Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 184


__ADS_3

"Citra!" lirih Reval yang begitu mobilnya berhenti di pinggir jalan. Reval langsung keluar dari mobil dengan buru-buru dan langsung berlari menuju Citra yang mana Citra sudah menaiki jembatan dengan menutup matanya yang siap untuk melompat dan langsung di hentikan Reval


"Citra!" teriak Reva yang menarik Citra memeluk pinggang Citra dan mengangkat Citra sampai Citra tidak jadi melompat dan sekarang berada di atas jembatan.


"Lepaskan!" berontak Citra yang menjauhkan diri dari Reval karena saking marahnya dan bencinya dengan Reval.


"Apa yang kau lakukan apa kau gila!" teriak Reval dengan menunjuk Citra.


"Aku memang sudah gila. Kenapa hah! bukannya kau menginginkan aku gila. Lalu kenapa menghentikan ku!" teriak Citra yang kembali ingin melompat dan Reval lagi-lagi menahannya.


"Lepaskan aku! lepaskan aku! biarkan aku mati! aku sudah tidak ada gunanya hidup lagi, biarkan aku mati, biarkan aku mati!" Citra berteriak-teriak yang tetap ingin bunuh diri dan Reva berusaha menghentikannya dan memeluk Citra dengan erat.


Reval bisa merasakan tubuh Citra yang bergetar hebat. Rasa takut yang di alami Citra dapat di rasakannya. Bahkan mata Reval berkaca-kaca dengan penderitaan Citra yang sudah ada di depannya dan apakah dia bahagia dengan apa yang di inginkannya. Jika bahagia dia tidak mungkin berlari keluar mobil hujan-hujanan untuk menghentikan Citra.


"Kenapa menghentikanku. Apa kau hanya ingin melihat ku gila. Reval aku tidak akan membiarkan semua rencana balas dendammu berhasil sepenuhnya. Aku tidak akan membiarkan kau melihatku berada di rumah sakit jiwa. Jadi jika aku mati itu jauh lebih baik Reval. Jadi apa yang kau inginkan tidak akan terjadi," ucap Citra yang meronta-ronta di pelukan Reval dan Reval hanya diam dengan memeluk erat yang tidak ingin Citra sampai lepas lagi dan akhirnya bunuh diri.


"Kau itu sangat jahat Reval, kau telah membuatku jatuh pada pelukan mu, lalu kau menghancurkan ku berkeping-keping, kau juga mengambil kehormatan ku dan dengan seenaknya mengatakan jika aku yang menginginkan semua itu. Kau sangat jahat Reval kau itu bukan manusia, kau itu bukan manusia, kau sangat biadab," umpat Citra yang terus mengeluarkan isi hatinya dan Reval hanya diam mendengar makian dari Citra yang mengeluarkan banyak kata-kata pedas yang memang pantas untuknya. Sampai akhirnya suara itu semakin melemah dan sudah tidak terdengar lagi dan tubuh Citra juga melemah.


"Citra!"lirih Reval yang menyadari jika terjadi sesuatu dan langsung melihat Citra yang ternyata Citra sudah tidak sadarkan diri.


"Citra!" lirih Reval yang membangunkan Citra. Wajah yang terlihat penuh dengan amarah dan kesedihan yang mendalam itu hanya tetap tidak sadarkan diri dengan air matanya yang mengalir di sertai dengan hujan yang deras. Reval pun langsung membawa Citra dengan menggendong Citra ala bridal style yang tidak tau kemana Reval membawanya yang pasti Reval membawa Citra kedalam mobilnya.


************


Rumah sakit.

__ADS_1


Reval langsung membawa Citra kerumah sakit dan Dokter langsung menangani Citra. Reval hanya berdiri di depan ruangan Citra yang mana melihat Citra yang begitu lemah yang tidak berdaya.


Nyata sangat nyata di depannya sekarang bagaimana Citra harus membayar semua perbuatan Anggika. Namun melihat semua itu membuat Reval mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dengan meremas kepalanya.


"Arggh!" teriak Reval yang frustasi sendiri dengan skenario dan tokoh yang sudah di aturnya. Bahkan Reval yang berteriak mencuri perhatian orang-orang yang berlewatan dari Reval yang pasti bertanya-tanya ada apa dengan Reval.


Dari apa yang terlihat di wajah Reval. Bukan kebahagiaan yang di dapatkannya setelah melihat kehancuran Citra. Namun hanya berasa bersalah. Bahkan apa yang di katakan sang mama saat di rumah sakit jiwa terlintas di pikirannya dan membuatnya semakin frustasi yang adanya Reval yang akan gila karena perbuatannya sendiri.


