Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 133.


__ADS_3

"Apa itu artinya semua ini juga rencana Regina. Dia di balik semua ini?" tanya Citra.


"Lagi dan lagi Barra menggunakannya sebagai umpan," jawab Reval.


Citra mendengarnya membuang napasnya kasar kedepan, "aku sebelumnya dengan Rose memperhatikan gerak-gerik Barra yang berbicara dengan Regina ya ternyata ini lah. Lagi-lagi Barra hanya ingin melancarkan aksinya dengan memanfaatkan Regina dan Regina lagi-lagi menurutinya yang aku tidak tau apa yang di pegang Barra sampai Regina tidak bisa berubah dan tidak bisa jauh-jauh darinya," ucap Citra yang sangat menyayangkan Regina yang tidak pernah belajar dari kesalahan.


"Aku juga tidak mengerti Citra. Masalah rekaman yang kamu katakan bahkan aku sudah mengurusnya," ucap Reval.


"Tapi mungkin saja Barra mempunyai rekaman yang lain yang menjadikan pegangan untuk memanfaatkan Regina," ucap Citra.


"Bisa jadi Citra," sahut Reval.


Citra kembali menghela napasnya yang terlihat masih sangat murung. Sampai Reval memerhatikan dirinya.


"Jangan khawatir dia tidak akan mengganggumu lagi," ucap Reval meyakinkan Citra.


"Bagaimana mungkin aku tidak khawatir dan yakin jika dia Tidka akan menggangku. Walau tadi kak Reval menghajarnya habis-habisan. Dia tidak akan jera sebelum mendapatkan apa yang di inginkannya," ucap Citra.


"Citra aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku akan memberikan efek jera kepadanya. Kamu jangan takut aku ada bersamamu dan tidak memberinya kesempatan apa-apa untuk melukaimu," ucap Reval yang berbicara begitu tulus kepada Citra yang mampu membuat Citra tersenyum tipis yang sudah bisa di jelaskan jika dia sudah sangat tenang mendapatkan kata-kata dari Reval.


"Terima kasih kak Reval sudah menolongku. Aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti. Jika kakak tidak ada, terima kasih sekali lagi," ucap Citra.


"Sama-sama," jawab Refal dengan singkat

__ADS_1


Citra dan Reval masih berada di pondok tersebut yang masih menunggu hujan reda. Karena sejak tadi hujan memang tidak reda juga bahkan semakin deras dengan angin yang juga tertiup dengan kencang yang membuat Citra terlihat kedinginan dengan memeluk ke-2 lutunya sembari membuangnya napasnya dengan perlahan kedepan.


Reval yang duduk di sebelahnya menoleh ke arah Citra dan meraih tangan Citra menggenggamnya dengan erat untuk mengurangi rasa dingin. Citra menoleh kearah Reval dan tersenyum dengan perhatian Reval.


"Kamu kedinginan?" tanya Reval dengan lembut menatap Citra dengan begitu dalam.


"Iya kak Reval sangat dingin," jawab Citra apa adanya.


Reval langsung merangkul bahu Citra dengan semakin mendekatkan dirinya pada Citra untuk mengurangi rasa dingin tersebut. Citra juga memeluk erat pinggang Reval dengan ke-2 tangannya yang merasa hangat saat bersama dengan Reval.


Suara petir yang terdengar begitu kuat juga membuat Citra tampak takut dan apalagi mereka berada di ruangan terbuka yang sinarnya petir itu terlihat membuat Citra takut dan semakin mempererat pelukannya pada Reval.


Reval sangat mengerti dan semakin mengeratkan pelukannya. Citra mengangkat kepalanya sehingga wajah mereka saling melihat dengan jarak yang sangat dekat dan tatapan mata yang begitu dalam di antara ke-2nya.


Mata Reval mengamati Citra dengan tatapan mata yang penuh dengan arti.


