Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 37 Kehancuran baginya.


__ADS_3

Reya dan Sean sudah kembali berpakaian seperti sebelumnya. Di mana pakaian Reya yang masih memakai dress yang di kenakan nya tadi malam dan Sean dengan kemejanya yang jasnya masih berada di atas tempat tidur.


" Kita pulang!" ucap Sean yang berhadapan dengan Reya dengan wajah Reya yang sembab. Karena sejak tadi menangis terus.


" Pulang! hanya itu, setelah apa yang terjadi, kita langsung pulang. Apa tidak ada yang harus di katakan. Katakan apa yang terjadi, katakan jika tidak ada yang terjadi di antara kita. Katakan!" ucap Reya yang masih berharap banyak.


" Semuanya terjadi. Aku dan kau melakukan itu. Aku mengingatnya dan itu yang terjadi?" jelas Sena.


Air mata Reya semakin banyak keluar mendengar pernyataan Sean. Reya menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya dengan menangis terisak-isak.


" Kenapa? kenapa harus aku. Kenapa kau melakukannya kepadaku!" teriak Reya memukul dada Sean dengan kuat dan Sean langsung menangkap ke-2 tangan Reya dengan menatapnya Reya tajam.


" Apa yang kau katakan. Kau menyalahkanku?" tanya Sean dengan menekan suaranya menatap mata Reya yang terlihat begitu lelah.


" Apa maksudmu menyalahkan. Jadi semua ini aku yang salah?" tanya Reya balik.


" Reya aku dalam pengaruh obat yang membuatku tidak bisa mengendalikan diriku dan kau juga sadar atas apa yang terjadi. Kita sama-sama mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan kau juga tidak menolak semua itu," tegas Sean mengejutkan Reya.


Sepenjang Sean bicara mata Reya berputar melihat Sean yang kata-kata keluar dari mulutnya semakin menyakitkan. Yang menegaskan bahwa kejadian tadi malam itu sangat wajar dan seharusnya tidak di sesali.


" Jadi kau ingin mengatakan bahwa apa yang terjadi semua itu kesalahanku?" tanya Reya yang tidak habis pikir dengan tanggapan Sean.


" Aku tidak mengatakan itu kesalahanmu. Aku juga mengatakan aku dalam pengaruh obat. Tetapi aku sadar dengan apa yang aku lakukan dan kau juga sadar dan sebelum itu kita bukannya ribut dan aku melakukan itu karena kau yang menantang ku! dan apa yang terjadi bukti. Jika kita bukan adik kakak. Kau tidak akan pernah mengatakan hal itu lagi!" tegas Sean dengan merendahkan suaranya membuat Reya semakin terkejut.

__ADS_1


" Apa kau begitu bangga dengan apa yang kau lakukan. Apa kau tidak merasa bersalah sedikitpu. Aku ini adikmu. Apa pantas adik dan kakak melakukan hubungan menjijikkan itu!" teriak Reya melepas tangannya dari Sean.


" Cukup Reya!" Bentak Sean, " hubungan kita yang baru terjadi sudah menjelaskan. Jika kita bukan adik kakak. Jika kau merasa jijik Jijik lah pada dirimu sendiru. Dan aku tidak menyesal sama sekali telah melakukannya. Karena kau yang menginginkan aku melakukannya. Kau menginginkan kejelasan bagaimana status hubungan kita!" tegas sean


Plakk.


Reya langsung melayangkan tangannya pada pipi Sean dengan keras. Membuat pipi Sean miring kesamping dan pasti terkejut dengan tamparan Reya. Karena selama ini dia tidak pernah di tampar siapapun.


" Kau berani menamparku!" lirih Sean.


" Itu pantas intukmu. Apa katamu. Kau tidak menyesali apa yang terjadi. Apa kau gila!" teriak Reya.


" Kau dengan mudahnya mengatakan. Jika apa yang terjadi karena semua tantangan dariku. Sean sadar di mana pikiranmu. Kau bisa-bisanya mengatakan jika apa yang kita lakukan itu untuk pembuktian bahwa aku bukan adikmu. Sean berpikir dengan dengan jernih. Mau kau melakukan itu berkali-kali kepadaku. Mau kita menikah mempunyai keturunan dan mau kita tinggal di dunia yang berbeda sekalipun. Kenyatannya akan tetap sama aku dan kau adik kakak. Aku ini adikmu. Apa kau sadar itu," teriak Citra dengan suara menggelegar penuh kemarahan menegaskan status mereka pada Sean.


Sean juga tampaknya marah dengan tangannya mengepal dan wajahnya yang memerah penuh dengan emosi.


