
“Mei ‘er! Dengarkan kakek berbicara sebentar.” Ujar Kakek Zhou yang sedang berjalan ke sisi ranjang Hua Mei.
Hua Mei bangkit lalu dia duduk di sisi ranjang, melihat ke arah kakeknya yang akan berbicara, “Kakek mau berbicara apa? Mei ‘er akan mendengarkan.” Ujar Hua Mei lirih
“Sudah terlalu lama kita tinggal di sini di daerah selatan, apa Mei ‘er tidak berkeinginan kembali ke Klan Hua di Daratan Tengah? Kakek yakin, Bocah Long pasti berangkat ke Daratan Tengah juga.” Kakek Zhou memulai pembicaraan dengan memancing langsung minat utama dari Hua Mei.
Mendengar ucapan itu antusiasme dan kegembiraan Hua Mei langsung terbangkit, “Benarkah! Kalau begitu mari kita kembali ke Daratan Tengah.” Ujar Hua Mei dengan sorot mata berbinar bahagia.
“Hal ini pasti begitu adanya.. Namun sebelum kita berangkat, Mei ‘er harus bisa menguasai Jurus Telapak Keluarga Hua dengan menggunakan sarung tangan sutra emas,”
“Cici Murong mu yang bercerita pada kakek, bahwa Mei ‘er memiliki Kitab dan Artefaknya secara bersamaan, itu syarat Kakek padamu, jadi mulai sekarang Mei ‘er harus lebih fokus berlatih jurus telapak tersebut!” tegas Kakek Zhou, dia mengajukan syarat yang harus dipenuhi Hua Mei.
“Baik... Mei ‘er akan patuh pada setiap nasehat kakek.” Jawabnya singkat.
Setelah membuat perjanjian dengan Hua Mei, Kakek Zhou segera berlalu dari kamar Hua Mei, tersenyum senang. Keputusannya dirasa tepat oleh Kakek Zhou, permasalahan Klan Hua nanti akan dipikirkan kembali ketika sudah di Daratan Tengah.
Sejak hari itu Hua Mei mulai berlatih dengan rajin, kesedihannya perlahan menghilang, Murong Qiu yang selalu bersama Hua Mei juga terus berlatih dengan rajin, Murong Qiu juga akan ikut bersama Hua Mei ke Klan Hua di daratan tengah.
Setelah sebulan berlatih dengan giat, Hua Mei berhasil menguasai Jurus Telapak Keluarga Hua dengan sempurna. Kakek Zhou segera menepati janjinya, tepat di keesokan hari mereka bertiga segera berangkat ke Daratan Tengah, dalam perjalanan ini Kakek Zhou menyewa dua kereta kuda, lengkap bersama petugas kusirnya.
__ADS_1
***
Perjalanan Gou Long bersama dengan para Alkemis ini sudah berjalan selama dua mingguan, Feng Yueyin saat ini bahkan telah berhasil mencapai Ranah Bumi tahap awal pada tingkatan kultivasinya, pertaruhan antara Han Zhong dan Chung bersaudara dimenangkan oleh Han Zhong.
Ketika mereka sampai di Daratan Tengah kelak, Chung bersaudara harus mentraktir Han Zhong dengan arak terbaik, sebagai bentuk denda dari kekalahan taruhan mereka berdua.
Suma Xiulan menghabiskan hari-harinya dengan berbicara dan berlatih bersama Feng Yueyin, Sementara Gou Long sendiri hanyut dalam dunia yang tidak dipahami oleh mereka semua. Mereka juga tidak berani bertanya karena Gou Long terlihat tidak ingin diganggu.
Iya! Hampir sepanjang waktu Gou Long terus duduk di atas atap kereta kuda, dia hanya turun sesekali saat waktu makan. Setiap kali Han Zhong melihat Gou Long, yang didapatkan adalah sosok seperti patung hidup yang duduk bersila dan hanyut dalam kultivasi, begitu juga ketika Chung bersaudara yang melihat Gou Long di atas kereta.
