Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 25 Jahatnya Citra.


__ADS_3

Memang benar apa adanya Karin memang membawa kakak beradik yang 1 ayah itu untuk menemui klien mereka yang akan berpartisipasi dalam masalah makanan di acara di Bali nanti. Dan sekarang Karin sedang berbincang-bincang dengan seseorang Chef yang mungkin menjadi chef di acara mereka. Reya dan Citra hanya diam saja. Tidak Citra yang diam dan Reya menulis apa yang di katakan Karin. Ya mencatat apa-apa saja yang penting.


" Apa yang harus aku lakukan ya agar wanita ini benar-benar menyesal karena sudah berani sok-sok-an di depanku. Aku harus melakukan sesuatu agar kak Sean marah kepadanya," batin Citra yang terlihat memikirkan banyak rencana untuk Reya.


Reya yang fokus menulis melihat ke arah Citra dan Citra langsung mengalihkan pandangannya yang seolah mencari kesibukan yang lain. Mungkin Reya menyadari jika Citra sedari tadi terus memperhatikannya.


**********


Pertemuan itu berjalan dengan lancar dan tidak ada yang sulit dan juga Citra tidak membuat ulah. Mereka kembali memasuki mobil dengan Karin yang menyetir dan Citra duduk di sebelahnya dan Reya di belakang.


" Kak Karin, mampir ke minimarket soalnya aku haus," keluh Citra yang merasa tenggorakannya kering.


" Oke baiklah!" sahut Karin yang langsung memberhentikan mobilnya di mini market.


" Hmmm, kakak yang beli ya aku soalnya males untuk keluar," ucap Citra dengan wajahnya yang ingin di minta kasihan.


Karin menghela napasnya, " baiklah calon adik ipar," jawab Karin yang terpaksa menuruti Citra. Ya Citra tau jika sekretaris kakaknya itu menyukai kakaknya dan Citra pun sering manja-manjaan dengan Karin dan Karin selalu menurutinya karena harus mengambil hati pada adik iparnya yaitu Citra.


Hanya tinggal berduaan. Citra dan Reya di dalam mobil.


" Huhhhh, kapan ya kak Karin benar-benar menikah dengan kak Sean. Pasti menyenangkan punya kakak ipar sepertinya," ucap Citra yang sepertinya sengaja memanas-manasi Reya.


Reya sebenarnya tidak peduli dan hanya melihat-lihat saja beberapa kertas yang di pegangnya yang menganggap jika hanya dia yang ada di dalam mobil itu.


toko-tok-tok-tok.


Tiba-tiba pintu kaca mobil di bagian Reya di ketuk dan membuat Reya menurunkan kaca mobilnya yang ternyata Karin yang menunduk.


" Ayo Reya bantu aku untuk mengambil beberapa belanjaan yang aku beli soalnya berat!" ucap Karin.


" Harus aku?" tanya Reya.


" Lalu?" Karin balik bertanya.


Reya hanya menghela napasnya dan dengan terpaksa keluar dari mobil itu. Sementara Citra menyunggingkan senyumnya dengan melihat Reya dan Karin sudah memasuki mini market tersebut.


Citra menoleh kebelakang dan melihat kertas-kertas yang di pegang Reya tadi. Citra terlihat mencari-cari sesuatu dengan buru-buru dan menyunggingkan senyumnya ketikan menemukan sesuatu yang sepertinya di inginkannya dan Citra buru-buru mengambilnya. Karena melihat Karin yang terlebih dulu keluar dari mini market tersebut.


Bruk.

__ADS_1


Karin memasuki mobil dan menutup pintu mobil.


" Di mana dia?" tanya Citra.


" Bentar lagi juga datang, lagi nungguin kasir pindahin belanjaan ke kantung plastik," jawab Karin. Citra terlihat berpikir lali.


" Aduh, aku mau pipis," Citra tiba-tiba menekan perutnya.


" Ya sudah di sini kan ada toilet," jawab Karin.


" Argh, tidak cari toilet lain saja," sahut Citra yang mendesak Karin.


" Ayo kak buruan cari toilet," Citra memukul-mukul tangan Karin.


" Tapi Reya bagaimana?" tanya Karin kebingungan.


" Nanti saja kak. Aku sudah kebelat pipis ini. Buruan nanti aku pipis di mobil," ucap Citra yang seperti ulat keket yang menahan pipis.


" Iya-iya," sahut Karin yang kebingungan dan langsung menjalankan mobil. Ya dia juga tidak mungkin membiarkan Citra pipis di dalam mobil dan mungkin masalah Reya nanti belakangan.


