
Mengambil alih dan menanggung beban permasalahan Asosiasi Alkemis atas pundaknya sendiri, Gou Long telah menetap di Asosiasi Alkemis selama enam hari ini. Dia meminta ruang pribadi secara khusus dari Asosiasi dengan alasan mengambil kultivasi tertutup.
Gou Long telah berpesan tidak akan keluar dari ruang pribadi selama mengambil kultivasi tertutup tersebut, namun ini sudah menjadi kebiasaannya bertindak penuh rahasia, termasuk alasan mengambil kultivasi tertutup tersebut sebagai pengalihan saja agar orang-orang tidak tahu apa yang dikerjakan walaupun itu orang-orang terdekat dengannya.
Sudah lima malam berturut-turut Gou Long keluar dari jendela kamarnya dan melesat berkeliaran di bawah dinginnya malam Kota Tian Yu, dengan memakai setelan hitam khas pejalan malam juga melengkapinya dengan jubah hitam milik Organisasi Ordo Setan Hitam.
Penampilannya terasa lebih lengkap karena memakai dua topeng sekaligus, yaitu topeng tipis yang mengganti raut wajahnya menjadi pemuda berusia 25-27 tahun dengan kumis tipis tertata rapi di atas bibir, serta topeng paruh burung elang milik Organisasi.
Gou Long merasa perlu mengambil tindakan seperti itu, dia sangat sadar apa yang dikerjakan selama ini selalu di bawah bayang-bayang musuh, dengan penampilan seperti ini Gou Long pergi ke tempat-tempat strategis yang pernah ditandai oleh Tan Koai.
Gou Long juga tidak akan membiarkan begitu saja kelompok yang mencegatnya seminggu yang lalu, orang-orang misterius ini pastilah penduduk Kota Tian Yu, dan pemimpin mereka pastilah orang yang berpengaruh.
Orang yang tidak memilik kekuasaan tidak mungkin bisa menggerakkan bawahan sebanyak itu hanya untuk mencegatnya, lagi pula para bawahan tersebut juga sangat patuh pada sang pemimpin.
Dan yang terpenting dari orang-orang tersebut yaitu, mereka tahu Gou Long akan muncul di jalan antara pusat Kota Tian Yu dengan Gunung Teratai. Dari mana orang-orang tersebut tahu Gou Long tinggal di Gunung Teratai?
Dengan berpikir seperti itu, kecurigaan terbesar Gou Long jatuh pada penguasa Kota Tian Yu, Gu Chuisan. Ditemani Eira, Gou Long sudah mengintai Mansion Penguasa Kota Tian Yu selama dua malam.
Karena ini adalah musim salju, Eira hampir di sepanjang waktu hinggap di pundaknya, rubah putih itu tidak mau berada di dalam jubah atau di dalam cincin budak.
__ADS_1
Ini adalah malam keenam dia keluar, kemudian melesat cepat menuju Mansion Penguasa Kota. Walau sejauh ini belum memperoleh informasi penting, namun dia tidak menyerah begitu saja, firasat dan naluri tajamnya memaksa Gou Long untuk terus mencari rahasia tersebut di area Mansion Penguasa Kota.
Malam ini begitu mereka tiba di sana, Gou Long melesat ke atas tembok tinggi dan langsung bergerak ke taman belakang yang ada di Mansion Penguasa Kota. Ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi sangat memudahkan untuk bergerak tanpa ketahuan penjaga.
Gou Long memilih salah satu pohon pek yang tumbuh di taman tersebut, dia bersembunyi di balik lebatnya daun-daun pohon pek yang tertutup salju tebal, dan menyebarkan indra kesadaran spiritualnya.
Dari salah satu kamar gedung yang terdapat di area Mansion Penguasa Kota, Gou Long melihat cahaya terang yang masih menerangi kamar tersebut, dia memperlebar kesadaran spiritual dan meningkatkan ketajaman pendengarannya.
Eira yang selalu hinggap dibahu Gou Long melesat turun dan berkeliling, dengan tubuh kecil rubah putih seperti itu, apalagi karena salju tebal yang memenuhi halaman ini sangat memudahkan Eira.
Siapa yang peduli dengan rubah salju yang berkeliaran seperti itu, hanya dengan menekan aura silumannya saja, seniman bela diri akan beranggapan bahwa dia hanyalah binatang peliharaan.
