ADS_1


Citra tidak mampu bicara, seakan pita suaranya hilang mendadak Reya yang melihat hal itu tidak sabaran dan langsung mengambil handphone Citra.


"Reval apa yang terjadi?" tanya Reya langsung.


Reval menceritakan apa yang terjadi sebenarnya dan Reya juga terkejut mendengarnya.


"Baiklah kami akan segera kesana," sahut Reya panik dengan langsung mematikan telpon tersebut.


"Ada apa Reya?" tanya Sean.


"Papa sedang kritis. Ayo kerumah sakit!" ucap Reya panik dan Sean juga kaget dan langsung buru-buru berdiri dari tempat duduknya. Begitu juga dengan Citra. Mereka langsung pergi dengan tergesa-gesa untuk melihat kondisi Argantara yang sudah di ceritakan Reval bagaimana kondisinya.


Untung saja Rose bertemu Reval di rumah sakit dan Reval bisa menghubungi Citra. Karena memang tidak ada yang bisa berkomunikasi dengan Citra selain Reval. Karena Citra memblok semua kontak di ponselnya dan Reval juga termasuk namun. Karena kemarin mereka berbaikan. Jadi bloknya langsung di buka Citra dan makanya Reval yang menghubungi Citra.


**********


Rumah sakit.


Akhirnya Citra, Reya dan Sean sampai juga di rumah sakit dan mereka langsung mencari ruang UGD yang di pastikan Argantara ada di sana dan tidak lama mereka sampai dan sudah melihat Rose dan Reval ada di sana.


"Rose!" panggil Citra.


"Citra!" sahut Rose yang langsung berlari menghampiri Citra dan langsung memeluk Citra dan Citra merasakan tubuh Rose yang sangat bergetar.


"Apa yang terjadi pada papa?" tanya Citra panik.


"Benar Rose ada apa dengan papa dan di mana papa?" tanya Sean yang tidak kalah mencemaskan Argantara.


"Sayang kamu tenang dulu, biarkan Rose bicara pelan-pelan," sahut Reya yang sangat mengerti dengan apa yang di alami Rose yang pasti penuh dengan ketakutan. Citra melepas pelukannya dari Rose.


"Ada apa Rose katakan?" tanya Citra.


"Aku tidak tau Citra. Aku kerumahmu untuk mencarimu, untuk bertanya kenapa kamu tidak pernah ada kabar dan tidak pernah masuk kuliah, aku juga menghubungimu tidak bisa dan aku memutuskan kerumahmu. Rumah mu tampak sepi dengan pintu yang terbuka dan tiba-tiba aku melihat Om Argantara sudah tergeletak yang penuh dengan darah. Aku tidak tau apa yang terjadi," jawan Rose dengan penuh ketakutan yang membuat semuanya kaget.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2