Satu tangan Reval memegang pipi Citra tanpa melepas pandangannya dari Citra dan wajah Reval semakin mendekatkan wajahnya pada Citra. Yang Citra merasa benda kenyal sudah menempel di bibirnya yang membuat Citra menutup matanya dengan perlahan saat mendapatkan ciuman pertama kalinya dari Reval.


Ciuman yang sangat lembut yang mampu membuatnya melayang-layang dengan memegang kuat kemeja yang di pakai Reval. Citra sungguh menikmatinya dan Reval juga yang tidak mendapat penolakan dari Citra semakin memperdalam ciuman itu dengan ke-2 tangannya yang kini memegang ke-2 pipi Citra yang semakin memajukan wajah Citra untuk semakin memperdalam ciumannya itu.


Citra juga membalas ciuman Reval. Bukan pertama kali Citra berciuman. Namun dengan Reval dia merasakan hal yang berbeda. Reval terlihat sangat pintar yang mampu bisa mengalihkan dunianya. Tidak seperti dengan mantan kekasihnya yang selalu buru-buru dan ingin mendominan sendiri tanpa Citra merasakan apa-apa.


Namun dengan Reval Citra bisa merasakan ciuman tersebut, bisa merasakan perasaan Reval kepadanya yang pasti apa yang telah di rasakannya sama dengan apa yang di rasakan Reval terbukti dari ciuman itu yang sampai sekarang mereka masih berciuman tanpa melepas ciuman itu yang tidak tau mau sampai beberapa lama.

__ADS_1


Sampai akhirnya Reval melepas tautan bibirnya dari Citra yang membuat Citra perlahan membuka matanya dan kembali saling menatap dengan Reval dengan hembusan napas ke-2nya yang sama-sama, tidak stabil.


Reval mengusap lembut bibir basah Citra dengan menatap Citra dalam-dalam.


"Kau adalah milikku Citra!" ucap Reval, "kau wanita yang ada di hidupku mulai sekarang, aku akan menjagamu dan jangan takut. Aku tidak akan membiarkan siapapun berani menyentuh milikku. Kau sudah menjadi milikku Citra," ucap Reval membuat Citra tersenyum dengan mengangguk.


Dari apa yang di katakan Reval sudah menjelaskan bahwa dirinya dan Reval sudah mempunyai hubungan dengan status yang jelas.


Reval mencium lembut kening Citra dan juga mengecup sekali lagi bibir Citra dan langsung memeluknya dengan erat. Citra juga memeluk Reval dengan erat yang sudah menggambarkan perasaannya yang sangat bahagia.


*************


Pagi hari kembali Citra dan Reval akhirnya kembali ke tenda yang mana mereka memang ketiduran di pondok tersebut sampai pagi dan akhirnya memutuskan kembali ketenda dengan tangan mereka yang saling bertautan dengan genggaman yang erat.


Citra dan Reval saling melihat dengan tatapan mata mereka yang ke-2nya yang terlihat berbunga-bunga yang sama-sama penuh dengan kebahagiaan.


"Kamu sudah jauh lebih baik?" tanya Reval.


"Iya," jawab Citra tersenyum lebar. Bagaimana tidak baik mereka telah jadian.


Tidak lama Citra dan Reval akhirnya sampai juga ketenda dan dari kejauhan Rose melihat Citra.


"Citra!" teriak Rose yang begitu bahagianya saat melihat Citra dan berlari mengejar Citra. Mendengar Rose meneriaki namanya dan juga Rose sudah mengejarnya. Citra langsung melepas tangannya dari Barra. Dari pada banyak pertanyaan nanti lebih baik dia melepas dulu dan nanti pasti akan bercerita pada Rose dan Reval paham itu dan pasti bukan masalah yang besar. Karena dia juga Dosen dan harus mengerti adab juga.

__ADS_1


"Citra kamu dari mana aja?" tanya Rose memeluk Citra begitu erat yang sampai membuat Citra sesak dengan pelukan Rose yang dia tau Rose pasti mengkhawatirkan dirinya.


Bersambung.


__ADS_2