" Cukup!" gertak Sean.


" Aku sudah mengatakan berkali-kali. Jangan mengatakan jika kau adikku. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai adik dan yang terjadi tidak terlarang sama sekali. Karena sampai kapanpun kau bukan adikku. Kesalahan memang ada di dalam perbuatan kita. Tetapi bukan masalah persaudaraan," tegas Sean yang sudah kehilangan akal pikirannya yang tetap merasa jika apa yang di lakukannya tidak se hina yang di pikirkan Reya.


Reya hanya melihat Sean dengan napasnya yang terasa sesak dengan. Sangat sulit bicara untuk melihat apa yang di lakukan Sean.


" Reya kau boleh merasa hancur, terhina dengan aku menyentuhmu. Aku memang sudah mengambil kehormatanmu dan mungkin itu kesalahan. Tetapi......"

__ADS_1


" Argggghhh!" Argggghhh!!!!!!!!" teriak Reya dengan menutup ke-2 telinganya dan berteriak sekencang-kencangnya sampai terduduk di lantai membuat Sean terkejut melihat Reya. Reya tidak ingin mendengar kata-kata Sean yang melukai dirinya.


" Reya!" lirih Sean terkejut melihat reaksi Reya seperti kesetanan.


" Kenapa? kenapa semua ini harus terjadi padaku? kenapa aku? apa salahku? apa karena kesalahan ibuku aku menjadi serendah ini. Apa kesalahan ibuku. Aku bisa di perlakukan seperti ini! Bahkan orang yang meniduriku tidak merasa bersalah sama sekali. Apa aku memang sudah tidak punya harga diri di mata kalian. Apa memang sangat pantas aku mendapatkan semua ini?" teriak Reya yang mengeluarkan semua isi hatinya. Kekesalannya pada Sean yang bukannya merasa bersalah. Justru seakan merasa menang karena berhasil membuktikan pada Reya jika dia bukan kakaknya.


Karena seorang kakak tidak akan menyetubuhi adiknya sendiri. Namun tetap melihat Reya yang begitu hancur membuat Sean merasa bersalah pada Reya. Dia bajingan yang merenggut kesucian Reya. Mungkin Sean menang. Tetapi seharusnya menenagkan Reya.


Sean membuang napasnya perlahan ke depan dan mendekatinya dan mencoba menangkannya dengan menyentuh pundak Reya. Melepas tangan Reya dari pegangan kepala Reya.


" Reya tenanglah!" ucap Sean dengan suaranya yang serak. yang merasa bersalah dengan memegang tangan Reya.


" Jangan menyentuhku! Jangan mendekatiku! Aku sangat muak dengan mu. Kau itu iblisss!" teriak Reya yang menepis kasar tangan Sean.


" Aku mengerti perasaanmu," lirih Sean yang kembali mendekati Reya. Reya tetap meronta-ronta yang tidak ingin di sentuh Sean. Namun Sean bersih keras dan menariknya ke dalam pelukannya, untuk menenagkan Reya yang di landa kehancuran.


" Kau harus tenang Reya. Jangan berteriak, kau hanya akan semakin terluka," ucap Sean dengan lembut.


" Bukannya ini yang kau mau. Kau menghancurkan ku dengan sengaja. Aku datang kemari bukan untuk status yang tidak bisa di ubah lagi. Bukan untuk menjadi wanita hancur. Tetapi kenapa aku harus mengalami semua ini dan harus berakhir di tangamu!" ucap Reya yang terisak-isak di pelukan Sean.


" Semua sudah sudah terjadi. Mau menyesal pun sudah tidak ada gunanya lagi. Karena semuanya tidak bisa di kembalikan," ucap Sean dengan mudahnya bicara.


Mendengar kata-kata itu Reya semakin sakit. Dadanya semakin sesak. Lukanya semakin terkoyak yang semakin besar. Luka yang kecil menjadi besar. Mungkin dia sama dengan Sean yang sama-sama masih belum menerima kenyataan jika Reya dan dirinya adik kakak. Namun pelan-pelan Reya bisa menerima dan bahkan berusaha untuk meyakinkan Sean walau itu sulit. Karena Sean juga begitu membencinya.

__ADS_1


Tetapi sekaran ada kenyataan yang paling parah yang Reya tidak tau bagaimana dia akan mengatasi semja ini. Kenyataan bahwa dia telah berhubungan intim dengan kakaknya sendiri darahnya mengalir pada darah Sean. Itu yang membuatnya begitu terhina.


Bersambung


__ADS_2