Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 286.


__ADS_3

Akhirnya mereka semua membawa Reya ke rumah sakit. Reya langsung di periksa Dokter sementara yang lainnya menunggu di luar dengan wajah mereka yang penuh kecemasan.


"Semoga kak Reya tidak apa-apa," ucap Citra dengan wajah paniknya.


"Mama juga berharap seperti itu. Reya pasti sudah merasa tidak enak badan dan sampai pingsan," ucap Anggika.


"Ini semua salahku. Seharusnya aku lebih memperhatikan Reya," sahut Sean yang merasa bersalah.


"Itu bukan kesalahan kakak. Ini musibah. Kita doakan saja semoga kak Reya baik-baik aja," ucap Citra yang menenangkan Sean yang pasti tidak bisa tenang. Sean terus merasa begitu takut akan terjadi sesuatu pada istrinya.


Lama menunggu di tengah ketegangan itu. Dokter tiba-tiba keluar dari ruangan itu.


"Itu Dokter," ucap Reval.


Sean langsung mendekati Dokter, "Dok bagaimana istri saya, apa yang terjadi padanya?" tanya Sean dengan wajah paniknya.


"Benar Dok, kak Reya baik-baik saja kan?" tanya Citra yang juga dek-dekan.


"Kondisi Bu Reya baik-baik saja, dia hanya kelelahan dan semua ini karena janin yang ada di kandungannya," kawan Dokter.


Kata janin itu mengejutkan semua orang yang merasa salah dengar atau tidak.


"Apa kata Dokter janin?" sahut Anggika yang terpekik kaget.


"Iya janin di kandungannya, Bu Reya mengandung 5 Minggu dan janin muda itu masih sangat rentan," jelas Dokter.


"Jadi istri saya hamil?" tanya Sean yang tampak tidak percaya.


"Benar pak Sean,"


"Alhamdulillah," lirih seluruhnya dengan bahagia dan terharu dengan hal itu.


"Alhamdulillah," Citra juga bahagia dan langsung merangkul mamanya.


"Jadi untuk kondisi Bu Reya yang seperti ini. Tolong saling menjaga untuk keselamatan bayinya," ucap Dokter memberi saran.


"Baik Dokter. Terima kasih Dokter untuk, saya akan menjaga istri saya dengan baik," ucap Sean yang benar-benar sangat bahagia dengan kehamilan istrinya.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu, selamat ya pak Sean," ucap Dokter tersebut sebelum pergi.


"Mah Reya hamil mah," Icao Sean yang tidak bisa berkata-kata.


"Iya Sean mama senang mendengarnya," sahut Anggika.

__ADS_1


"Selamat ya Sean," sahut Reval bersalaman dengan Sean dan memeluk Sean sebentar.


"Ya sudah sebaiknya sekarang kita masuk. Kita temui Reya," sahut Argantara.


"Iya," sahut yang lainnya dan langsung memasuki ruang perawatan Reya.


Sean duduk di pinggir Reya. Yang mana Reya masih menutup matanya. Sean mencium lembut kening Reya dengan memegang tangan Reya. Perlahan Reya membuka matanya dan sudah mendapati suaminya yang melihatnya dengan berkaca-kaca dan Reya juga melihat di sekitar ranjanganya yang keluarganya ada di sana.


"Aku ada di mana?" tanya Reya dengan suara seraknya.


"Kamu ada di rumah sakit sayang," jawab Sean.


"Memang aku kenapa?" tanya Reya heran.


"Kamu tadi pingsan," jawab Sean.


"Lalu apa yang terjadi. Pasti karena aku belum makan ya. Maaf ya kamu pasti khawatir kamu jangan marah ya," ucap Reya.


"Tidak sayang aku tidak marah, kamu pingsan karena kamu tidak ada tenaga dan kamu harus tau kalau kamu sedang hamil," ucap Sean yang masih terharu.


"Hamil?" pekik Reya yang pasti terkejut.


"Iya kamu hamil," jawab Sean menegaskan. Air mata Reya jatuh saat mendengar kabar bahagia itu.