********


Reya dan Sean buru-buru keluar dari mobil. Mereka mendapat kabar jika Citra masuk rumah sakit dan Reya dan Sean langsung buru-buru kerumah sakit untuk menemui Citra. Di mana pasangan suami istri itu langsung bertanya pada suster untuk mengetahui di mana Citra di rawat.


Tidak lama Anggika dan Argantara juga datang yang juga mendapatkan kabar dengan keadaan Citra yang masuk rumah sakit.


Sampai akhirnya Reya dan Sean berada di depan ruang perawatan Citra yang kebetulan Dokter keluar dari sana yang mungkin selesai memeriksa keadaan Citra.


"Anda keluarga pasien?" tanya Dokter.


"Benar Dokter saya kakaknya," jawab Sean dengan wajah paniknya yang menunggu kabar dari adiknya.


"Pasien sudah tidak apa-apa, dia hanya shock dan juga sempat tidak sadarkan diri. Namun kondisinya sudah baik-baik saja dan sudah siuman," jawab Dokter.


"Alhamdulillah," sahut Reval dan Reya yang merasa lega dengan kondisi Citra.


"Dokter sebenarnya apa yang terjadi Dokter?" tanya Reval.

__ADS_1


"Seperti yang saya katakan, pasien shock dan sepertinya banyak tekanan. Dan kalian sebagai keluarga harus menjaganya dengan baik, memberi pikiran yang tenang kepadanya. Karena kalau pikiran pasien berlarut-larut seperti ini sangat bahaya untuk kandungannya," ucap Dokter yang menjelaskan.


Namun Reval dan Reya kaget saat Dokter menyebutkan kata-kata yang membuat jantung keduanya berdebar tidak menentu.


"Apa Dokter katakan. Kandungan?" tanya Reval dengan suaranya yang tertahan yang berusaha jika dia salah dengar.


"Iya. Kondisi pasien yang seperti ini membuat kandungannya akan bermasalah. Apa lagi janinnya masih sangat lemah," jelas Dokter yang membuat Sean dan Reya terkejut dengan mata mereka yang sama-sama terbuka lebar.


"Citra hamil?" tanya Sean dengan suaranya yang sangat sulit untuk keluar.


"Iya benar. Apa tidak ada yang tau dengan kehamilannya?" tanya Dokter yang melihat kagetnya Sean dan Reya. Mata Sean memerah dengan berkaca-kaca saat mendengar kabar yang pasti mengejutkan itu.


"Citra hamil!" sahut Anggika yang juga shock dengan kabar kehamilan itu. Begitu juga dengan Argantara.


"Tidak mungkin itu tidak mungkin Dokter pasti salah," sahut Anggika yang tidak terima dengan tubuh lemasnya dengan tangannya yang memegang dadanya yang mungkin dia bisa jantungan atau jantungnya berhenti ketika mendengar kehamilan Citra yang tanpa suaminya.


"Aku sudah hancur mah dan semua itu gara-gara mama. Aku yang haru membayar perbuatan mama di masa lalu. Aku yang harus menanggungnya mah," apa yang di katakan Citra beberapa hari lalu terbayang di pikiran Anggika dan sekarang sudah terjawab apa maksud Citra waktu itu yang ternyata ini lah dia kehamilan Citra.


"Kak Sean!" lirih Reya saat melihat Sean yang terduduk lemah yang pasti lututnya bergetar dengan kabar dari sang adik.


"Apa yang terjadi padanya Reya. Apa yang di katakan Dokter ini tidak mungkin Reya. Ini tidak mungkin," ucap Sean yang pasti juga tidak mudah menerima kenyataan itu.


"Kak Sean aku mengerti perasaan kamu, tapi kamu harus tenang," ucap Reya yang hanya bisa menenangkan suaminya itu.


Sementara Citra yang berada di ruangan itu yang berbaring miring dengan membelakangi pintu dengan air matanya yang mengalir deras. Dia mendengar suara keluarganya yang histeris di luar sana dan Citra pasrah dengan dirinya dan juga kehancuran dirinya.

__ADS_1


Dan pasti kakaknya sangat kecewa dengan apa yang telah di lakukannya. Citra hanya menangis dengan bergetarnya nya tubuhnya yang melakukan kesalahan besar. Lalu apa itu adalah kesalahannya.


Bersambung


__ADS_2