“Hey! Lihat rubah kecil di sana!” teriak salah satu dari dua orang penjaga Mansion Kota yang berpatroli. Orang ini penuh semangat dan energik, padahal saat itu sudah tengah malam, juga waktu bagi orang lain untuk beristirahat.
“Abaikan saja! Kalau kita mengejar rubah itu tugas kita malah akan terbengkalai, fokuskan saja pada tugas patroli.” Teman patrolinya mengingatkan. Orang ini terlihat lebih malas, dan tidak memiliki semangat hidup, seperti orang yang memiliki penyesalan tertentu dalam hidupnya, namun karena tuntutan perkerjaan dia tetap bekerja dan berpatroli saat tengah seperti ini.
“Iya-iya! Aku hanya sangat senang melihat rubah putih salju yang terlihat sangat bersih...”
“Hush!...” kawannya yang tidak bersemangat, memotong cepat, “Pernahkah saudara Zen mendengar cerita tentang rubah? Konon mereka adalah jelmaan dari siluman wanita yang sangat cantik.”
__ADS_1
“Iya! Aku juga pernah mendengarnya, tapi siapa yang percaya cerita konyol seperti itu? Kita orang-orang persilatan harus lebih memfokuskan diri pada kualitas ilmu bela diri dan kultivasi kita sendiri, fokus kepada dua hal ini saja sudah menghabiskan puluhan tahun masa hidup kita.” Jawab orang yang penuh semangat.
Kedua orang itu, gara-gara melihat Eira, tanpa sadar berpatroli sampai ke taman tempat Gou Long bersembunyi di antara rapatnya pohon pek.
“Aiih! Mengenai ilmu bela diri dan kultivasi, aku tidak mau membicarakannya, kecemburuan besar akan muncul dihatiku, kalau kita berbicara tentang hal tersebut.” Kembali orang yang tidak memiliki semangat berbicara, nada suaranya terdengar penuh iri dan penyesalan akan hidupnya sendiri.
“Aku juga memahami maksud Saudara Thi...” kawannya menyahuti, dia juga mengingat kultivasinya sendiri serta mengingat kejadian besar yang baru-baru ini terjadi di Kota Tian Yu, “Pemuda pendatang baru itu sangat menggemparkan!...” lanjutnya.
“Iya!...” orang yang berbicara dengan nada menyesal kembali mengiyakan, “Pemuda itu sangat luar biasa, baru sebulan yang lalu dia membuat kegemparan karena berhasil meracik pil yang diberkahi Langit dan Bumi, dan baru-baru ini lagi-lagi kabarnya dia telah berhasil menerobos ke Ranah Surgawi.” Sorot matanya menajam, menyesalkan takdir hidup sendiri, dalam hati dia berkata, “Kenapa aku tidak terlahir menjadi jenius seperti itu...”
Orang ini tidak sadar, kadang orang jenius seperti Gou Long juga tidak memperoleh segala sesuatu secara langsung dengan mudah, kalau dia berada pada posisi yang berbahaya seperti yang telah dilalui Gou Long, mungkin saja dia telah mati sepuluh kali dalam sehari.
“Mengenai penerobosan Ranah Surgawi pemuda itu memang kita tidak melihat langsung, tapi...” orang yang penuh energik menanggapi ucapan kawan patrolinya, “Tapi... apakah Saudara Thi juga melihatnya, saat orang-orang Penguasa Kota kembali dari berburu lima hari yang lalu, mereka pergi dengan jumlah dua puluh orang, namun saat kembali orang-orang itu hanya bersisa sepuluh orang.” Lanjutnya.
“Apa hubungannya antara pemuda yang menerobos Ranah Surgawi di usia muda dengan orang-orang Mansion Penguasa Kota kita yang keluar berburu?” tanya orang yang terlihat tidak bersemangat, penasaran.
Percakapan orang-orang terdengar jelas di telinga Gou Long, dia seperti telah menemukan titik temu yang selama ini telah menghilang, Gou Long mengabaikan keadaan kamar yang masih bercahaya, dan memfokuskan pendengarannya pada percakapan kedua orang petugas patroli tersebut.
Dengan tetap menyembunyikan aura dan menjaga jarak tertentu Gou Long mengikuti kedua petugas tersebut.
__ADS_1
Petugas yang bersemangat bermarga Zen dan Petugas yang tidak bersemangat bermarga Thi.