Pada kenyataannya, tanpa diketahui seorang pun Gou Long selalu bergerak sendirian di malam hari, dengan Teknik Memindah Jasad bukan hal sulit bagi Gou Long untuk bergerak bebas tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Gou Long sangat berharap dalam perburuan ini dia bisa mendapatkan atau bertemu dengan siluman kelas ke-1, ini karena Gou Long telah memahami dan merasakan keampuhan dari Teknik Kultivasi Tranformasi Roh. Sehingga kesempatan di hutan belantara ini tidak disia-siakannya sama sekali.
Gou Long sangat ingin memiliki satu Roh Siluman yang dapat diikatnya ke dalam dantian kedua yang ada di rongga dada, namun selama seminggu lebih aktivitas ini dilakukan, dia belum mendapatkan apa yang menjadi keinginan terbesarnya saat ini.
Selama bertempur setiap malam ini, pengalaman bertarung yang diperoleh Gou Long juga sangat banyak, sehingga dia selalu hanyut dalam kultivasi di setiap siang hari. Dalam pikirannya terbayang kembali semua gerakan ketika bertarung dengan para siluman tersebut.
Pagi hari pertama dari minggu ketiga, kelakuan Gou Long berbeda dari biasanya. Hari ini dia turun dan bercakap-cakap dengan mereka semua, “Selamat pagi semuanya! Terlalu lama aku mengabaikan kalian semua, maafkan kelakuanku ini!” ujar Gou Long.
__ADS_1
“Jangan terlalu dipikirkan saudara Gou! Setiap kita punya alasan tersendiri yang tidak bisa kita beritahukan pada orang lain.” Ujar Han Zhong ramah.
“Terima kasih Paman Han atas pengertiannya, sebenarnya firasatku mengatakan perjalanan kita ini terasa terlalu damai, perjalanan yang terlalu damai ini adalah hal yang tidak tepat.” Ujar Gou Long mengutarakan kekhawatiran hatinya.
“Benar! Dibalik kedamaian ini pasti ada yang terus mengintai kita, kita terpaksa menunggu sergapan dari mereka. Perjalanan kita yang menggunakan kuda dan kereta kuda. 2 kali lebih lambat dari musuh yang bergerak dengan ilmu meringankan tubuh... ” jawab Han Zhong mulai menjelaskan.
“Kenapa begitu paman Han?” tiba-tiba saja Suma Xiulan ikut bertanya dan memotong penjelasan Han Zhong. Gou Long juga ikut mengiyakan, “Iya! Kenapa begitu paman?”
Chung Munna tiba-tiba ikut berbicara dan menjawab pertanyaan mereka berdua, karena dalam perkara ini Chung Munna, Chung Bau Im dan Han Zhong yang lebih memahami saat itu, “Lihatlah kuda-kuda itu! Merekalah alasan perjalanan kita menjadi 2 kali lebih lambat, tenaga mereka jelas tidak sama dengan tenaga kultivator, mereka memang lebih kuat dari manusia biasa, tapi kalau diadu dengan kultivator binatang-binatang itu kalah jauh.”
“Jadi pilihan kita saat ini hanya terus melanjutkan perjalanan sambil menunggu serangan datang, tapi alangkah baik kalau kita semua meningkatkan kultivasi masing-masing.” Ujar Gou Long bijak.
Lalu dia membagi-bagikan kristal esensi siluman kelas ke-2 hasil buruannya selama beberapa malam belakangan ini pada mereka semua.
“Kalian seraplah kristal ini, aku yang akan berjaga seharian penuh, sejujurnya tingkahku yang terlihat egois dalam beberapa hari ini juga karena kristal ini, sekarang anggaplah semua ini sebagai bentuk kompensasi atas kelakuan egoisku.” Ujar Gou Long sambil tersenyum ramah.
Mereka semua dengan patuh mengambil dan mulai berkultivasi menyerap kristal esensi siluman tersebut.
Saat hari menjelang magrib satu persatu dari orang-orang tersebut selesai menyerap kristal esensi siluman, walau tidak terjadi penerobosan ranah setidaknya dengan menyerap kristal esensi siluman, fondasi dari tenaga dalam mereka semua meningkat seperti orang yang telah berkultivasi selama 20 tahun.
__ADS_1