Baru saja mobil itu melaju. Reya keluar dari mini market dengan membawa 2 kantung plastik dan berlari mengejar mobil itu.


Reya sampai terduduk di aspal yang kewalahan mengejar mobil itu. Napasnya naik turun dengan dahinya yang berkeringat.


" Benar-benar keterlaluan. Aku yakin dia pasti sengaja melakukan semua ini," ucap Reya yang berbicara terputus-putus karena napasnya yang naik turun.


Reya melihat di sekitarnya yang juga tidak tau di mana dirinya. Karena dia sudah lama tidak tinggal di Jakarta dan sebelumnya tempat itu memang tidak pernah di kunjunginya.


" Handphone ada di mobil lagi," batin Reya yang benar-benar kebingungan dengan handphonenya juga yang tertinggal di mobil yang pasti bukan hanya handphone saja. Uang dan sebagainya yang ada di dalam tasnya.


" Apa yang harus aku lakukan," gumamnya kebingungan dengan menyibak rambutnya kebelakang.


********


Sementara di dalam mobil Karin yang masih menyetir menoleh ke arah Citra.


" Kamu tidak mau pipis lagi?" tanya Karin heran melihat Citra yang sudah biasa saja.


" Tadi sih mau. Tetapi sekarang sudah tidak," sahut Citra santai.

__ADS_1


" Ya ampun Citra kamu ini ya Benar-benar ya. Kakak sudah menyetir kencang-kencang. Tetapi kamu malah nggak jadi," ucap Karin.


" Ya bagaimana dong. Kan bukan salah Citra. Pipisnya yang salah," sahut Citra santai dan mengambil botol minuman yang tadi di beli Karin dan langsung meneguknya


Karin hanya geleng-geleng saja melihat Citra.


" Kok belok?" tanya Citra melihat Karin membelokkan mobilnya.


" Kamu lupa kalau Reya ada di sana. Jadi kita harus menjemputnya. Dia masih ketinggalan," ucap Karin.


" Ya tapi kan...." Citra sepertinya sangat berusaha agar Karin tidak putra balik. Namun apa daya dia sudah putar balik dan Citra hanya bisa mendengus degan kasar.


" Semoga saja wanita sialan itu sudah tidak ada di sana lagi. Sisa-sisa rencanaku. Kalau pada akhirnya dia ada di sana," batin Citra yang berdoa yang buruk-buruk.


Akhirnya tidak lama Karin dan Citra kembali ke depan mini market dan ketika mobil itu berhenti Karin menoleh ke arah keluar, kepalanya berkeliling melihat keberadaan Reya yang sudah tidak ada di sana lagi.


" Di mana Reya?" tanyanya kebingungan.


" Tidak mungkinkan dia masih ada di dalam?" tanyanya dan Citra sama sekali tidak menanggapi apa yang di katakan Karin.


" Aku lihat kedalam sebentar," ucap Karin. Citra hanya mengangguk dengan ketus.


" Yes wanita itu benar-benar sudah tidak ada. Pasti sekarang dia tertatih-tatih dan tidak tau mau kemana, mampus emang enak," batin Citra yang tersenyum miring dengan rencananya yang akhirnya berhasil.


Tidak lama akhirnya Karin memasuki mobil lagi tanpa adanya Reya.


" Dia tidak ada sepertinya dia sudah pergi," ucap Karin.


" Aku bilang juga apa kak. Dia pasti sudah pergi. Dia itu orang nya nggak sabaran. Kita hanya pergi sebentar. Tetapi lihat apa yang di lakukannya. Dia langsung pergi. Ya dia sengaja saja seperti itu. Memang dia itu orangnya malas dan mencari kesempatan dalam kesempitan. Pasti dia mau happy-happy," ucap Citra yang menjelek-jelekkan Reya.


" Masa sih dia seperti itu?" tanya Karin yang tidak mudah percaya.


" Ya buktinya sekarang dia tidak ada," sahut Citra dengan santai.


" Argggghhh ya sudahlah sekarang kita sebaiknya kembali ke kantor saja. Tadi Sean sudah menelpon yang ingin buru-buru di antarkan hasil laporan pekerjaan kita," ucap Karin. Sewaktu di dalam mini market tadi Sean sudah menghubunginya.


" Hmmm, baiklah kalau begitu," saat Citra yang tersenyum lebar. Ya dia begitu bahagia dengan Lea yang bisa di tebaknya sekarang pasti luntang-lanting.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2