"Iya sayang, makasih ya, kamu memberikan kado terindah dalam hidupku," ucap Sean yang langsung memeluk Reya dan Reya pun larut dalam tangis di pelukan suaminya.


Ya ada di ruangan itu pasti ikut merasakan haru atas kehamilan Reya yang pasti menjadi kabar bahagia untuk semua orang.


"Alhamdulillah ada penghuni baru di rumah kita, Reya selamat ya sayang," ucap Anggika mengusap-usap pucuk kepala Reya yang masih di pelukan suaminya.


"Aku akan menjadi Tante," sahut Citra yang paling bahagia.


"Ini adalah hadiah terindah untuk keluarga kita setelah melewati semua cobaan yang sangat berat," sahut Argantara. Yang lain mengangguk-angguk dan Reya sendiri tidak mampu berkata-kata dan masih berpelukan dengan suaminya karena dia juga sangat bahagia di hadirkan kembali buah hati di dalam rahimnya.


*********


Risya yang masih berada di rumah sakit yang sedang di suapi Sean.


"Enak?" tanya Sean.


"Tidak enak. Tetapi harus di makan. Jika tidak perutku akan kosong dan anak kita bisa kelaparan," jawab Reya.


"Hmmm, jadi makannya sekarang harus di paksa demi anak kita?" tanya Sean. Reya mengangguk membuat Sean tersenyum dengan mengusap-usap kepala Reya.

__ADS_1


"Istri yang sangat pintar yang lebih peduli pada anaknya dari pada egonya," puji Sean.


"Kamu bisa aja," sahut Reya.


"Ya sudah kamu makan lagi ya," ucap Sean yang kembali menyuapi Reya.


"Oh iya sayang kapan aku pulang?" tanya Reya, "soalnya di rumah sakit tidak enak," keluh Reya.


"Nanti sore juga kamu sudah boleh pulang. Jadi jangan khawatir. Tetapi ingat kata Dokter kami harus hati-hati jangan sampai bayi kita kenapa-kenapa," ucap Sean mengingatkan istrinya itu.


"Kita akan jaga sama-sama kan?" tanya Reya.


"Pasti sayang. Kita akan menjaga anak kita sama-sama," ucap Sean yang harus belajar dari kesalahan sebelumnya.


"Nanti kalau pulang aku boleh tidak minta di belikan buah mangga?" tanya Reya yang sudah mulai banyak permintaan.


"Jangankan buah mangga pohonnya saja akan aku dapatkan," sahut Sean.


"Isss kamu itu," sahut Reya. Sean memang ingin membuat istrinya itu bahagia. Makanya mengajaknya bercanda bersama.


***********


Citra dan Reval makan siang bersama di dekat rumah sakit.


"Aku benar-benar bahagia mendengar kehamilan kak Reya," ucap Citra yang masih tidak percaya.


"Aku juga bahagia Citra. Tuhan akhirnya mengganti bayi mereka yang sempat pergi," ucap Reval.


Wajah Citra langsung datar ketika mendengar perkataan Reval. Apa yang di katakan Reval sama saja mengingatkan Citra pada dirinya. Nampaknya Reval menyadari hal itu yang membuat Citra sedih.


"Citra maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mengungkit hal itu," ucap Reval memegang tangan Citra yang tau perkataannya membuat Citra sedih.


"Tidak kok kak Reval, semuanya sudah berlalu. Anak kita juga sudah berada di surga dan mungkin itu jalan terbaik dari sang pencipta. Jadi tidak apa-apa. Apa yang kak Reval katakan tadi tidak salah sama sekali," ucap Citra dengan tersenyum pada Reval yang menutupi kesedihannya.


"Maafkan aku ya sudah menyinggung hal itu," ucap Reval yang tetap merasa bersalah.


"Santai aja kak Reval. Aku tidak apa-apa sama sekali," sahut Citra yang tersenyum.


"Ya sudah kita sarapan lagi. Ini hari bahagia bukan. Jadi kita juga harus bahagia," ucap Reval.


"Iya kak Reval benar," sahut Citra dengan tersenyum dan Reval juga tersenyum yang mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2